
Pada sore hari, Karin bersama dengan keluarganya akhirnya mendapatkan sebuah surat yang dikirim dari dokter yang memeriksa Karin lalu memegang surat itu sambil menatap semua orang yang sedang melihat ke arahnya.
"Aku akan membuka suratnya sekarang, apapun hasilnya, kalian tidak boleh terlalu sedih," ucap nyonya grason yang mana saat itu dia juga sangat deg-degan untuk membuka surat pemeriksaan Karin karena dia pikir dia akan sangat kecewa kalau ternyata Karin bukannya hamil melainkan perempuan itu menderita sebuah penyakit lain.
"Ibu terlalu banyak bicara, cepat buka!!!" tegas Diandra yang sudah tidak sabar untuk mengetahui Apa hasilnya karena dia ingin memiliki seorang keponakan.
Nyonya grason nenghela nafas dengan ucapan putrinya, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan hanya mulai membuka amplop yang ada di tangannya sampai akhirnya ia menarik surat pemeriksaan yang ada di amplop tersebut.
Begitu suratnya keluar, Diandra langsung berdiri lalu pindah posisi ke samping ibunya sambil memanjangkan lehernya menatap surat yang dibuka oleh ibunya.
Sementara Karin yang duduk dengan tangan masih diinfus, perempuan itu menggenggam erat tangan suaminya karena dia juga tidak sabar untuk mengetahui apa isi dari surat yang ada pada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Hah,,," Diandra melototkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika ia membaca hasil pemeriksaannya.
Perempuan itu hendak berbicara, tetapi ia di lototoi oleh Nyonya grason hingga membuatnya hanya bisa terdiam di tempatnya dan melihat ibunya tampak menahan kesenangannya.
Setelah beberapa saat terdiam, Nyonya Grason akhirnya mengukir sebuah senyum bahagia di wajahnya, "hamil!!!" Seru Nyonya grason sambil menyerahkan surat pemeriksaannya pada suaminya lalu perempuan itu beralih menghampiri Karin dan memeluk Karin dengan hangat.
"Kau hamil Sayang, kau akan segera menjadi seorang ibu!!!" Seru Nyonya grason penuh Kegembiraan.
"Iya benar!!!" Tegas nyonya grason yang juga merasakan matanya berkaca-kaca karena tak menyangka bahwa dia akan segera menjadi seorang nenek.
Rasyid yang ada di sana pun memeluk kedua perempuan itu dan dia benar-benar bahagia atas berita yang baru saja mereka dengar.
__ADS_1
Sementara Tuan grason, dia tidak mengatakan apapu, dia hanya berdiri lalu pergi meninggalkan semua orang untuk kembali menelpon ayahnya dan memberitahukan kabar tersebut.
"Aku akan segera menjadi Tante, kalau begitu hari ini kita harus melakukan USG untuk melihat keadaan bayinya!!!" tegas Diandra.
Nyonya grason dan Karin juga melepaskan pelukan mereka lalu Nyonya Grason menganggukkan kepalanya, "benar, hari ini kita lebih baik pergi ke klinik dokter, sekalian melepas infusmu, ibu akan menghubungi dokternya!!" ucap Nyonya grason sambil berdiri lalu perempuan itu pergi ke kamar untuk mendapatkan ponselnya.
Sementara Diandrq, ia berpindah duduk di samping kakak iparnya sambil memegang tangan kakak iparnya, "selamat kakak ipar, aku harap anaknya perempuan supaya aku bisa memiliki keponakan yang bisa didandani setiap hari!!!" tegas Diandra yang benar-benar bersemangat untuk memiliki seorang keponakan perempuan.
"Apapun jenis kelamin anaknya, yang penting dia sehat," ucap Karin sambil melirik ke arah suaminya dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari suaminya.
"Istriku benar, yang penting bayi dan ibunya sehat," ucap Rasyid.
__ADS_1
"Kalau begitu, kalian pergilah bersiap-siap, Aku juga mau pergi bersiap-siap karena aku ingin melihat hasil usg-nya," ucap Diandra sambil berdiri Lalu dia pergi meninggalkan kedua orang itu.