Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
49


__ADS_3

Saat ini, Karin bersama suaminya sedang makan siang bersama di kantor.


"Apa kau mau tambah lagi?" Tanya Karin langsung membuat Rasyid menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, masakanmu sangat enak," ucap Rasyid memuji makanan istrinya hingga membuat Karim tersenyum senang.


"Aku membuatnya spesial untuk suamiku, jadi tentu saja harus enak." Kata Karin menambahkan makanan ke piring suaminya.


"Terima kasih sayang," kata Rasyid.


"Sama-sama, tapi ngomong-ngomong Siapa perempuan yang bersama denganmu tadi? Dia terlihat sangat dekat denganmu," kata Karin dengan suara yang tenang.


"Dia sepupu jauh ku, dan dipindahkan oleh kakek kemari untuk membantu mengelola perusahaan karena kau tahu sendiri Ayah sudah tidak masuk bekerja sejak kejadian terakhir di rumah." Ucap Rasyid dijawab anggukan Karin.

__ADS_1


"Baguslah, Aku harap dia bisa membantu meringankan pekerjaanmu. Tapi nanti kalau misalnya kau kewalahan dengan pekerjaanmu, Katakan padaku supaya aku membantumu. Jangan sampai suamiku sakit gara-gara harus bekerja terlalu keras," ucap Karin yang sama sekali tidak cemas dengan ancaman yang ditimbulkan oleh kedatangan Anggi.


Sebab Karin sangat yakin bahwa suaminya sama seperti suaminya yang ada di kehidupan sebelumnya, sama sekali tidak pernah tergoda dengan perempuan lain.


"Tentu sayang," ucap Rasyid.


Maka kedua orang itu terus makan sambil berbincang-bincang sampai akhirnya ketika mereka selesai makan Rasyid kembali ke ruangannya karena seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


Namun Karin mengangkat sebelah alisnya ketika ia melihat pakaian perempuan itu tampak Sangat terbuka, kemejanya yang tadi hanya dibuka dua kancing kini menjadi 3 kancing, dan roknya yang tadi masih berada lima jari di atas lutut kini sudah berada di pertengahan paha Anggi.


Maka Karin berjalan ke arah meja sambil meletakkan paper bag berisi kotak bekalnya sebelum perempuan menghampiri Anggi dan suaminya.


Tanpa basa-basi, Karin langsung mendekati Anggi dan mengulurkan tangannya mengancing kemeja perempuan itu.

__ADS_1


"Kau adalah orang yang berpendidikan, Jadi kau seharusnya tahu bagaimana bersikap sopan saat bekerja bukan?!" Ucap Karin sambil melemparkan senyumnya pada Anggi hingga membuat Anggi sangat kesal.


Tetapi Anggi belum berkata apapun ketika Karin pun sudah membungkuk di hadapan Anggi dan dengan cepat menarik rok perempuan itu sampai kembali ke posisi semula.


"Melihatmu datang ke ruangan suamiku dengan penampilan seperti ini membuatku ingin menyuruh suamiku untuk memijatmu dari tempat ini. Jadi ke depannya tolong lebih hati-hati kalau kau masih menginginkan pekerjaanmu di kantor ini!!" Ucap Karin sebelum dia menoleh ke arah suaminya.


"Sayangku, apakah yang ku katakan itu benar kan?" Tanya Karin langsung membuat Rasyid menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, Sepertinya kita harus menambahkan kategori berpakaian sopan pada karyawan yang datang ke kantor ini," ucap Rasyid langsung membuat Karim menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Aku rasa itu benar, aku cemas kalau para perempuan datang ke kantor ini dengan pakaian sesuka hati, akan ada banyak pria yang tidak fokus bekerja." Ucap Karin sambil melemparkan senyuman liciknya pada Anggi sebelum perempuan itu pergi meninggalkan ruangan suaminya dan memilih memasuki ruang istirahat.


Anggi yang melihat sikap Karin kini mengepal kuat tangannya, 'perempuan sialan itu, berani-beraninya dia berkata seperti itu padaku. Lagi pula kalian bersama hanya karena terpaksa dan harus bersandiwara di depan semua orang sebagai pasangan suami istri yang saling menyukai, Apa hebatnya itu?? Lihat nanti, akulah yang akan menggantikan posisimu dan kau akan menjadi orang pertama yang ku tendang dari sisi Rasyid!!' ucap Anggi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2