Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
66


__ADS_3

"lari!!" Teriak seorang perempuan menarik tangan Diandra menuju ke bangun fakultas teknik.


"Ada apa?" Gerutu Diandra berlari mengikuti temannya karena tangannya masih terus ditarik oleh temannya.


"Ada hal menarik di lapangan fakultas teknik, percepat langkah kakimu atau hal menariknya akan segera berakhir!!" Teriak teman diandra yang saat ini panik karena ia melihat ada banyak mahasiswa lain yang juga berlarian ke arah gedung fakultas teknik.


Sementara Diandra yang mendengarkan fakultas teknik, tidak mau bertemu lagi dengan orang-orang yang telah membullynya di sana.


Oleh sebab itu Diandra berusaha menghentikan larinya, tetapi temannya benar-benar tidak mau bekerja sama sehingga teman Diandra yang merupakan seorang lelaki terus menarik Diandra hingga mau tak mau Diandra mengikuti pria itu.


Ketika mereka sudah memasuki bangunan fakultas teknik, diandra menoleh ke samping kiri kanan dan yang ia lihat hanya orang-orang yang berlari menuju lapangan hingga Diandra merasa cemas.


'Bagaimana kalau aku bertemu dengan tiga perempuan idiot itu?' gerutu diandra dalam hati.


Tetapi ketika mereka tiba di lapangan, diandra menghentikan gerutuan dalam hatinya dan saat ini tatapannya tertuju pada Karin yang baru saja membanting seorang pria ke tanah.


'perempuan itu?!' Diandra terbengong di tempatnya sambil melihat ke arah lapangan mengabaikan semua teman-temannya yang sedang bersorak pada Karin.


"Kalahkan teknik!!"


"Kalahkan teknik!!"


"Kalahkan teknik!!"


Suara-suara itu terus bergema di lapangan yang luas di fakultas teknik, sementara Diandra terfokus melihat wajah Karin yang tampak tersenyum kecut ke arah 6 perempuan yang ada di hadapannya.


Beberapa saat kemudian, Diandra menoleh teman yang berdiri di sampingnya, "Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Diandra.


"Kau tidak melihat grup universitas? Perempuan yang ada di sana itu katanya sudah menghina fakultas teknik dan memukuli 3 perempuan dari fakultas teknik Para pengurus badan kemahasiswaan fakultas teknik mengamuk dan ingin memberi pelajaran padanya. Tapi kita terlambat, dan kelihatannya bukannya Para pengurus fakultas teknik yang memberi pelajaran tapi merekalah yang sudah dipermalukan!!" Ucap sang pria sambil mendengus kesal melihat Karin yang sudah berjalan meninggalkan lapangan.


Sementara Diandra yang melihat itu, dia dengan cepat berlari meninggalkan temannya hingga membuat sang pria terkejut lalu menyusul Diandra.

__ADS_1


"Kau mau ke mana?" Teriak sang pria.


Diandra yang mendengarkan teriakan temannya, ia tidak mengatakan apapun dan hanya terus berlari untuk menemui kakak iparnya.


"Kaka ipar!!" Teriak Diandra ketika dia sudah lebih dekat dengan Karin sehingga Karin pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Diandra yang berlari ke arahnya.


Erik yang saat itu juga berada tak jauh dari Karin kini terdiam bengong di tempatnya mendengar panggilan Diandra pada Karin.


Kakak ipar?!


Bahkan teman Diandra yang mengikuti Diandra juga sangat terkejut mendengar panggilan Diandra, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya terus mengikuti Diandra hingga Mereka berdiri beberapa langkah dari Karin.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Diandra dengan sorot mata penasaran menatap kakak iparnya.


Sementara Karin yang berdiri, perempuan itu tetap terdiam di tempatnya karena saat ini dia masih terkejut setelah mendengar panggilan kakak ipar yang dilontarkan diantar dari mulutnya.


Sementara Erik yang tak jauh dari Karin, pria itu akhirnya berjalan mendekati Karin dan menatap Karin dengan tatapan bingungnya.


Mendengar pertanyaan erik, maka Karin akhirnya tersadar lalu dia menatap Diandra, "Kau pikir aku membiarkan orang-orang yang menghina adik iparku? Meski kau terlihat galak, tapi kau juga tampak imut kalau sedang marah. Ngomong-ngomong yang di sampingmu itu, Apakah kalian saling menyukai?" Tanya Karin yang bisa melihat sorot mata pria yang bersama dengan Diandra tampak menyukai Diandra.


Bahkan ketika Karin selesai bertanya, Karin bisa melihat raut wajah pria yang bersama-sama dengan Diandra tampak berubah malu-malu.


Tetapi Diandra dengan cepat berkata, "tidak!! Aku tak pernah menyukai pria ini, dan lagi pula Siapa yang terlihat imut kalau sedang marah?! Kau jangan mengada-ngada, dan aku tidak akan pernah menyukaimu meski kau melakukan banyak hal untukku!!" Bentak Diandra dengan nada suara yang tinggi.


Hal itu membuat Karin kembali tersenyum, "lihatkan, kau terlihat begitu imut saat sedang marah, kalau kau tidak percaya padaku tanya saja pada temanmu itu, dia pasti menjawab iya," ucap Karin langsung membuat sang pria yang berdiri di samping Diandra kini dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Dia memang terlihat begitu cantik dan imut saat sedang marah, tapi ngomong-ngomong kau kakak iparnya Diandra?" Tanya sang pria langsung membuat Karin tersenyum mengangguk.


"Benar, aku kakak iparnya, tolong jaga Diandra, dia memang keras kepala tapi sebenarnya Dia anak yang sangat baik," ucap Karin sebelum dia menatap Erik, "Terima kasih sudah membantuku di sini."


Setelah berbicara, Karin pun meninggalkan tiga orang yang ada di sana dengan Erik yang paling syok setelah mendengar pengakuan Karin.

__ADS_1


Perempuan yang ia sukai telah menikah!!


Sementara diandra, ia berdiri mengepal kuat tangannya, dan saat ini dia sebenarnya ingin berterima kasih karena sudah membalaskan dendamnya pada orang-orang itu, tetapi Diandra dipenuhi oleh egonya sehingga perempuan itu hanya berbalik pergi meninggalkan lapangan dan kembali ke fakultas nya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya pria yang sedari tadi mengikuti Diandra.


Diandra mendengus kesal sambil duduk di bangku yang terletak di koridor kelas, "perempuan tadi adalah kakak iparku, dan aku sangat membencinya!! Sekarang aku lebih membencinya karena dia sok-sokan bersikap jagoan membantuku!!!" Gerutu Diandra.


"Hm,, mungkin kau terlalu percaya diri, Siapa tahu dia sebenarnya tidak membantumu tapi melakukannya untuk sesuatu yang lain?" Ucap sang pria langsung membuat Diandra menjadi sangat kesal.


"Kau gila?! Untuk apa perempuan berusia 24 tahun mencari gara-gara dengan anak kuliahan Kalau itu bukan untuk membela adik iparnya?!!" Teriak Diandra sambil melototi pria yang bersama-sama dengannya.


"A,, apa?! Kau bilang dia berumur 24 tahun? Bukannya dia seumuran denganmu?" Tanya sang pria langsung membuat wajah Diandra menjadi sangat murah.


"Jangan mengada-ngada, jangan membandingkan wajahku dengan perempuan berusia 24 tahun!!!" Bentak Diandra yang benar-benar terhina dengan ucapan pria di depannya.


"Ah,, Maafkan aku, aku hanya terkejut. Tapi kau sangat beruntung memiliki kakak ipar seperti dia, cantik dan awet muda. Apa lagi di--"


"Diam!!" Bentak Diandra menyelah ucapan pria di depannya.


"Ya sudah, Kalau kau memang tidak menyukainya, ya tidak usah memikirkannya, biarkan dia melakukan apapun yang dia sukai. Tapi ngomong-ngomong Kenapa kau bisa punya masalah dengan anak-anak fakultas teknik?" Tanya sang pria yang merasa begitu penasaran.


Diandra yang mendengarkan pertanyaan itu, ia kini kembali terdiam di tempatnya memikirkan pria yang ia sukai telah bertemu dengannya tetapi Erik bahkan tidak menatapnya sekalipun hingga membuat Diandra sangat kesal.


"Aku ingin membunuh seseorang, Bisakah kau menjadi orang itu?" Tanya Diandra sambil menatap temannya.


"Kalau kau bahagia karena membunuhku, maka kau bisa melakukannya," ucap sang pria sambil tersenyum ke arah Diandra.


"Dasar bodoh!!" Teriak Diandra akhirnya memukuli pria yang bersama-sama dengannya.


Buk buk buk...

__ADS_1


"Mati kau dasar sialan, kau pria tidak berguna, setan, iblis, anjing, babi, penyihir!!" Teriak Diandra terus memukuli pria yang bersama-sama dengannya untuk melepaskan amarahnya.


__ADS_2