Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
13


__ADS_3

Setelah menghabiskan beberapa waktu di restoran, maka akhirnya Karin bersama suaminya kini meninggalkan restoran, sebab saat itu juga seorang pelayan datang memberitahunya bahwa Deris bersama kedua adik perempuannya telah meninggalkan restoran sehingga tidak ada lagi alasan bagi Karin untuk tetap tinggal di tempat itu.


Saat mereka memasuki mobil, Karin memperhatikan mobil milik suaminya, dan ketika itu Dia merasa bahwa selera pria di sampingnya benar-benar mirip dengan selera suaminya.


'Aku tidak ragu lagi, dia benar-benar suamiku yang ditakdirkan bagi kami untuk kembali bertemu di tempat ini. Tapi Apakah dia juga mengingatku?' ucap Karin dalam hati yang berharap bahwa pria itu mengingatnya dan mengingat segala sesuatu yang telah mereka lalui bersama-sama dalam pernikahan mereka yang sudah cukup lama.


Ketika Karin sedang memperhatikan suaminya, tiba-tiba saja ponsel milik suaminya berdering sehingga pria itu mengangkat panggilan telepon yang berasal dari sekretarisnya.


"Hm!" Jawab Rasyid langsung membuat Karin menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena itu sama persis dengan cara suaminya ketika berbicara dengan sekretarisnya.


Saat ini jantung Karin semakin berdegup kencang dengan tatapan yang terus fokus pada suaminya.


"Hm," kembali jawab Rasyid pada pria di seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.

__ADS_1


Maka Rasyid segera menatap istrinya sambil berkata, "tiba-tiba ada clien yang ingin bertemu, aku harus pergi ke kantor."


"Baik, kalau begitu aku turun di sini saja," ucap Karin yang merasa bahwa dia tidak perlu ikut ke kantor pria itu, karena dia masih ingin berkeliling-keliling di kota.


Tetapi Rasyid kemudian berkata, "kau ikut saja ke kantor, nanti biar sopir mengantarmu kembali ke rumah."


"Baik," jawab Karin sambil menganggukkan kepalanya dengan tangan perempuan itu diulurkan menyentuh tangan Rasyid hingga membuat Rasyid terkejut.


Melihat ekspresi terkejut suaminya, maka Karin kemudian berkata, "tidak apa-apa kan kalau aku memegang tangan suamiku?"


Mendengar ucapan suaminya, maka Karin merasa sangat senang sehingga dia pun terus memegang tangan suaminya sampai mobil berhenti di depan kantor, lalu Rasyid turun dari mobil.


Karin melambaikan tangannya ke arah suaminya yang telah menjauh darinya sampai akhirnya suaminya benar-benar menghilang karena sudah memasuki gedung.

__ADS_1


Barulah setelah itu Karin menatap sang supir sambil berkata, "Tolong antarkan aku keliling kota."


"Baik nyonya," jawab sang pria sebelum dia melajukan mobil meninggalkan kantor.


Karin pun menatap keluar jendela, lalu dia berpindah untuk duduk di tempat suaminya karena dia merasa dari tempat itu pemandangannya jauh lebih bagus.


Namun ketika dia berpindah, tiba-tiba saja perempuan itu menyentuh sesuatu yang membuatnya kemudian melihat ke arah tangannya yang ternyata dompet suaminya tertinggal.


'Bagaimana bisa ini keluar dari sakunya?' kata Karin dalam hati sambil tersenyum membuka dompet tersebut, dan dia terkejut ketika dia melihat foto pernikahannya dengan suaminya ternyata tersimpan rapi di dalam dompet tersebut.


'Ini,,' Karin mengulurkan tangannya mengambil foto pernikahan itu lalu dia pun memperhatikannya dengan seksama.


'Sejak kapan dia menyimpan foto ini di dalam dompetnya?' pikir Karin dalam hati sambil membalikkan foto tersebut dan dia lebih terkejut lagi ketika membaca tulisan yang berada di belakang foto itu.

__ADS_1


*Suatu saat kami akan saling mencintai.*


__ADS_2