
Setelah selesai makan siang bersama Ibu mertuanya, Karin bersama Nyonya Grason lalu berjalan-jalan di pusat perbelanjaan.
Mereka membeli beberapa barang dari brand-brand mewah yang merupakan barang-barang limited edition.
Bahkan, Karin terkejut ketika yang membayar semua barang-barangnya adalah ibu mertuanya sehingga membuat Karin merasa bahwa ibu mertuanya sudah semakin mempercayainya dan menerimanya sebagai seorang menantu.
Keduanya pun terus berjalan-jalan karena saat ini nyonya grason masih ingin membeli sebuah perhiasan sehingga mereka memasuki sebuah toko perhiasan.
"Selamat datang," seorang pelayan toko menyambut mereka ketika mereka baru memasuki toko.
Karin melemparkan senyumnya pada pelayan itu sebelum dia dan ibu mertuanya terus melangkahkan kaki lalu mereka melihat-lihat perhiasan yang ada di toko tersebut.
"Perhiasan seperti apa yang kau sukai?" Tanya Nyonya Grason langsung membuat Karin memperhatikan perhiasan-perhiasan yang dipajang di etalase.
"Aku suka perhiasan yang berhiaskan berlian," ucap Karin dengan tatapannya tertuju pada sepasang anting-anting yang dipajang di kotak berwarna biru safir.
Nyonya Grason pun menangkap arah tatapan Karin sehingga Nyonya Grason berkata, "Kami ingin melihat anting-anting itu!"
Karin tersenyum mendengar ucapan Ibu mertuanya karena dia tak menyangka Ibu mertuanya akan memperhatikan tatapannya.
Maka Karin pun memperhatikan Pelayan toko yang mendapatkan anting-anting yang dimaksud oleh Nyonya grason lalu ketika anting-anting tersebut sudah diletakkan di hadapan mereka, mata Karin langsung berbinar-binar menatap perhiasan itu.
'Aku ingat, ibu mertuaku juga memberikan perhiasan yang sama seperti ini di kehidupan sebelumnya. Kalau tidak salah, harganya mencapai 350 juta,' ucap Karin dalam hati sambil mengangkat wajahnya menatap pelayan yang ada di hadapan mereka.
"Ini sangat bagus, bolehkah saya mengetahui harganya?" Tanya Karin yang merasa penasaran dengan harga perhiasan tersebut Apakah sama dengan harga perhiasan yang diberikan Ibu mertuanya di kehidupan sebelumnya ataukah ada perbedaan.
"Ini adalah barang eksklusif. Baru saja datang hari ini dan hanya ada dua set di dunia," ucap sang pelayan sambil mengambil kartu perhiasan tersebut lalu menyerahkannya pada Karin.
Karin dan nyonya grason langsung memperhatikan kartu yang diberikan oleh pelayan dan Karin terkejut karena nominal yang ada di sana memang sama dengan yang ditebak oleh Karin.
Saat itu Karin belum berkata apa-apa ketika Nyonya Grason terlebih dahulu berbicara, "tolong bungkuskan untuk kami!"
__ADS_1
Setelah berbicara, Nyonya Grason menyerahkan kartunya pada pelayan hingga membuat Karin menoleh ke arah Ibu mertuanya dengan tatapan penuh tanya.
Nyonya grason pun melemparkan senyumnya pada putrinya, "Itu hadiah pertama dari ibu untuk mu, Jadi kau tidak boleh menolaknya. Ah,, Ayo bantu ibu mencari gelang, Ibu mau memakainya untuk arisan minggu depan," ucap Nyonya Grason langsung menarik Karin ke arah etalase lain untuk melihat-lihat.
Maka Karin pun hanya bisa mengikuti Ibu mertuanya hingga Karin membantu perempuan itu memilih perhiasan yang menurutnya sesuai dengan gaya Ibu mertuanya.
Setelah mereka selesai berbelanja di toko perhiasan, Karin tiba-tiba saja mau makan es krim sehingga perempuan itu melihat ke arah toko es krim yang tak jauh dari mereka.
"Ibu, Ayo pergi ke sana," ucap Karin langsung membuat Nyonya Grason menoleh ke arah toko yang ditunjuk oleh Karin.
"Kau mau makan es krim?" Tanya Nyonya grason Sambil melangkahkan kakinya sejajar dengan langkah Karin menuju toko es krim.
"Iya Bu,, tiba-tiba saja Aku mau makan es krim rasa matcha," ucap Karin sambil tersenyum senang dengan air liur yang terasa membanjiri mulutnya karena sudah tidak tahan lagi untuk mencicipi es krim rasa matcha.
Maka setelah mereka tiba di toko tersebut, Karin langsung memesan es krim rasa matcha dan tak lupa pula memesan satu kotak besar es krim rasa matcha untuk ia bawa pulang ke rumah.
Hal itu membuat Nyonya Grason keheranan, "satu kotak es krim semuanya rasa matcha, Kenapa tidak dicampur-campur?" Tanya Nyonya Grason yang merasa aneh dengan Karin. Tidakkah Karin akan muak menghabiskan satu kotak besar es krim yang semuanya rasa matcha?
"Ah, coklat campur strawberry," ucap Nyonya Grason langsung membuat Karin memesankan juga untuk ibu mertuanya sebelum kedua orang itu menunggu pesanan mereka sambil duduk di meja yang telah disediakan.
Saat mereka baru duduk, tiba-tiba saja seorang perempuan datang menghampiri mereka hingga membuat Karin terkejut menatap ke arah perempuan itu karena ternyata dia adalah Kartika yang sedang bersama dengan ibunya dan juga seorang pria yang tak dikenali oleh Karin.
Tetapi saat itu, Karin bisa melihat wajah Ibu mertuanya langsung berubah kesal karena tentunya tidak senang melihat mantan istri suaminya mengganggu kebersamaannya dengan menantunya.
Meski begitu, Karin tetap bersikap sopan dengan berdiri lalu melemparkan senyuman pada tiga orang yang datang menemui mereka.
"Kalian di sini juga? Senang bertemu dengan kalian semua," ucap Karin sambil membungkuk, terutama pada ibu kandung suaminya.
Tetapi Saat itu, Ibu Kartika yang bernama Vena langsung menatap sinis ke arah nyonya grason.
"Ternyata kau di sini bersama dengan menantumu, aku dengar dari putriku kalau menantumu ini pernah masuk penjara, dan juga berasal dari desa serta tidak memiliki pendidikan yang bagus?!" Ucap Vena langsung membuat Nyonya Grason berdiri melototi Vena.
__ADS_1
"Kau pandai berbicara, Karin ini adalah istri dari anak kandung mu, Rasyid!!" Tegas Nyonya grason mengingatkan Vena kalau Karin juga adalah menantunya.
Tetapi Vena tersenyum kecut, "Putraku hanya ada satu, yaitu Deris!!" Tegas Vena dengan nada suara yang tinggi hingga membuat semua orang menatap ke arah mereka.
Karin pun merasa begitu risih dengan tatapan semua orang sehingga dia mendekati Ibu mertuanya sambil berkata, "Ibu, tidak baik menjadi tontonan orang lain, Ayo kita pergi saja. Maaf semuanya, Kami permisi dulu," ucap Karin langsung merangkul Nyonya gerakan menjauhi Ketiga orang yang ada di sana.
Tetapi ketika mereka berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja tangan Karin dicekal oleh seseorang dari belakang hingga membuat Karin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap orang yang mencekalnya ternyata adalah Vena.
"Maaf, apakah Anda masih ingin membicarakan sesuatu?" Tanya Karin dengan nada suara yang lembut seolah-olah dia sama sekali tidak marah pada Vena.
Hal itu membuat Vena tersenyum miring, "ini memang kau, Apa kau tidak ingat aku?" Tanya Vena pada Karin langsung membuat Karin mengerutkan keringnya dan dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh perempuan di hadapannya.
"Maaf, apa maksud Anda?" Ucap Karin dengan raut wajah bingung.
Mendengar ucapan Karin, maka Sang Perempuan pun melepaskan cekalannya pada tangan Karin sambil berkata, "ah,, Sepertinya aku sudah salah orang."
Karin Hanya mengukir sebuah senyuman tipis di wajahnya sebelum perempuan itu berbalik pergi meninggalkan Kartika dan kedua orang yang bersama-sama dengannya.
Kebetulan saat itu nomor antrian mereka telah disebut sehingga Karin dan nyonya grason langsung mengambil pesanan mereka lalu pergi meninggalkan toko.
"Perempuan gila itu, dia adalah perempuan gila!!!" Tegas nyonya grason yang selalunya merasa kesal pada Vena.
Karin Hanya tersenyum melihat ibu mertuanya, namun dalam pikirannya, perempuan itu merasa bingung dengan sikap nyonya grason yang tampak menjaga emosi di depan Vena.
'Padahal ibu mertua selalu tidak bisa menahan emosinya setiap kali bertemu dengan orang yang tidak disukainya, tapi kenapa dengan Vena dia tampak lebih menahan diri?' pikir Karin dalam hati yang merasa ada sesuatu yang tidak diketahui oleh karir menyangkut hubungan Vena dan nyonya Grason.
Meski begitu, Karin tidak menanyakannya pada ibu mertuanya dan berniat menanyakannya pada suaminya ketika ia berduaan saja dengan suaminya.
Sementara Kartika yang tinggal bersama ibu dan kekasihnya, Ketiga orang itu telah duduk bersama-sama di meja untuk menikmati pesanan es krim mereka.
"Ibu Kenapa tidak bisa menahan emosi? Padahal Karin juga adalah menantu ibu, dan Karin adalah perempuan yang sangat baik," ucap Kartika.
__ADS_1
Vena menghela nafas, "kau tidak pernah merasakan apa yang Ibu rasakan, Jadi kau tidak akan tahu betapa bencinya Ibu pada Karin dan perempuan itu!! Lagipula, perempuan itu tidak bisa mencari istri yang baik untuk putranya, bisa-bisanya memberikan istri model seperti itu untuk Rasyid? Benar-benar menyedihkan!!" Gerutu Vena yang kini menyesal bahwa sebelumnya dia tidak membawa kedua Putra kembarnya dan malah meninggalkan salah seorang di kediaman keluarga grason sehingga membuat putranya malah menikah dengan seorang perempuan tidak berkelas seperti Karin.