Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
31


__ADS_3

Rasyid masih sementara bekerja ketika pintu ruang kerjanya kembali lagi diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok...


"Masuk!" Perintah Rasyid pada orang di seberang pintu hingga pintu akhirnya terbuka memperlihatkan Dina yang datang membawa beberapa berkas di tangannya.


Sambil berjalan mendekati Rasyid yang tengah tertunduk menfokuskan dirinya pada pekerjaannya Dina melirik ke arah seorang perempuan yang tertidur di sofa.


'Jadi benar kalau perempuan itu adalah istri Rasyid? Tapi kalau dia benar-benar istrinya, kenapa baru di perlihatkan saat ini dan selama ini tak pernah diberitakan ke publik?' ucap Dina dalam hati yang merasa begitu aneh namun juga merasa kesal mengetahui fakta bahwa Rasyid telah memiliki seorang perempuan.


Meski begitu, Dina tidak terlalu lama memikirkannya dan Setelah tiba di depan Rasyid, perempuan itu langsung memfokuskan perhatiannya pada pria yang tengah sibuk menandatangani dokumen yang telah Ia periksa.

__ADS_1


"Tuan, ini adalah berkas kerjasama yang akan kita ajukan pada perusahaan XX," ucap Dina langsung membuat Rasyid mengangkat wajahnya mengambil berkas dari tangan Dina.


Pria itu melihatnya beberapa saat sebelum dia bertanya, katanya, "kapan berkas ini akan digunakan?"


"Besok pagi jam 08.00, kita akan mengadakan pertemuan di restoran g, saya sudah mengatur semuanya dan besok pagi sopir akan langsung mengantar bapak pergi ke restoran g sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor," ucap Dina dengan suara yang begitu bersemangat karena dia selalu senang setiap kali dia berbicara dengan pria yang saat ini berada di hadapannya.


"Baiklah, lalu untuk semua jadwalku hari ini jika ada jadwal di luar kantor, batalkan semuanya itu. Ah,, nanti kalau kau memesan makan siang, jangan memesan makanan yang terlalu banyak lemak, istriku tidak menyukainya," ucap Rasyid langsung membuat raut wajah Dina menjadi berubah kesal karena harus menyediakan makanan untuk perempuan yang menjadi saingan cintanya.


Meski begitu, Dina tetap berkata, "baik Tuan, kalau begitu saya permisi sekarang."


"Tunggu!" Ucap Rasyid yang saat itu memeriksa berkas yang baru saja diberikan oleh Dina, dan dia menemukan sesuatu yang aneh pada berkas itu.

__ADS_1


Sementara Dina yang disuruh untuk menunggu, dia kembali lagi berjalan menghampiri Rasyid sambil menatap ke arah wasit yang sementara memeriksa berkas di tangannya.


"Apakah ada masalah dengan berkasnya?" Tanya Dina.


"Nominal yang ada di sini, Apakah memang jumlahnya sebanyak ini? 500 miliar?" Tanya Rasyid pada Dina yang mana seingatnya bahwa jumlahnya tidak sampai sebanyak itu.


"Ah, Memang dirapat kemarin memang jumlahnya hanya 470 miliar, tetapi kemudian saya melakukan klarifikasi ulang yang mana ternyata bahan baku kini mengalami kenaikan karena adanya perubahan peraturan negara m yang mengharuskan kita untuk membayar pajak yang lebih tinggi. Saya juga sudah mencari tahu tentang adanya bahan baku yang lainnya, namun mereka semua memberikan harga yang jauh lebih tinggi sehingga saya harus menaikkan jumlahnya." Ucap Dina langsung membuat Rasyid mengerutkan keningnya.


"Nominal ini terlalu tinggi, mereka tidak akan menyetujuinya, sementara ini adalah proyek pertama kita yang bekerja sama dengan perusahaan mereka." Ucap Rasyid sambil memijat keningnya yang kesulitan untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi Karena lonjakan harganya mencapai 30 miliar.


Melihat Rasyid yang tampak pusing, maka Dina kemudian berkata, "Kalau begitu, Saya akan mencoba menghubungi beberapa perusahaan lain, Apakah tidak masalah kalau kita mengambil perusahaan dari dalam negeri dengan kualitas bahan baku yang jauh lebih rendah daripada yang--"

__ADS_1


"Tidak! Kau tidak boleh melakukannya, kita sudah menyepakati tentang standar bahan baku yang harus kita gunakan, jadi sebaiknya cari alternatif lainnya aku juga akan memikirkannya," ucap Rasyid membuat Dina menganggukkan kepalanya sebelum perempuan itu keluar dari ruangan CEO dengan kepala yang pusing.


'Memangnya Apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan harganya?' gerutu Dina dalam hati.


__ADS_2