Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
33


__ADS_3

Karin hanya bermain game online di ponsel suaminya sampai akhirnya dia merasa bosan lalu perempuan itu melihat ke arah suaminya yang sedang fokus bekerja.


Karena merasa penasaran Apa yang membuat suaminya begitu pusing, maka Karin pun mengulurkan tangannya mengambil berkas yang sedari tadi dipusingkan oleh suaminya lalu Karin membacanya.


Awalnya Rasyid hendak mencegah istrinya membaca berkas itu, karena dia tahu istrinya berasal dari desa dan perempuan itu hanya lulusan SMP karena sebuah penjajahan yang dilakukan oleh mafia di desa mereka hingga anak-anak di sana tak bisa melanjutkan sekolah mereka.


Tetapi ketika dia melihat istrinya tampak serius membaca berkasnya, maka Rasyid pun mengurungkan niatnya dan dia hanya kembali fokus pada berkas-berkas di dalam komputernya.


Beberapa saat kemudian, Karin berkata, "Kalian mau membuat pusat perbelanjaan baru?"


"Ya," jawab Rasyid sambil menoleh ke arah istrinya yang sementara fokus membaca berkas yang ada di tangannya.


"Apa ini? Anggaran untuk bahan interiornya saja mencapai 500 miliar? Kenapa banyak sekali? Lalu ini,,, biaya satu triliun ini tidak terlalu banyak?" Tanya Karin sambil memperlihatkan nilai anggaran yang ada di sana Di mana terdapat nominal 1 triliun yang membuat Rasyid mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Tadinya dia tidak memperhatikan biaya tersebut karena fokusnya teralihkan pada anggaran desain interior yang membengkak sampai 30 miliar dari yang seharusnya.


"Hah,, sepertinya rapatnya harus ditunda," ucap Rasyid sambil menghela nafas karena merasa bahwa berkas yang dibuat oleh Dina benar-benar buruk dan banyak hal yang harus diperbaiki.


Makar Rasyid pun mengambil teleponnya lalu menyuruh Dina untuk memasuki ruangannya.


Sambil menunggu Dina datang, Rasyid memperhatikan istrinya yang sangat fokus membaca laporan yang ada di tangannya.


Lalu ketika Dina sudah memasuki ruangan dan berdiri di depan meja Rasyid, perempuan itu mengerutkan keningnya melihat Karin sedang membaca berkas yang tadi baru saja ia berikan pada Rasyid.


Pertanyaan itu langsung membuat Dina mengerutkan keningnya dan dia merasa kesal karena perempuan yang ada di depannya mengabaikan kemampuannya, Sebab Dia sendirilah yang membuat semua susunan proyek tersebut.


Oleh sebab itu, Dina kemudian berkata, "tidak perlu membentuk tim untuk menangani proyek itu, karena para sekretaris sudah membagi waktu mereka untuk melakukan observasi pada setiap--"

__ADS_1


"Sekretaris katamu?" Karin tersenyum mengejek sambil berbalik menatap suaminya, "sayangku, para sekretaris tidak akan selalu mengerti dengan apa yang tertera di sini, kau harus menggunakan orang-orang profesional untuk menganalisis segala sesuatunya sebelum memutuskannya.


"Di dalam sini ada banyak sekali hal yang akan menjatuhkan kalian di depan klien, mulai dari anggaran dana yang terlalu banyak Bahkan aku lihat pemilihan bangkunya juga tidak terlalu tepat, kalau aku menjadi klien kalian Aku tidak akan berpikir dua kali dan langsung menolak kerjasama dengan perusahaan kalian.


"Lalu juga, pemilihan lokasinya, aku rasa lokasi tempat kalian memilih itu benar-benar buruk, pusat perbelanjaannya memang dekat dengan objek wisata, tetapi kalian lupa melakukan survei pada objek wisata yang ada di sana, semuanya menyediakan hal-hal yang diperlukan oleh para wisatawan mulai dari oleh-oleh sampai barang-barang lainnya.


"Dengan membuat pusat perbelanjaan yang ada di sana, maka kalian harus menurunkan harga yang begitu miring untuk setiap barang-barang yang ditawarkan di sana supaya bisa membuat pusat perbelanjaannya disegani oleh orang-orang.


"Apalagi aku melihat kata pembuka yang ada di berkas ini, benar-benar sangat buruk dan perlu direvisi. Bahkan anak SMP pun bisa mengerjakannya lebih baik dari ini," Ucap Karin sambil meletakkan berkas tersebut di atas meja hingga Rasyid pun mengambilnya dan membaca kata pembuka yang tersusun pada berkas tersebut.


Tadinya ketika dia memeriksanya, dia tidak terlalu memperdulikan kata pembukanya karena yang paling penting yang harus ia periksa ialah isi dari berkas tersebut sementara hal-hal pelengkap dalam laporan itu seharusnya sudah dikerjakan dengan baik oleh sekretarisnya.


Namun ketika ia melihat isinya, Rasyid pun langsung menghela nafas dengan berat sambil menatap Dina, "Apakah benar-benar kau yang mengerjakan berkas ini atau kamu menyuruh seseorang?" Tanya Rasyid yang jelas tahu bahwa kinerja Dina tidak mungkin sampai berantakan seperti itu.

__ADS_1


Sebab, Dia sudah lama bersama-sama dengan Dina dan tak pernah ada kejadian yang begitu buruk seperti yang saat ini terjadi.


__ADS_2