Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
38


__ADS_3

"Kau mencari waktu di mana Kami tidak ada di rumah, dan saat itu juga aku kehilangan perhiasanku yang bernilai ratusan juta!! Jadi sekarang sebelum ku laporkan kau ke polisi, cepat kembalikan perhiasan itu padaku!!" Teriak Nyonya grason pada Karin.


🌊🌊🌊


Karin yang mendengarkan ucapan Ibu mertuanya kini mengerutkan keningnya, karena memang beberapa waktu yang lalu dia pergi ke rumah keluarga grason untuk mendapatkan beberapa barang suaminya, tetapi Tentu saja dia tidak mencuri dari rumah itu.


"Ibu, sepertinya Ibu sudah salah orang, Meski aku pergi ke rumah Ibu, bukan berarti aku mengambil barang-barang ibu. Juga, saat aku berada di sana ada pelayan yang mengawasiku, jadi Kenapa Ibu berpikir bahwa aku mencuri perhiasan milik ibu?!" Tanya Karin yang benar-benar kesal pada perempuan di depannya.


"Kau Jangan membantah, aku sudah menanyai seluruh pelayan yang ada di rumah dan tidak ada satupun dari mereka yang mengaku mengawasimu selama kau datang ke rumah!! Bahkan mereka mengatakan sempat melihatmu berdiri di depan kamarku, Jadi sekarang juga cepat perlihatkan perhiasan itu padaku!! itu adalah perhiasan yang diberikan oleh ibu mertuaku dan sangat berarti untukku!!!" Bentak Nyonya Grason Yang benar-benar marah atas hilangnya perhiasan milik nya.

__ADS_1


"Ibu ini benar-benar konyol, Memangnya Saat itu Ibu tidak mengunci pintu kamar ibu? Atau Ibu menyimpan perhiasan ibu di tempat yang bisa dimasuki oleh sembarang orang?" Ucap Karin sambil berjalan pergi meninggalkan Ibu mertuanya dan dia tidak peduli lagi kalau perempuan itu mengajak ngacak apartemennya.


Sementara Nyonya Grason yang mendengarkan ucapan menantunya, dia mengerutkan keningnya dan merasa bahwa apa yang dikatakan Karin memang benar.


'Aku menyimpan perhiasan itu di dalam brankas, dan yang mengetahui sandi brankas itu hanya aku dan suamiku saja,' ucap Nyonya Grason sebelum dia keluar dari ruang ganti dan mendapati kamar mandi sudah tertutup lalu suara shower terdengar dari kamar mandi.


Nyonya grason pun tidak terlalu mempedulikan masalah tersebut, dia hanya berjalan keluar dan mendapati putrinya sedang duduk di depan TV sambil menikmati segelas jus.


"Lho kenapa?! Kan cuma dia satu-satunya orang yang ada di rumah ketika perhiasan Ibu menghilang! Lagi pula, sudah 2 kali dia mencuri perhiasan di rumah dan perhiasan di rumah tidak pernah hilang selama Karin tidak ada di rumah!!" Ucap Diandra pada ibunya.

__ADS_1


"Ibu menyimpan perhiasan itu di dalam brankas, dan yang mengetahui sandi brankas itu cuma Ibu dan ayahmu saja, juga ketika di pagi hari Ibu meninggalkan rumah, Ibu juga mengunci kamar Ibu, jadi bagaimana bisa Karin masuk ke dalam kamar?!" Ucap Nyonya Grason yang sebelumnya tidak memikirkan masalah itu karena dia langsung merasa kesal ketika mengetahui Karin datang ke rumahnya di hari ketika perhiasannya menghilang.


"Lalu Memangnya Ibu menuduh Ayah yang mencuri perhiasan Ayah Karena Dia Yang mengetahui sandi brankas ibu? Memangnya ayah mau mencuri perhiasan dari istrinya sendiri ketika dialah yang memberikan perhiasan pada istrinya?" Gerutu Diandra sambil menatap ibunya dengan tatapan sinis.


Mendengar ucapan putrinya, maka Nyonya Grason segera berjalan ke arah sofa tunggal dan duduk di sana dengan perasaan yang kalut, "ayahmu tidak mungkin mengambil perhiasan itu karena perhiasan itu diberikan oleh nenekmu untuk ibu," ucap Nyonya Grason yang kini bingung sendiri ke mana perhiasannya menghilang.


"Ibu ini sangat aneh, tentu saja yang mengambilnya adalah Karin!! Para pelayan sudah menyatakan kalau mereka melihat Karin berdiri di depan pintu kamar ibu, dan juga dia satu-satunya orang yang datang ke rumah kita di hari perhiasan Ibu menghilang. Mungkin saja dia mencuri kunci kamar milik ibu dan juga,,, apa Ibu menulis sandi brankas ibu di suatu tempat? Misalnya di catatan harian ibu atau--"


Pupil mata Nyonya grason melebar menatap putrinya, "Benar!! Ibu menulisnya di sebuah kartu yang ibu bawa laci!! Jangan-jangan,,," Nyonya Grason menggertakkan giginya sebelum dia berdiri lalu pergi menuju kamar Karin dan menggedor-gedor pintu kamar Karin.

__ADS_1


Dor dor dor...


__ADS_2