
"Benar!! Ibu menulisnya di sebuah kartu yang ibu bawa laci!! Jangan-jangan,,," Nyonya Grason menggertakkan giginya sebelum dia berdiri lalu pergi menuju kamar Karin dan menggedor-gedor pintu kamar Karin.
Dor dor dor...
💪💪💪
"Perempuan sialan!! Buka pintunya sialan!!!" Teriak nyonya grason yang benar-benar marah pada menantunya karena perempuan itu telah menipunya habis-habisan.
Sementara Karin yang ada di dalam kamar mandi, perempuan itu belum selesai mandi sehingga dia menatap ke arah pintu dengan kening berkerut, 'ibu mertua ini benar-benar orang yang menyebalkan!' gerutu Karin dalam hati sambil meraih ponselnya yang diletakkan di pinggiran bak berendam lalu melihat pesannya belum dibalas oleh suaminya.
Oleh sebab itu, Karin hanya memperbaiki posisinya di dalam bak berendam lalu menikmati hangatnya air dalam bak berendam tanpa memperdulikan Ibu mertuanya yang terus berteriak padanya.
"Buka pintunya Karin!!" Teriak Nyonya Grason dengan perasaan kesalnya bersamaan dengan putrinya yang kini memasuki kamar Karin.
__ADS_1
"Ibu terlalu berisik, meskipun Ibu berteriak berkali-kali pun dia tidak akan mendengarkan Ibu, jadi sebaiknya berhenti saja," ucap Diandra sambil melihat-lihat kamar kakaknya sebelum dia berjalan ke ruang ganti dan melihat pakaian yang berserakan di lantai.
"Bagaimana bisa perempuan itu memiliki pakaian yang sangat banyak?!" Ucap Diandra sambil mengambil salah satu pakaian yang tergeletak di lantai lalu dia melihat merek pakaian itu.
"Sialan!!!" Teriak Diandra langsung keluar dari ruang ganti lalu menemui ibunya yang sudah duduk di pinggir ranjang sambil menatap kesal ke arah pintu kamar mandi.
"Ibu!! Apa Ibu tahu pakaian ini?!!" Ucap Diandra pada ibunya.
"Ibu!!" Diandra memperlihatkan pakaian itu tepat di depan mata ibunya sambil berkata, "ini koleksi terbaru dari brand xx, harga per potong pakaian ini mencapai 5 juta!! Lalu ibu lihat di dalam kamar ganti itu, ada banyak sekali pakaian yang berasal dari brand-brand mewah, kalau dihitung-hitung itu menghabiskan uang senilai ratusan juta untuk membelinya!!!"
"Apa?!!" Nyonya Grason baru menyadari masalah itu sehingga dia pun berdiri lalu berjalan ke ruang ganti Karin.
Tadinya dia tidak terlalu memperhatikan pakaian-pakaian Itu sebab perhatiannya hanya fokus untuk menemukan perhiasannya, namun sekarang perempuan itu kini melihat satu persatu pakaian yang telah Ia hamburkan di lantai lalu sangat terkejut mendapati bahwa pakaian itu memang berasal dari brand-brand mewah.
__ADS_1
Diandra pun memeriksa semua barang-barang Karin di kamar itu dan dia sangat terkejut ketika ia melihat koleksi perhiasan Karin.
"Ibu!! Lihat ini!!" Tegas Diandra sambil mengulurkan tangannya mengambil sebuah kalung yang diletakkan di lemari perhiasan.
"Itu,, itu kalung yang Ibu incar 1 tahun yang lalu, tapi tidak bisa mendapatkannya!!" Ucap Nyonya Grason Mengambil kalung Melisa dari tangan putrinya lalu memperhatikannya dengan jelas, "kalung ini senilai 120 juta!!!"
"Ibu jangan terkejut dengan satu kalung itu, lihat semua perhiasan yang ada di lemari ini!!" Ucap Diandra yang tak menyangka bahwa ternyata Karin memiliki koleksi perhiasan yang sangat banyak di apartemen kakaknya, dan koleksi itu tidak main-main!!
Semuanya berasal dari merek-merek mewah dengan harga yang fantastis. Kalau hanya ada satu atau dua, maka itu tidak masalah, tetapi di tempat itu bahkan ada puluhan perhiasan yang membuat Diandra tak habis pikir dari mana Karin mendapatkan semua uang untuk membeli perhiasan sebanyak itu, ditambah lagi dengan koleksi pakaiannya!!
Nyonya Grason juga langsung melototkan matanya, "menantu sialan itu!!" Gerutu Nyonya Grason hendak keluar untuk memaksa Karin segera keluar dari kamar mandi Ketika ia melihat putranya sudah berdiri di ambang pintu menatapnya.
"Apa yang kalian lakukan?!!" Bentak Rasyid yang sangat terkejut melihat keadaan rumah mereka.
__ADS_1