
Sore hari ketika jam pulang kantor tiba, Karin dan Rasyid langsung pergi menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan terlebih memeriksakan luka Rasyid yang ada di punggungnya.
Keduanya sama-sama menjalani pemeriksaan kesehatan sampai akhirnya mereka menunggu hasil pemeriksaan di sebuah ruang tunggu yang disiapkan untuk para pasien.
Sambil menunggu, Rasyid memainkan tangan istrinya sambil berkata, "sayang, Hari ini mau makan malam apa?"
"Hm,, bagaimana dengan sea food?" Tanya Karin yang teringat bahwa di kehidupan sebelumnya suaminya sangat menyukai sea food sehingga dia merindukan masa-masa ketika mereka makan sea food bersama-sama.
"Tentu sayang, kau mau makan di apartemen atau kita singgah makan di restoran?" Tanya Rasyid.
"Di apartemen saja," jawab Karin yang tidak ingin bila pria itu terlalu lama berada di luar hingga kelelahan dan membuat sakitnya semakin parah.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu biar ku pesan dulu makanannya," ucap Rasyid sambil mengambil ponselnya lalu dia pun menggerak-gerakkan tangannya di atas layar ponselnya untuk melihat menu makanan sea food yang bisa mereka pesan.
Karin juga ikut menatap layar ponsel suaminya, "Ayo pesan satu yang rasanya pedas," ucap Karin yang ingin makan makanan pedas namun dia tahu bahwa suaminya tidak mungkin bisa makan makanan yang terlalu pedas karena saat ini suaminya sedang sakit. Selain itu, suaminya memang tidak terlalu menyukai makanan pedas.
Rasyid yang mendengar ucapan istrinya langsung mengikuti perintah perempuan itu dengan memilih makanan pedas dan juga beberapa makanan lainnya yang ditunjuk oleh istrinya.
Saat mereka asyik melihat menu-menu yang hendak mereka makan hari itu, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri mereka yang mana ketika Karin mengangkat wajahnya ia melihat Kartika sedang berdiri menatapnya.
"Kak Karin!" Ucap Kartika langsung membuat Karin berdiri.
"Aku datang mengantar kakakku yang melakukan check up, tapi Kak Karin dan Kak Rasyid sendiri di sini sedang apa?" Tanya Kartika sambil menatap ke arah Rasyid yang terdiam sambil memegang ponselnya.
__ADS_1
"Ah, kami datang melakukan pemeriksaan kesehatan biasa, tapi Memangnya ada apa dengan kakakmu?" Tanya Karin.
"Ah, sepertinya Kak Karin belum tahu, kakakku didiagnosa terkena kanker tulang beberapa waktu yang lalu. Tapi sekarang keadaannya sudah membaik, dan kami hanya datang melakukan check up rutin saja. Sepertinya aku sudah datang mengganggu, Kalau begitu aku pamit pergi dulu, masih ada yang harus ku jrus," ucap Kartika langsung dijawab anggukan Karin hingga Kartika pun pergi dari sana.
Setelah Kartika pergi, Karin langsung menatap ke arah suaminya dan melihat wajah pria itu tampak terkejut dengan berita yang baru saja mereka dengarkan sehingga Karin kembali duduk di samping suaminya sambil menglurkan tangannya memegang tangan suaminya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Karin dengan tetapan tertuju pada suaminya.
"Ya," jawab Rasyid.
"Baguslah," ucap Karin yang tidak mau membahas masalah kembaran suaminya, karena dia tahu bahwa hubungan mereka tidak baik hingga saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal tersebut apalagi suaminya sedang sakit.
__ADS_1
Namun dalam hati, Karin merasa cemas, Dia teringat akan kehidupan masa lalu di mana nyawa kembaran suaminya juga tak terselamatkan di usia remaja karena terkena kanker tulang.
'Apakah di kehidupan saat ini kembaran suamiku juga tidak akan bisa bertahan?' ucap Karin dalam hati yang merasa sedih pada Deris, tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena dia bukanlah seorang dokter.