Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
8


__ADS_3

Begitu Deris bersama kedua adiknya meninggalkan sel, dan mereka melewati bagian layanan administrasi kantor polisi, Kartika langsung mengulurkan tangannya memegang tangan kakaknya.


"Kak!" Panggil Kartika langsung membuat Deris menghentikan langkahnya lalu dia berbalik menatap adiknya yang saat ini dengan memperlihatkan wajah memelasnya.


"Jangan bilang kau menyuruhku untuk kembali membebaskan perempuan itu?!" Tanya Deris sambil menyipitkan matanya.


"I,, iya, Dia adalah orang yang baik, dia benar-benar baik! Kakak tahu sendiri kan aku paling sulit untuk berbicara dengan orang lain, tapi aku langsung dekat dengannya begitu aku pertama kali melihatnya, ini menandakan bahwa dia benar-benar baik!" Ucap Kartika yang entah kenapa dalam hatinya dia benar-benar berpikir bahwa Karin adalah orang yang sangat baik.


Tetapi Deris menghela nafas, "Jangan mengada-ngada, perempuan itu hanyalah penipu yang masuk ke dalam penjara ini, Bahkan dia baru saja berusaha menipu kita dengan memberikan iming-iming uang 250 juta!" Gerutu Deris pada adik perempuannya.


"Tapi Kak, Aku benar-benar memiliki firasat bahwa membantu perempuan itu keluar dari tempat ini adalah hal yang baik!" Ucap Kartika langsung membuat Deris menghela nafas dengan berat.

__ADS_1


Pria itu kemudian melepaskan tangan adiknya lalu balik merangkul adiknya sambil membawa perempuan itu keluar dari kantor polisi mengikuti Grace yang sudah lebih dulu meninggalkan mereka.


Kartika yang melihat tingkat kakaknya hanya bisa menatap kakaknya dengan tatapan yang memelas Dan mata berkaca-kaca berharap supaya hati pria itu menjadi luluh ketika melihat wajah memelasnya.


Sementara seorang polisi yang saat itu baru saja memasuki kantor polisi, ia mendekati salah satu rekannya yang bertugas sambil berkata, "hei, sial! Kenapa tidak ada satupun yang mengangkat teleponku?! Jenderal baru saja menghubungiku, katanya perempuan bernama Karin harus dibebaskan dari kantor polisi!! Jenderal juga berkata bahwa dia benar-benar istri sah dari Putra pertama keluarga grason!!!" Tegas sang pria.


"A,, apa?!"


"Dia dimasukkan oleh keluarga grason ke tempat ini, tapi kenapa sekarang kita disuruh membebaskannya?!"


Para pria terkejut sekaligus menggerutu dan juga kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Pria yang baru saja memasuki kantor polisi langsung menghela nafas dengan berat sambil berkata, "Aku tidak tahu, tapi itulah yang terjadi, aku benar-benar ditelepon oleh jenderal, Dan Dia menyuruh kita untuk membebaskannya!!! Sekarang ikuti saja perintah jenderal, cepat bebaskan dia atau kita semua akan kena imbasnya!"


Para polisi yang mendengarkan itu langsung menjadi ribut, sementara Deris bersama adiknya kini berbalik menatap semua polisi dengan Deris yang menyipitkan matanya karena merasa heran dengan informasi yang baru saja ia dengar secara tak sengaja.


"Sudah kubilang, Aku memiliki firasat yang baik untuknya, dan ternyata memang benar, dia adalah menantu keluarga grason yang diperlakukan dengan tidak baik!!!" Seru Kartika penuh rasa percaya diri.


Sementara Deris yang mendengarkan ucapan adiknya, ia menyipitkan matanya mengingat kembali pertemuannya dengan Karin ketika perempuan itu memanggilnya dengan sebutan sayang.


Ternyata karena dia mirip dengan suami dari perempuan itu.


Maka, Deris langsung berbalik menatap adiknya sambil berkata, "Bagaimana kau tahu kalau dia adalah menantu keluarga grason yang tidak diperlakukan dengan baik?"

__ADS_1


Pertanyaan kakaknya membuat Kartika menatap kakaknya dengan wajah penuh percaya diri, "lihat saja penampilannya, wajahnya meskipun cantik tapi tidak terawat, apalagi pakaiannya, sama sekali tidak ada yang bermerek, bahkan itu pakaian yang berasal dari pasar tradisional. Banyak teman sekolahku yang menggunakan pakaian seperti itu, dan Mereka semua berasal dari kayangan orang miskin yang keluarganya memiliki penghasilan di bawah UMR!" Ucap Kartika yang sepenuhnya percaya diri dengan dugaannya.


__ADS_2