
Pada keesokan paginya ketika Karin terbangun, perempuan itu mendapati suaminya tidak ada di kamar sehingga dia pun memeriksa seluruh ruangan yang tersambung ke kamarnya namun tidak menemukan suaminya di manapun.
Dengan begitu, Karin segera turun ke lantai bawah dan melihat suaminya baru saja keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi makanan.
"Kau sudah bangun, Aku baru saja akan pergi ke kamar untuk membawa sarapan," ucap Rasyid sembari mendekati istrinya.
"Badanku sakit-sakit semua, Apakah kemarin aku tidur dalam posisi yang salah?" Keluh Karin sambil mendekati suaminya hingga membuat Rasyid merasa cemas pada istrinya.
"Mau ku pijat sebentar sebelum sarapan?" Tanya Rasyid.
Karin menggelengkan kepalanya, "tidak, sekarang Aku sangat lapar, nanti dipijatnya setelah makan saja. Tidak perlu naik ke kamar juga, aku males menaiki tangga, kita makan di sana saja," ucap Karin langsung membuat terasyid mengganggukan kepalanya lalu pria itu berjalan bersama istrinya ke ruang makan.
Di sana sudah ada Diandra dan kedua orang tuanya yang sarapan sehingga mereka semua langsung menoleh ke arah Karin ketika melihat kedatangan dua orang itu.
"Wajahmu agak pucat, kau baik-baik saja?"! Tanya Nyonya Grason sambil memperhatikan wajah menantunya.
__ADS_1
Karin tersenyum sambil duduk di kursi yang ditarikkan oleh suaminya, "aku baik-baik saja bu, tapi hanya kelelahan saja, sepertinya kemarin malam aku tidur dalam posisi yang salah," ucap Karin langsung membuat Rasyid kebingungan karena kemarin istrinya tidur sama seperti di hari-hari biasanya.
Meski begitu, Rasyid tidak mengatakan apapun dan hanya melayani istrinya sambil mendengarkan ibunya yang berbicara.
"Itu biasanya karena kualitas tidur yang tidak bagus, nanti biar Ibu buatkan minuman herbal untukmu," ucap nyonya grason.
"Terima kasih Bu, dan Maaf sudah merepotkan," ucap Karin.
"Tidak ada yang merepotkan, Kau adalah anak Ibu, jadi Sudah seharusnya ibu melakukan apa yang terbaik untukmu," ucap Nyonya grason semakin melebarkan senyuman karin.
Tetapi saat itu, dia benar-benar merasa tidak tenang melihat nasi goreng tersebut, penampakannya membuatnya merasa mual, dan bau bawang dari masakan itu semakin menambah mualnya hingga Karin pun mendorong makanan itu menjauh darinya.
"Ada apa sayang?" Tanya Rasyid.
"Umhh,, aku,, ughh,," karin menutup mulutnya dengan kedua tangannya sebelum perempuan itu berdiri lalu berlari ke toilet yang dekat dengan ruang makan.
__ADS_1
"Huekkk!! Huek!!!" Karin memuntahkan isi perutnya ke dalam toilet hingga membuat Rasyid yang mengikuti istrinya langsung panik memegangi tubuh Perempuan itu.
Tiga orang yang sedang sarapan juga tidak sarapan lagi, mereka kini berdiri di ambang pintu memperhatikan Karin yang langsung menyandarkan seluruh tubuhnya pada suaminya Setelah muntah.
Maka Nyonya grason dengan cepat mengambil air putih lalu memberikannya pada Karin, "minum ini," ucap Nyonya grason langsung membuat Rasyid membantu istrinya meminum air putih tersebut.
Tetapi ketika Karin merasakan air putih itu, wajah Karin langsung berubah buruk karena rasanya yang begitu pahit dan seperti meminum air besi.
"Ada apa?" Tanya nyonya grason yang terkejut dengan ekspresi menantunya.
Tetapi Karin baru akan menjawab ketika tiba-tiba saja sebuah dorongan dari perutnya langsung membuat perempuan itu dengan cepat membuka tutup kloset dan kembali memuntahkan isi perutnya ke dalam kloset.
"Huekk!!! Hueekkk!!"
Semua orang yang ada di sana menjadi sangat panik, bahkan Diandra dengan cepat mengambil ponselnya dan menelpon dokter keluarga agar datang ke rumah mereka.
__ADS_1