
"Cepat lepaskan dia sekarang juga atau ayah akan memanggil para pengawal kemari!!!" Teriak Tuan grason pada putranya karena sudah terlalu marah pada perempuan yang ada di pelukan putranya.
🫕🫕🫕
Namun saat itu, Rasyid dengan cepat menepis tangan ayahnya lalu dia pun menarik istrinya menjauh dari ayahnya sambil menatap ayahnya dengan tatapan tajamnya.
"Apakah aku baru saja melihat ayahku yang sesungguhnya?!" Tanya Rasyid yang tak percaya bahwa ayahnya benar-benar orang yang sangat kejam.
Padahal selama ini dia melihat ayahnya adalah orang yang sangat baik dan bersikap begitu tenang serta menyelesaikan segala masalah dengan kepala yang dingin.
Tuan grason bersama dengan istrinya dan juga putrinya sangat terkejut mendengar ucapan Rasyid, tetapi keterkejutan nya itu hanya berlangsung sebentar saja.
Setelah beberapa saat, Tuan Grason kembali menatap putranya dengan tatapan yang sangat marah, "kau benar, ini adalah ayahmu yang sebenarnya, ayahmu yang akan selalu melindungi keluarga ini terlepas dari apapun Yang terjadi! Bahkan ketika Ayah harus membunuh perempuan itu, ayah akan melakukannya asalkan martabat keluarga ini terus terjaga!!" Teriak tuan grason dengan nada suara yang sangat tegas.
__ADS_1
"Membunuh?! Ayah baru saja bilang kalau ayah akan membunuh istriku?!" Bentak Rasyid pada ayahnya dengan raut wajah tak percayanya.
Tuan grason menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang kini menjadi tenang, pria itu berkata, "Benar! Dia hanya perempuan kampung yang tidak memiliki keluarga. Tetapi dia datang ke keluarga kita menghina keluarga ini, maka Ayah memiliki hak untuk melakukan apapun padanya karena dia berani mengusik keluarga ini!! Jadi sekarang juga ketika Ayah masih berbicara baik-baik padamu, cepat serahkan perempuan itu pada ayah atau--"
"Apa yang baru saja kudengar?!" Tiba-tiba sebuah suara dari belakang Tuan Grason membuat semua orang menatap ke arah belakang dan sangat terkejut mendapati tuan besar grason sudah berada di sana sambil memegang tongkatnya ditemani oleh seorang pria yang merupakan asisten tuan besar grason.
Tuan besar Grason menatap putranya sambil berkata, "Apakah aku baru saja mendengar seseorang di sini hendak membunuh?"
Wajah Tuan grason langsung berubah menjadi pucat mendengar perkataan ayahnya, sementara Rasyid yang merangkul istrinya, ia merasa lega sambil melonggarkan rangkulannya pada istrinya lalu dia pun menunduk menatap istrinya, "kau baik-baik saja kan?" Tanya Rasyid dengan suara yang pelan.
"Tidak apa-apa," kata Rasyid dengan suara yang tenang sambil melirik ke arah ayahnya yang kini tidak mampu lagi berkata-kata setelah kekacauan di meja makan di pergoki oleh pemimpin keluarga grason.
Tuan besar grason pun menatap putranya, dan dia melihat bahwa putranya sangat terkejut sampai tak mampu berkata-kata lagi sehingga Tuan grason kemudian berkata, "semua orang kembali ke kamar, dan kau ikuti aku!" Perintah Tuan grason pada putranya sebelum dia berbalik meninggalkan ruang makan.
__ADS_1
Ayah Rasyid pun menatap ke arah putranya selama beberapa saat sebelum dia berbalik mengikuti tuan besar grason memasuki lift menuju lantai 3 rumah mereka.
Sementara Nyonya Grason, perempuan itu langsung mendekat ke arah putranya dengan tangan gemetar terulur ke belakang putranya, "astaga,, kau terluka sangat parah!" Ucap nyonya grason dengan sangat panik.
Driandra yang ada di sana pun juga sangat terkejut melihat pakaian kakaknya yang sudah sangat merah, "Ini semua karena kakak terlalu naif, bisa-bisanya melindungi perempuan itu! Sekarang kakak perlu pergi ke rumah sakit!!" Ucap Diandra dengan rasa cemasnya.
Karin pun menganggukkan kepalanya, "benar, kita harus ke rumah sakit sekarang!" Tegas Karin langsung menarik suaminya untuk pergi dari tempat itu.
Namun saat itu Nyonya Grason segera mengulurkan tangannya menahan Karin, "kau tetap tinggal di sini!!" Tegas nyonya grason yang tidak mau kalau Karin sampai ikut ke rumah sakit dan membuat kekacauan di sana.
Diandra pun menganggukkan kepalanya, "benar sekali, aku kehilangan perhiasanku, jadi kau harus di sini untuk menemaniku mencari barang itu!!" Ucap Diandra langsung membuat Rasyid mengerutkan keningnya mendengar ucapan adiknya.
Pria itu berbalik menatap adiknya sambil berkata, "apakah yang kau maksud adalah sebuah cincin?"
__ADS_1
Diandra dengan cepat mengangguk, "ya, itu adalah cincin pemberian ibu di hari ulang tahunku, Apakah kakak melihatnya? Aku rasa kakak ipar yang kembali mencuri perhiasanku, karena tadi ketika aku membawa paper bag ke dalam kamarku, dia sempat mengikutiku ke dalam kamar dan sempat juga berdiri di dekat meja tempat perhiasanku diletakkan!" Tegas Diandra pada kakaknya.