
"Aku dengar kau masuk ke kantor polisi?" Tanya Rasyid memulai pembicaraan.
🐬🐬🐬
Karin berusaha menahan rasa harunya sambil menatap suaminya, lalu dia pun berkata, "Apa kau yang mengeluarkan ku dari sana?"
Setelah berbicara, Karin merasakan air mata langsung menggenang di pipinya sehingga dia dengan cepat tertunduk mengusap air matanya.
Dia berusaha menenangkan dirinya karena perasaan bahagia yang begitu membuat, namun pada akhirnya dia malah menangis di depan Rasyid.
"Hiks,, hiks,, hiks,," sekuat tenaga Karin menahan tangisannya, tetapi terlalu sulit untuk ia lakukan hingga membuat Rasyid terdiam di tempatnya menatap perempuan di depannya yang terus menangis. Meski begitu, Rasyid tetap mengambil sapu tangannya lalu mengulurkannya ke hadapan Karin hingga membuat Karim terkejut.
Dia tak menyangka bahwa Rasyid akan memberikannya sapu tangan miliknya sehingga dengan tangan yang agak gemetar Karin kemudian mengambil sapu tangan itu lalu dia menggunakannya menyeka air matanya.
Saat mencium aroma sapu tangan itu, dia benar-benar terkejut karena aromanya bahkan sama dengan aroma khas yang biasa ia nikmati ketika bersama-sama dengan suaminya.
__ADS_1
"Hiks,, hiks,, hiks,," Karin jadi semakin keras menangis sebab dia terlalu haru dan terlalu bahagia serta terlalu tak percaya dengan apa yang terjadi.
Karin bahkan membutuhkan waktu sekitar 15 menit sebelum dia merasa lebih baik lalu perempuan itu pun menatap sapu tangan yang telah Ia gunakan.
Sapu tangan itu kini menjadi sangat kotor karena ingus dan juga air matanya, sehingga Karin memegang erat-erat sapu tangan itu sambil mengangkat wajahnya menatap pria yang masih duduk di hadapannya dengan mata yang begitu tenang menatap ke arahnya.
"Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Rasyid pada istrinya.
Karin dengan cepat menganggukkan kepalanya "aku,, bolehkah aku meminta satu hal?" Tanya Karin dengan nada suara yang begitu hati-hati karena saat ini dia sedang berusaha memastikan pikirannya dan ingatan Karin tentang pria yang ada di depannya.
"Aku tidak tahu Apakah kau bisa memenuhi permintaanku atau tidak, Tapi aku hanya akan mengatakannya saja. Sebenarnya Aku berharap kau mau memberikanku satu pelukan," ucap Karin sambil meramas gaun yang ia kenakan karena dia begitu greget menunggu jawaban pria yang ada di depannya.
Apalagi saat itu, Rasyid sempat menyipitkan matanya dan menatap Karin dengan sangat seksama sehingga membuat jantung Karin semakin berdebug amat kencang.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Rasyid menjawab pertanyaan Karin dengan berkata, "tentu."
__ADS_1
Jawaban itu sangat mengejutkan Karin hingga membuat melongo di tempatnya karena tak menyangka bahwa ternyata pria di depannya mau memberikan pelukan untuknya.
Bahkan saat ini, pria itu telah berdiri lalu berjalan ke arahnya hingga membuat Karin dengan cepat berdiri.
Dia terus menatap Rasyid yang semakin dekat ke arahnya sampai pria itu mengulurkan dua tangannya sebagai pertanda bahwa Karin boleh mendekat ke arahnya.
'Aku tidak percaya ini, aku tidak percaya ini!' ucap Karin dalam hati langsung masuk ke pelukan pria itu sambil menahan diri agar tidak menangis.
Saat ini dia kembali mengingat Bagaimana suaminya meninggal, tetapi sekarang dia kembali bertemu dengan pria itu dan bahkan berpelukan dengannya.
'Aku akan menganggap ini sebagai masa muda yang diputar kembali dalam jalan yang berbeda dan di tempat yang berbeda.' ucap Melisa dalam hati sebelum dia terisak di pelukan suaminya karena tidak bisa menahan rasa bahagianya.
Rasyid pun memeluk perempuan itu sambil mengelus punggung Karin, dan dia merasa lega bahwa saat ini hubungannya dengan istrinya tampak telah membaik.
🦭 bocoran bab berikutnya akan terbit di youtube dengan #noveltoraja
__ADS_1