Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
27


__ADS_3

"Kau tidak boleh tidur terlentang, jadi kau harus tidur menyamping," kata Karin sambil memperbaiki posisi bantal yang ada di sana sebelum dia menyibak selimut dan membiarkan suaminya naik ke tempat tidur terlebih dahulu untuk mendapatkan posisi yang nyaman.


🌞🌞🌞


Setelah suaminya tidur, barulah Karin kemudian naik ke tempat tidur lalu mendekati pria itu dan langsung memeluk Rasyid.


Karin pun melemparkan senyum ke arah suaminya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir pria itu. Setelahnya, Karin terdiam memperhatikan wajah suaminya yang tampak sangat tampan dan masih sangat muda, 'benar-benar sulit untuk mempercayai bahwa ini adalah kenyataan,' ucap Karin dalam hati.


Sementara Rasyid, dia juga menatap istrinya, "kau,, Apa kau akan tidur sambil memelukku seperti ini?" Tanya Rasyid yang saat ini merasa begitu tegang dengan sesuatu dalam dirinya begitu sulit untuk ia kendalikan.


Tangannya bahkan terasa begitu kaku, sebab dia berusaha menahan tangannya agar tidak bergerak menyentuh tubuh istrinya yang saat ini benar-benar membuatnya kegerahan, apalagi perempuan itu menggunakan pakaian tidur yang tipis, benar-benar sebuah ujian baginya!


Namun Karin bersikap biasa saja sambil berkata, "Kenapa kau tidak balas memelukku? Apakah begitu sakit kalau kau menggerakkan tanganmu?"

__ADS_1


"Eh? Tidak," jawab Rasyid akhirnya memberanikan diri membalas pelukan perempuan itu, dan saat ini dia merasakan hangat tubuh mereka bersatu hingga Rasyid pun memejamkan matanya.


Karin yang melihat itu hanya bisa tersenyum sambil ikut memejamkan matanya, dan dia pun berkata, "kalau kau tidak suka dengan posisinya, kau bisa katakan padaku."


"Aku suka," Jawa Rasyid sambil membuka matanya lalu melihat istrinya yang sedang memejamkan matanya, wajah mereka begitu dekat hingga Rasyid pun bisa mencium aroma menenangkan dari tubuh Perempuan itu.


Beberapa detik kemudian Rasyid tersenyum sambil mendekatkan bibirnya ke arah bibir istrinya, cup!


Ciuman dari suaminya langsung membuat Karin membuka kembali matanya dan menatap pria di depannya, "kau belum mengantuk?" Tanya Karin.


"Bukankah kita belum melakukan malam pertama? Bagaimana menurutmu kalau sekarang?" Tanya Karin sambil membelai pipi suaminya.


Deg! Deg!

__ADS_1


Rasyid bisa merasakan jantungnya berdegup amat kencang setelah mendengar ucapan istrinya, dan saat ini dia sama sekali tidak merasakan sakit pada punggungnya yang terluka, seolah-olah luka itu sembuh dengan sangat cepat karena dia mendengarkan ucapan istrinya.


Melihat suaminya yang terdiam, maka Karin pun kembali mencium suaminya, namun kali ini bukan ciuman yang singkat melainkan ciuman yang dalam dan penuh hasrat.


Rasyid terkejut dengan keahlian istrinya berciuman, tetapi pria itu pun tetap membalas ciuman istrinya dengan tangannya yang kini semakin berani bergerak di sekitar tubuh istrinya.


Setelah beberapa saat berciuman, Karin kemudian berkata, "Apa kau baik-baik saja dengan punggungmu?"


"Ya," jam Rasyid sambil mengarahkan tangannya memegang kepala istrinya sebelum dia kembali mencium perempuan itu.


Tindakan suaminya membuat Karin tersenyum konyol dalam hatinya, dan saat ini Dia teringat akan malam pertamanya dengan suaminya di kehidupan sebelumnya, di mana saat itu suaminya lah yang lebih banyak bertindak, namun saat ini dia berpikir bahwa dialah yang harus mengajari suaminya.


Maka Karin perlahan-lahan mengangkat sebelah kakinya selalu diletakkan di atas tubuh suaminya sebelum dia semakin merapatkan tubuhnya ke arah pria.

__ADS_1


Cup cup cup....


__ADS_2