
Hari ini, Karin tidak ingin pergi ke kantor suaminya, Dia memutuskan untuk bermalas-malasan di apartemen karena dia sedang menunggu barang pesanannya.
Sambil menunggu kurir datang mengantar barang yang ia pesan, Karin berolahraga sambil menonton TV.
Ia berlari di atas treadmill dengan tetapan tertuju ke arah layar TV yang sedang menampilkan acara masak memasak.
Tak berapa lama kemudian, bel apartemen dibunyikan oleh seseorang sehingga Karin dengan cepat mengambil jubah miliknya lalu pergi membuka pintu tanpa melihat Siapa yang datang.
Namun ketika dia membuka pintu, Karin sangat terkejut mendapati nyonya grason dan putrinya sedang berdiri di depan apartemen dengan tatapan yang tidak senang ditujukan pada Karin.
"Ibu," ucap Karin dalam raut wajah terkejutnya.
"Jangan menghalangi jalan!" Gerutu Nyonya grason sambil mendorong Karin ke samping lalu perempuan itu langsung masuk ke dalam apartemen diikuti oleh Diandra.
__ADS_1
Karin yang melihat itu langsung menggertakkan giginya dan dia hendak masuk kembali ketika seorang kurir berlari menghampirinya.
"Ada paket untuk Nona," ucap sang kurir menyerahkan sebuah paket pada Karin.
"Terima kasih," ucap Karin sambil tersenyum ke arah kamera sang pria sebelum dia masuk ke apartemennya menyusul 2 perempuan yang tadi menerobos masuk.
Sambil membawa paket yang ada di tangannya, Karin memperhatikan Diandra yang langsung duduk di sofa sambil memegang remote TV, sementara ibu mertua Karin tak kelihatan di tempat itu.
Tetapi Karin langsung membawa paket itu ke belakangnya sambil berkata, "ini barang milikku!"
"Apa?! Kau tidak mau memperlihatkannya padaku?!! Kau pikir kau membeli barang itu menggunakan uang siapa?! Uang Kakak ku, kakak kandungku!! Jadi Jangan berpikir bahwa aku tidak memiliki hak untuk melihat barang yang kau beli itu!!" Teriak Diandra sambil mengulurkan tangannya ke belakang Karin untuk mendapatkan paketnya tetapi Karin dengan cepat mendorong perempuan itu menjauh.
Diandra yang didorong merasa sangat kesal, dan dia hendak mengulurkan tangannya memberi pelajaran pada Karin ketika dia teringat masa saat dia ditampar oleh Karin dan ayahnya dibanting oleh Karin.
__ADS_1
Maka Diandra menggertakkan giginya sambil berbalik meninggalkan Karin menuju dapur.
Karin yang melihat itu hanya tersenyum sinis sambil berjalan pergi menuju kamarnya, namun ketika dia membuka pintu Dia sangat terkejut saat melihat kamarnya Sudah berantakan.
"Ibu!!" Teriak Karin sambil meletakkan paketnya ke dalam salah satu lemari kecil di kamar tersebut sebelum dia berjalan ke arah ruang ganti dan melihat ibunya sedang membongkar lemari.
"Apa yang ibu lakukan?!" Tegas Karin sambil berjalan menghampiri ibunya untuk menghentikan perempuan itu mengacak-acak lemari pakaian miliknya.
"Jangan menghentikanku!!" Teriak nyonya grason yang saat ini sedang mencari perhiasan yang dicuri oleh Karin dari rumahnya.
Melihat kelakuan Ibu mertuanya, maka Karin pun akhirnya membiarkan saja perempuan itu mengacak ngacak lemari pakaiannya, tetapi sambil melihat ibu mertuanya, Karin lalu berkata, "Sebenarnya apa yang Ibu cari?!"
Mendengar pertanyaan Karin, maka Nyonya grason langsung menatap Karin dengan tatapan melotot, "jangan berpura-pura tidak tahu!! Jelas-jelas ketika kau datang ke rumah kami mengambil barang-barangmu yang tertinggal di rumah, kau mencari waktu di mana Kami tidak ada di rumah dan saat itu juga aku kehilangan perhiasanku yang bernilai ratusan juta!! Jadi sekarang sebelum ku laporkan kau ke polisi, cepat kembalikan perhiasan itu padaku!!" Teriak Nyonya grason pada Karin.
__ADS_1