
Seeet...!
Karin merapikan dasi yang dipakai oleh suaminya sebelum perempuan itu berbalik mengambil jas suaminya dan membantu suaminya menggunakan jasnya.
"Nanti siang aku akan mengantar makan siang ke kantormu, Jadi kau tidak perlu menyuruh sekretarismu untuk menyiapkan makan siangmu." Ucap Karin yang mana hari ini dia berencana untuk membuat sesuatu yang spesial bagi suaminya.
"Baiklah," Jawab Rasyid bersamaan dengan ponselnya yang tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Dua orang yang ada di dalam kamar langsung menoleh ke arah ponsel Rasyid yang diletakkan di atas meja.
"Ibu yang menelpon," ucap Karin segera mengambil ponsel suaminya karena ponsel itu berada sangat dekat dengannya.
Setelah memberikan ponsel itu pada suaminya, Karin kemudian mengambil dompet suaminya dan meletakkannya ke dalam jas suaminya sambil mendengarkan suaminya yang kini berbicara dengan ibu mertuanya.
__ADS_1
"Halo Bu," ucap Rasyid.
"Polisi akan datang pagi ini jam 8, Jadi sebelum pergi ke kantor, kemarilah bersama istrimu, Mereka bilang mereka sudah menemukan pencurinya!!" Ucap Nyonya grason dari seberang telepon langsung membuat Rasyid menatap istrinya.
"Kenapa polisi mengatakan jadwal penangkapan pencuri pada ibu?" Tanya Rasyid dengan bingung.
"Karena ibu yang menyuruh mereka!! Jadi Cepat bawa istrimu kemari, karena Ibu yakin dialah yang telah mencuri perhiasan itu!!" Tegas Nyonya grason dari seberang telepon langsung membuat Rasyid mengerutkan keningnya menatap istrinya yang sementara mengambil tas kantor miliknya.
"Baiklah, kami akan ke rumah," ucap Rasyid sebelum dia mengakhiri panggilan telepon itu.
"Apa kata ibu?" Tanya Karin.
"Baiklah," jawab Karin memberikan tas kantor suaminya sebelum perempuan itu mengambil mantelnya lalu mereka segera meninggalkan apartemen dan pergi ke kediaman utama.
Dalam perjalanan menuju kediaman utama keluarga Grason, Karin memainkan ponselnya tanpa ada niat untuk membahas tentang penyelidikan polisi.
Suasana dalam mobil berada dalam ketenangan sampai akhirnya mereka tiba di kediaman utama keluarga grason dan melihat sebuah mobil polisi baru saja tiba.
__ADS_1
"Kita tepat waktu sekali," ucap Karin sambil tersenyum membuka pintu mobil sebelum keluar dari mobil lalu menyapa dua polisi yang juga turun dari mobil.
"Selamat pagi," ucap Karin sambil melemparkan senyumannya pada dua polisi itu diikuti oleh Rasyid yang langsung merangkul istrinya.
"Selamat pagi tuan dan nyonya," ucap sang polisi yang sementara mengambil borgol dari dalam mobilnya.
Karin yang melihat borgol itu langsung tersenyum senang, sebelum mereka berjalan ke dalam rumah.
Ke 4 orang itu segera disambut oleh nyonya grason yang terlihat sangat bersemangat untuk melihat Karin yang ditangkap oleh Polisi.
"Kalian sudah mendapatkan bukti tentang pencurinya?" Tanya Nyonya grason pada dua polisi yang berdiri di hadapannya.
Salah seorang polisi menganggukkan kepalanya, "ya, kami sudah mendapatkannya, dan saat ini beberapa rekan kami juga sudah melacak Di mana keberadaan perhiasan itu. Tapi di mana suami dan Putri anda?" Tanya sang polisi.
"Ah,, mereka masih ada di kamar, putriku juga belum bangun Jadi silakan tangkap orang yang telah mencuri perhiasanku!!" Ucap Nyonya grason sambil melirik ke arah Karin yang masih sementara dirangkul oleh Rasyid.
"Kalau begitu, silakan tunjukkan kamar Putri anda," ucap salah seorang polisi langsung membuat Nyonya beralih menatap ke arah polisi dengan tatapan bingungnya.
__ADS_1
"Kenapa kalian menanyakan kamar putriku? Bukankah pencurinya adalah perempuan ini?!" Tegas Nyonya Grason sambil menunjuk Karin.