Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
51


__ADS_3

Pagi hari di apartemen, Karin bersama suaminya.


"Hati-hati di jalan," ucap Karin sambil melambaikan tangannya ke arah suaminya yang tengah berjalan ke arah mobil.


"Kau juga, apapun yang kau lakukan di rumah, kau harus berhati-hati," ucap Rasyid pada istrinya sambil membalas lambaian tangan istrinya sebelum dia memasuki mobil yang akan mengantarnya berangkat ke kantor.


"Ya, aku tahu!" Jawab Karin sambil memperhatikan mobil suaminya yang kini bergerak meninggalkan Karin.


Maka setelah mengantar suaminya, Karin kembali masuk ke dalam rumah lalu perempuan itu segera melakukan aktivitas paginya dengan memulai olahraganya untuk menjaga tubuhnya tetap sehat.


Karin menghabiskan 2 jam olahraga sebelum dia melakukan pendinginan lalu pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah selesai berganti pakaian, Karin duduk di meja rias sambil memberikan perawatan pada wajahnya agar menjaga wajahnya tetap awet muda dan sehat.


Karin masih sementara duduk di meja rias ketika tiba-tiba saja ponselnya yang diletakkan di atas meja kini berdiri.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Karin pun mengambil ponsel miliknya lalu melihat penelponnya adalah Ibu mertuanya sehingga Karin dengan cepat mengangkat panggilan telepon itu.


"Halo," ucap Karin pada perempuan di seberang telepon dengan rasa penasaran tentang apa yang akan dikatakan oleh ibu mertuanya.


"Nanti siang akan ada acara arisan di rumah Ibu, jadi sekarang juga datang ke rumah dan bantu ibu menyiapkan segala sesuatunya!" Ucap Nyonya Grason dari seberang telepon dengan nada suara yang begitu tegas.

__ADS_1


"Baik Bu," jawab Karin dengan suara yang lembut sambil tersenyum melepaskan ponsel dari telinganya karena dia telah mendengar nada sambungan telepon yang diputuskan secara sepihak.


"Ah,, dasar ibu mertua ini, bisa-bisanya dia kembali merencanakan sesuatu yang buruk untukku," ucap Karin sambil menghela nafas, karena dia tahu jelas Bagaimana sikap ibu mertuanya.


Ibu mertuanya tidak akan mudah menyerah untuk menyingkirkannya, apalagi perempuan itu telah membencinya selama bertahun-tahun.


Namun, Karin tetap ingin pergi karena meskipun ia sangat membenci Ibu mertuanya, tapi dia masih berharap akan ada sesuatu yang terjadi di dalam hubungannya dengan ibu mertuanya sehingga bisa memperbaiki hubungan mereka.


Tentu saja hubungan yang baik antara menantu dan mertua adalah sesuatu yang diharapkan oleh semua orang.


Maka pada saat itu juga, Karin langsung bersiap-siap dan berdandan sangat cantik sebelum dia berangkat ke rumah Ibu mertuanya.


"Selamat datang Nyonya muda," ucap kepala pelayan langsung menyambut Karin ketika Karin telah turun dari mobil.


"Antarkan aku bertemu ibu mertuaku!" Ucap Karin.


'katanya dia ingin aku membantunya mengerjakan persiapan untuk arisannya, tapi ternyata dialah yang menyuruhku untuk menyiapkan segalanya,' ucap Karin dalam hati yang jelas tahu bahwa ibu mertuanya sengaja melakukan itu dengan sebuah rencana yang pastinya telah dipikirkan matang-matang.


"Nyonya menyuruh saya membantu anda di dapur," pusat kepala pelayan ketika mereka hampir tiba di dapur.


"Jadi aku disuruh datang kemari untuk memasak?" Tanya Karin sambil memperhatikan sekitarnya Di mana rumah tampak sangat sepi, bahkan seorang pelayan pun tak kelihatan. Dia hanya berdua saja dengan kepala pelayan.


Kepala pelayan mengganggu kan kepalanya, "benar, Nyonya berpesan bahwa semua menu yang akan disajikan pada acara arisan hari ini akan ditentukan oleh Nyonya muda, juga semua dekorasi hari ini akan diatur oleh Nyonya muda," ucap kepala pelayan membuat Karin tercengang di tempatnya.


Rencana Ibu mertuanya ialah untuk mempermalukannya di depan semua tamu tamu arisannya.

__ADS_1


"Jadi jam berapa acara arisannya akan dimulai?" Tanya Karin sambil membuka kulkas untuk melihat bahan makanan yang tersedia di sana.


Karena meskipun Ibu mertuanya menjebaknya untuk dipermalukan, tetapi Karin masih memiliki sebuah rencana di dalam hatinya sehingga dia mau mengikuti apa yang direncanakan oleh ibu mertuanya.


"Jam 03.00 sore," jawab kepala pelayan.


"Astaga, ibu mertua benar-benar niat," ucap Karin yang jelas tahu bahwa waktu untuk mempersiapkan semuanya sangatlah mepet.


Apalagi sekarang mereka hanya berdua saja, jadi jelas-jelas semua ini sudah dipikirkan oleh ibu mertuanya dengan sangat matang.


Sementara kepala pelayan yang mendengarkan ucapan Karin, dia tidak berniat untuk menanggapi ucapan Karin dan dia hanya fokus pada apa yang akan mereka lakukan sehingga dia menatap Karin dengan tatapan tenangnya.


"Jadi kita akan mulai dari mana?" Tanya kepala pelayan yang melihat Karin sudah mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas.


"Kita akan memasak dahulu, karena arisannya jam 03.00, maka kita tidak perlu membuat makanan berat, cukup cemilan yang akan menemani mereka selama arisan berlangsung. Tolong bantu aku mengambil beberapa peralatan, Aku butuh blender, mixer dan juga saringan," ucap Karin.


Kepala pelayan pun dengan cepat-cepat bergerak mengambil semua barang-barang yang dibutuhkan oleh Karin, lalu dia meletakkannya di atas meja sambil memperhatikan Karin yang saat ini sedang memotong-motong buah.


"Ini Nyonya, tapi hari ini acara arisannya juga akan ada makan malam karena ini adalah arisan terakhir mereka," ucap kepala pelayan.


Karin tersenyum, "tidak masalah, kita buat dulu cemilannya Lalu setelah itu melakukan dekorasi dan nanti baru memikirkan hidangan untuk makan malam," ucap Karin sembari memulai pembuatan cemilannya dibantu oleh kepala pelayan.


Maka kedua orang itu bekerja dengan cepat karena di kehidupan sebelumnya Karin memang sudah terbiasa bekerja di dapur, Sebab Dia tak suka ada orang asing di rumahnya.


Kepala pelayan yang menemani Karin di dapur juga sangat terkejut melihat cara kerja Karin yang sangat cepat dan terlihat sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh Karin, Padahal selama ini Karin tak pernah dibiarkan melakukan pekerjaan apapun di rumah.

__ADS_1


Meski begitu, kepala pelayan tidak mengatakan apapun dan hanya terus membantu Karin dengan mengikuti arahan Karin.


__ADS_2