Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
9


__ADS_3

Karin duduk di dalam sel sambil mengetuk-ngetuk jarinya di lantai.


'Tunggu, ingatan perempuan ini tidak salah kan? Ingatan perempuan ini tidak mungkin salah, ingatannya pasti benar!' ucap Karin dalam hati yang jelas-jelas mengingat bahwa sikap suaminya padanya memang sangat dingin, tetapi dari ingatan Karin, dia bisa mengetahui bahwa pria itu sebenarnya peduli pada Karin, tetapi karena Karin yang selalu diperlakukan buruk di rumah mertuanya, maka dia pun menganggap suaminya sebagai orang yang buruk dan tak pernah mau memperdulikan pria itu.


Selain itu, dalam pemilik tubuh yang lama juga Karin mengingat bahwa hari ini adalah hari kepulangan pria itu dari luar negeri setelah perjalanan bisnis untuk mengecek beberapa perusahaan di luar negeri.


"Benar, ingatan perempuan ini pasti benar," ucap Karin sambil mengangkat wajahnya menatap ke arah pintu masuk sel, namun saat itu dia tidak mendapati sesuatu yang berubah, tempat itu masih kosong saja, tidak ada polisi yang datang menghampirinya untuk membebaskannya dari tempat itu.


Tetapi ketika Karin hendak menggerutu, tiba-tiba saja seorang polisi datang menghampiri sel dan membuka pintu tersebut.


Maka Karin langsung berdiri menghampiri sang polisi sambil berkata, "Apakah aku dibebaskan?"


Polisi yang fokus pada gemboknya kini mengangkat wajahnya menatap Karin sambil mengganggukan kepalanya, "Anda dibebaskan, dan Saya akan mengantar Nyonya untuk kembali ke kediaman keluarga Grason," ucap sang polisi langsung membuat Karin mengerutkan keningnya.

__ADS_1


'Tunggu! Jangan-jangan ini rencana orang-orang di rumah, mereka ingin memperlakukan aku dengan baik karena suamiku sudah kembali?' ucap Karin dalam hati sambil tersenyum mengejek.


Perempuan itu pun segera keluar dari sel dan diantar Polisi ke depan kantor polisi.


Tetapi ketika dia tiba di depan kantor polisi, Karin menghentikan langkahnya saat melihat Kartika dan juga Deris masih berdiri di depan kantor polisi dan terlihat kedua orang itu memperhatikannya.


Bahkan Kartika langsung berlari menghampirinya dan memegang tangan Karin, "akhirnya Kak Karin bebas juga, aku sudah sangat khawatir Kak Karin tidak akan dibebaskan, tapi untungnya ada seseorang yang mau membebaskan Kak Karin!!" Ucap Kartika dengan raut wajah penuh semangat.


"Ah,, aku pikir kakakmu yang membantuku bebas," ucap Karin sambil tersenyum melihat ke arah Deris, dan saat itu dia benar-benar merindukan suaminya ketika melihat Deris yang sangat mirip dengan suaminya.


"Ah,, tadinya kakakku ingin membebaskan Kak Karin, tetapi kemudian tiba-tiba saja seorang polisi datang mengatakan bahwa Kak Karin harus dibebaskan. Oya, sekarang Kak Karin mau pulang ke rumah atau mau ikut bersama kami untuk makan bersama?" Tanya Kartika.


Karin terdiam beberapa saat menatap perempuan di depannya yang tampak sangat bersemangat mengajaknya untuk pergi makan bersama, dan setelah dia berpikir beberapa saat, Karin akhirnya menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Aku juga lapar, tapi aku tidak punya uang, jadi--"

__ADS_1


"Tentu!! Hari ini kakakku yang traktir, Ayo kita pergi!" Ucap Kartika langsung merangkul Karin menuju mobil milik kakaknya.


Setelah mereka berada di dalam mobil, Kartika kemudian berkata, "kak Karin, aku dengar Kak Karin adalah menantu keluarga Grason, kalau begitu Kak Karin pasti melihat kakakku sangat mirip dengan suami kakak bukan?!"


Karin menatap ke arah Deris yang sedang mengendarai mobil sebelum dia menganggukkan kepalanya, "ah ya, itu sebabnya tadi aku memanggilnya, tapi ternyata aku malah salah orang," ucap Karin langsung membuat Kartika mengangguk.


"Benar sekali, itu karena kakakku dan Putra pertama keluarga grason adalah saudara kembar. Dulu ibu kami adalah menantu pertama keluarga grason tetapi kemudian ketika ibuku selesai melahirkan, mereka bercerai karena ibuku dan mantan suaminya menikah karena dijodohkan, jadi ibuku tidak mau bertahan lebih lama di keluarga itu. Setelah itu, ibuku dan mantan suaminya memutuskan untuk membawa masing-masing dari bayi kembar mereka Dan jadilah seperti ini, ibuku menikah dengan pria lain dan mantan suami ibuku menikah dengan perempuan lain." Ucap Kartika menceritakan Bagaimana kejadiannya sehingga saudara kembar bisa berpisah.


"Ah, begitu," Karin menganggukkan kepalanya.


"Hm! Meski saat ini keluarga kami dan keluarga Grason tidak saling menyukai, Tapi Kak Karin sudah berjanji padaku bahwa Kakak akan menjadi kakakku, jadi Kak Karin tidak boleh mengingkari janji!!" Tegas Kartika pada Karin.


Karin pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Tentu saja aku tidak akan mengingkari janji," ucap Karin sambil mengulurkan tangannya mengelus puncak kepala perempuan di depannya.

__ADS_1


Hal itu membuat Kartika tertawa kecil, "he he he,,, Kak Karin ini benar-benar seperti seorang ibu, ibuku juga biasa mengelus kepalaku seperti ini. Dan Kak Karin adalah orang muda selain kakak laki-lakiku yang mengelus kepalaku seperti itu!" Ucap Kartika dibalas senyuman Karin.


__ADS_2