
Saat ini, Anggi sedang berada di apartemennya dan perempuan itu menatap wajahnya yang masih diperban setelah mendapat operasi.
'Perempuan sialan itu, akan kupastikan dia mendekam di penjara atas apa yang telah ia lakukan padaku!!' gerutu Anggi dalam hati.
Ia sama sekali tidak terima atas apa yang telah dilakukan oleh Karin hingga membuatnya harus menderita untuk waktu yang lama.
Sementara perempuan itu terus mengutuki Karin dalam hati, tiba-tiba saja ponselnya berdering sehingga Anggi dengan cepat berjalan menghampiri ponselnya yang ada di tempat tidur.
Anggi pun terdiam beberapa saat ketika ia melihat panggilan telepon yang masuk ternyata berasal dari kakeknya.
'Apa yang harus kulakukan?' ucap Anggi dalam hati yang mana dia merasa cemas kalau kakeknya ingin membicarakan sesuatu, sementara saat ini ia dianjurkan oleh dokter Joy untuk tidak berbicara selama beberapa waktu lamanya.
Bahkan untuk makan pun, dia hanya memakan makanan cair saja menggunakan sedotan.
Oleh sebab itu, Anggi tidak punya pilihan lain selain membiarkan panggilan telepon itu mati dengan sendirinya.
Tetapi setelah itu, masih ada dua panggilan telepon yang berasal dari kakeknya sebelum Anggi bernafas lega.
'Kakek pasti sudah mengetahui kalau aku telah dikeluarkan dari perusahaan Rasyid, tapi aku tidak akan memberitahu kakek tentang tuntutan yang kulakukan untuk perempuan sialan itu!!!' ucap Anggi dalam hati yang mana dia jelas tahu bahwa kakeknya akan mencegahnya kalau kakeknya sampai mengetahui tentang apa yang telah terjadi.
Maka setelah itu, Anggi kembali melakukan perawatan pada tubuhnya sampai ponselnya kembali lagi berdering memperlihatkan video call dari pengacaranya.
Maka Anggi pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut Lalu dia pergi ke meja sambil meraih kertas dan pena.
"Kita harus bertemu, Apakah saat ini Nona punya waktu?" Tanya sang pengacara dari seberang telepon.
Anggi yang tak diizinkan oleh dokter untuk berbicara, ia akhirnya menulis di kertas untuk mengiyakan pertanyaan dari pengacara sehingga mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran.
Maka dalam satu jam, Anggi meninggalkan apartemennya sambil menggunakan topi dan juga masker agar tidak ada orang yang melihatnya.
Begitu tiba di restoran, ia segera diantar oleh seorang pelayan pada sebuah ruangan private yang sebelumnya telah dipesan oleh pengacara Anggi.
__ADS_1
"Selamat datang Nona, silahkan duduk," ucap sang pengacara ketika Anggi memasuki ruangan private hingga kedua orang itu pun segera duduk berhadap-hadapan.
Anggi pun melepaskan topinya lalu menatap pria di depannya dengan tatapan penuh tanya tentang apa yang hendak mereka bicarakan secara tiba-tiba.
Sang pengacara jelas mengerti arti tatapan Anggi sehingga pengacara tersebut berkata, "saya baru mengetahui bahwa ternyata orang yang anda tuntut adalah istri dari tuan muda grason. Pagi tadi pengacara keluarga grason menemui saya dan menyerahkan beberapa berkas ini."
Sang pengacara menyerahkan beberapa berkas pada Anggi sehingga Anggi pun mengambil berkas tersebut dan melihat isi berkas itu.
"Mereka meminta agar masalah ini segera dihentikan dan diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Itupun semua ini dilakukan karena keluarga grason masih memikirkan tentang hubungan kakek Nona dengan tuan besar keluarga Grason," ucap sang pengacara langsung membuat Anggi menyipitkan matanya menatap pria di depannya.
Berkas yang diberikan oleh pengacaranya memperlihatkan bagaimana Karin juga akan melakukan tuntutan terhadapnya Karena dia sudah berusaha menghancurkan rumah tangganya dengan Daffa.
Maka Anggi langsung mengambil buku catatan yang ia bawa dan juga pulpennya lalu menulis di kertas tersebut, *Apakah kita akan kalah dalam persidangan?*
Setelah sang pengacara membaca tulisan tersebut, maka sang pengacara menatap Anggi dengan tatapan seriusnya, "kalau mereka memiliki bukti tentang apa yang sudah terjadi, maka kita jelas akan kalah dalam persidangan ini karena hasil visum Nona menunjukkan kalau tamparan yang Nona terima adalah tamparan yang biasa-biasa saja.
"Tetapi hanya karena Nona Baru saja menjalani operasi maka hal itu memperparah kondisi wajah nona. Apalagi Karin tidak mengetahui tentang masalah operasi yang Nona lakukan, jadi saya rasa ini akan sulit.
"Jadi sebaiknya, Nona ingat-ingat dulu apakah nona melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan hubungan rumah tangga mereka supaya kita bisa memutuskan untuk tetap maju di persidangan ini, karena jika kita tetap maju dan hasilnya tidak baik, maka itu akan merugikan Nona sendiri," ucap sang pengacara yang tentunya juga tidak mau malu dalam persidangan tersebut kalau mereka sampai kalah telak.
Anggi memikirkan masalah itu selama beberapa saat sebelum dia kembali menulis di buku catatannya, *tidak ada satupun bukti yang akan mereka miliki. Tolong lanjutkan kasus ini dan pastikan perempuan itu akan mendekam di balik jeruji besi!!*
Sang pengacara yang melihat catatan itu akhirnya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu saya akan segera memproses masalah ini, lagi pula kita sudah memiliki rekaman CCTV tentang apa yang terjadi sehingga Karin tidak akan bisa menyangkal apa yang telah ia lakukan," ucap Pengacara.
Anggi pun menganggukkan kepalanya sebelum kedua orang itu berpisah dengan Anggi yang langsung mengendarai mobilnya kembali ke apartemennya.
Bip bip bip...
Anggi memasukkan kode sandi apartemennya sebelum perempuan itu membuka apartemennya lalu memasuki apartemen dengan raut wajah yang langsung berubah terkejut ketika ia melihat kakeknya telah menunggunya.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" Tanya Tuan Mario sambil mengerutkan keningnya menatap wajah cucunya yang diperban di sana-sini.
__ADS_1
Anggi yang sudah tidak bisa lagi menyembunyikan masalahnya dari kakeknya, ia akhirnya berjalan mendekati Tuan Mario lalu dia duduk di hadapan Tuan Mario sambil menatap kakeknya yang tanpa khawatir.
Setelah itu , Anggi mengambil buku catatan dan penanya lalu dia menulis di buku catatan itu, *aku tidak bisa berbicara karena aku menjalani operasi plastik di sekujur wajahku. Maaf juga tidak mengangkat panggilan telepon Kakek karena aku takut kakek akan mencemaskan aku.*
Setelah menulis, maka Anggi memberikan buku catatan itu pada kakeknya hingga Tuan Mario membaca isi dari buku catatan itu.
"Apa ini?! Kenapa kau melakukan operasi pada wajahmu?!" Bentak Tuan Mario Yang tak habis pikir dengan kelakuan cucunya, cucunya sudah sangat cantik, tapi sekarang malah pergi merusak-rusak wajahnya?!!!
Anggi yang mendengar bentakan kakeknya hanya bisa mengambil kembali buku catatannya lalu dia menulis sesuatu di sana, *aku mengalami kecelakaan, jadi terpaksa harus melakukan operasi plastik pada wajahku untuk memperbaiki lukanya. Kakek tidak perlu khawatir apapun,* tulis Anggi pada buku catatan itu sebelum memberikannya pada Tuan Mario.
"Kau ini!!! Bagaimana bisa Kau membiarkan wajah cantikmu terluka?! Lalu kakek juga mendengar kalau kau dikeluarkan dari perusahaan Rasyid, apa karena kecelakaan yang kau alami?!" Tanya tuan Mario langsung dijawab anggukan Anggi.
"Apa?! Kau mengalami kecelakaan dan,,,," Tuan Mario menghela nafas sambil mengambil ponselnya lalu pria itu segera menghubungi Rasyid untuk menanyakan apa yang terjadi.
*Apa yang kakek lakukan?* Tulis Anggi pada buku catatannya lalu memperlihatkannya pada kakeknya Sebab Dia merasa cemas pria itu mungkin akan melakukan sesuatu yang membuat pria itu mengetahui tentang kejadian yang sebenarnya.
Tuan Mario yang masih sementara menunggu Rasyid mengangkat panggilan teleponnya, ia kini membaca tulisan pada buku catatan cucunya sebelum dia berkata, "kakek akan menghubungi Daffa dan berbicara dengan pria itu! Setidaknya dia tidak perlu memecatmu karena kau masih bisa bekerja dari rumah!!"
Jawaban Tuan Mario sangat mengejutkan Anggi sehingga perempuan itu dengan cepat berjalan menghampiri kakeknya lalu merebut telepon dari tangan kakeknya.
Anggi me-rejec panggilan telepon itu sebelum dia kembali Mengambil buku catatannya dan menulis di sana, *kakek tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasi masalahku sendiri.*
Tuan Mario yang membaca tulisan cucunya, ia semakin tidak senang, "Kau pikir kakek akan membiarkan seseorang memandang rendah cucu kakek?! Kakek akan pergi langsung menemui pria itu!!!" Tegas Tuan Mario.
Melihat kekeras-kepalaan kakeknya, maka Anggi dengan cepat mengambil buku catatannya lalu menulis sesuatu di sana, *kakek percayalah padaku, atau kakek mau menghilangkan kepercayaan diriku sehingga kakek harus memaksaku meminta bantuan dari kakek?!!*
Tuan Mario yang membaca tulisan dari cucunya pun akhirnya menghela nafas, karena dia tahu Bagaimana sifat cucunya yang tak pernah mau meminta bantuannya, cucunya merasa terhina setiap kali ia membantu cucunya menyelesaikan masalahnya.
Maka Tuan Mario akhirnya berkata, "Baiklah, kakek tidak akan mencampuri masalahmu, tetapi kalau wajahmu telah sembuh Dan kau masih belum bisa menyelesaikan masalahmu, maka mau Tidak mau kau harus membiarkan kakek turun tangan!!"
Anggi langsung mengangguk kepalanya sebagai jawaban iya atas ucapan kakeknya.
__ADS_1