Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
22


__ADS_3

Bab 22. Kebangkitan menantu terhina


"Kau masih berani membelanya?! Kukatakan padamu sekarang juga, usir perempuan itu dari rumah ini atau sesuatu yang tidak baik akan terjadi di dalam rumah ini!!!" Tegas Tuan grason sambil berdiri Mengambil buku tebal yang telah Ia ambil dari perpustakaan.


Lalu Tuan Grason pun berdiri menatap Rasyid dan Karin yang masih sementara duduk di kursi mereka.


🌊🌊🌊


"Kau tidak mau bergerak?!" Bentak Tuan grason pada putranya dengan tangannya yang semakin kuat memegang buku di tangannya.


Karin yang duduk di kursinya akhirnya berdiri, lalu dia pun menatap suaminya dengan tatapan yang mengandung kesedihan, dia hendak berbicara ketika suaminya lebih dulu mendahuluinya berbicara.

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu mau Ayah, maka istriku akan pergi dari rumah ini, tetapi dia tidak akan pergi sendirian!" Kata Rasyid ikut berdiri lalu dia pun merangkul istrinya dan berjalan untuk membawa istrinya pergi dari tempat itu.


Melihat tingkah putranya, maka Tuan grason kemudian mengulurkan tangannya menahan lengan putranya sambil menatap putranya dengan tatapan tajam, "Apakah kau memang harus melakukan ini demi perempuan yang tak tahu malu ini?!!" Bentak tuan Grason.


Rasyid mempererat rangkulan nya pada istrinya sambil menatap ayahnya, "Sudah kubilang kami telah menikah dan istriku menjadi tanggung jawabku. Jadi kalau istriku tidak diterima di sini maka aku pun tidak bisa diterima di sini karena kami adalah satu!!" Tegas Rasyid yang tak menyangka bahwa saat ini ia akan melihat sifat ayahnya yang sangat memalukan baginya.


"Apa?! Beraninya kau berbicara seperti itu pada keluarga yang selama ini mengurus dan membesarkanmu?! Dan terlebih kau berbicara seperti itu untuk perempuan memalukan ini?!!" Teriak Tuan grason sambil mengangkat buku tebal yang ada di tangannya, lalu dia mengulurkannya untuk memukul kepala Karin.


Buk!


Buku tebal yang ada di tangan Tuan grason langsung terjatuh ke lantai setelah mengenai punggung Rasyid hingga membuat Rasyid menahan sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Bukan hanya itu, sudut buku yang memang didesain tajam juga melukai punggung Rasyid yang hanya dibalut dengan kaos tipis hingga membuat kaos berwarna putih yang digunakan oleh Rasyid kini perlahan-lahan menjadi merah karena menyerap darah yang keluar dari punggung Rasyid.


Nyonya grason dan putrinya yang berdiri melihat kejadian itu, keduanya serempak melototkan mata mereka dan menutup mulut mereka dengan tangan karena tak menyangka kejadian seperti itu akan terjadi.


"Ah,, aku,, sayang," Karin sangat terkejut karena dia bisa mendengar suara yang begitu keras di punggung suaminya hingga dia mendongak menatap suaminya yang tampak menahan rasa sakitnya.


Tetapi belum saja Rasyid selesai menenangkan diri atas rasa sakit tiba-tiba yang ia terima, lengannya tiba-tiba saja ditarik oleh ayahnya.


"Kau berani melindungi perempuan ini, cepat lepaskan dia biar aku memberinya pelajaran!! Keluarga kita adalah keluarga besar dan tidak akan ada apa-apa kalau perempuan ini dibunuh!!" Geram Tuan grason berusaha menarik Karin dari pelukan Rasyid, tetapi Rasyid memeluk istrinya dengan sangat erat sambil mengatur erat-erat giginya menahan rasa sakit di punggungnya.


"Cepat lepaskan dia sekarang juga atau ayah akan memanggil para pengawal kemari!!!" Teriak Tuan grason pada putranya yang sudah terlalu marah pada perempuan yang ada di pelukan putranya.

__ADS_1


Rasyid adalah satu-satunya putranya, dan Kalau pria itu sudah dipengaruhi oleh Karim, maka siapa lagi yang akan ia banggakan di keluarga mereka kalau Putra satu-satunya memberontak padanya?


__ADS_2