Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
59


__ADS_3

"Ibu sedang apa?" Tanya Diandra yang pergi ke dapur untuk mengambil minuman, Tetapi dia terkejut melihat ibunya sedang sibuk di dapur bersama seorang pelayan.


"Ibu membuat kue," jawab Nyonya grason dengan santai.


"Apa?! Ibu membuat kue?" Tanya Diandra sambil menghampiri ibunya lalu berdiri di samping ibunya memperhatikan ibunya yang sedang mencetak kue di atas loyang.


"Hm," jawab nyonya grason dengan nada suara yang begitu santai sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


"Kenapa tiba-tiba sekali?" Tanya Diandra yang selama ini tak pernah melihat ibunya membuat kue, karena setiap kali ada acara di rumah maka para pelayan lah yang membuat kue, lalu di depan semua orang diakui oleh ibunya sebagai kue buatannya.


Pokoknya, ibunya adalah orang yang tak pernah menginjakkan kakinya di dapur dan hanya mengandalkan semua pelayan di rumah untuk segala urusan masak-memasak.


"Ya, ibu akan membawakan ini untuk Kakak iparmu," jawab Nyonya grason langsung membuat Diandra menyemburkan air yang sedang ia minum.


Brrr...!!


"Diandra!!!" Langsung teriak Nyonya grason sambil mengangkat kedua tangannya melihat loyang yang telah berisi cetakan kue kini basah karena semburan air dari mulut putrinya.


Sementara Diandra, perempuan itu langsung berlari mengambil tisu sebelum dia berbalik menatap ibunya, "Ibu sudah kerasukan?! Kenapa Ibu mau membuat kue untuk perempuan itu?!!" Teriak Diandra dengan rasa tak percayanya.


Bisa bisanya pagi harinya disambut oleh sebuah berita yang Bahkan tak pernah Diandra bayangkan seumur hidupnya.


"Kau ini!!! Bukannya minta maaf karena sudah membuat kekacauan di dapur, malah sekarang berteriak-teriak sambil mengatai Ibu kerasukan?!! Kaulah yang kerasukan!!" Bentak balik Nyonya grason sambil mengambil loyang baru lalu meletakkannya di atas meja yang telah dibersihkan oleh pelayan.

__ADS_1


"Ibu!! Ibu benar-benar kerasukan!! Untuk apa Ibu repot-repot membuat kue bagi perempuan itu?! Ibu lupa apa yang sudah ia lakukan?!" Bentak Diandra pada ibunya.


Nyonya grason yang sedang mengoles mentega di atas loyang kini berbalik menata putrinya dengan mata melotot, "Ibu tidak lupa, dan ibu juga tidak lupa apa yang sudah kau lakukan!! Kau menjual perhiasan pemberian nenekmu pada ibu!!! Itu saja Ibu maafkan, apalagi Kakak iparmu yang hanya melakukan kesalahan Karena salah paham!!


"Ibu juga sudah berbicara dengan kakakmu, dan dia bilang kalau kau juga menfitnah Kakak iparmu mengambil cincin milikmu, jadi perhiasan yang kemarin membuatmu menampar Karin pastilah juga karena akal-akalan mu saja!!!


"Hah,, Seandainya dari dulu Ibu memperlakukan Karin dengan baik, maka perempuan itu bisa membuat Ibu terlihat lebih baik di depan semua teman-teman ibu!!" Ucap Nyonya grason yang mana setelah acara arisan mereka di taman, semua teman-temannya menyuruhnya untuk mengajak Karin dalam pertemuan mereka selanjutnya.


Tapi tentu saja jika hubungannya dengan Karin tidak baik, maka dia tidak akan bisa mengajak perempuan itu, apalagi putranya sangat membela Karin, jadi apapun keputusan Karin pasti akan didukung oleh Rasyid.


Sementara Diandra yang mendengarkan ucapan ibunya, dia benar-benar tercengang di tempatnya dan dia tidak tahu apa yang membuat ibunya menjadi berubah. Hal itu membuat Diandra sangat kesal sampai ke tulang-tulangnya.


Meski begitu, Diandra tidak mengatakan apapun dan dia hanya mencomot satu kue yang telah dibuat oleh ibunya yang sedang didinginkan di atas meja.


Seorang pelayan yang melihat Diandra mencoba kue itu kini mengerutkan keningnya, 'sebaiknya Nona tidak menghina kue itu!' ucap sang pelayan dalam hati.


Tetapi baru saja pelayan itu berbicara dalam hati, Diandra langsung berlari ke arah wastafel dan memuntahkan semua kue yang telah masuk ke dalam mulutnya.


Nyonya Grason pun melihat ke arah putrinya, "Ada Apa denganmu?" Tanya Nyonya Grason yang merasa aneh dengan tingkah menyebalkan putrinya.


"Ibu!! Bahkan anjing sekalipun tidak akan mau makan kue ini!!!" Teriak Diandra.


"Apa?!" Tanya Nyonya keraton yang merasa begitu aneh dengan pendapat putrinya, Sebab tadi Dia menyuruh kedua pelayan itu untuk mencicipi kuenya, kedua pelayan itu mengatakan kalau kuenya terasa enak.

__ADS_1


Melihat ibunya yang tampak terkejut dan tak percaya dengan apa yang ia katakan, maka Diandra dengan kesal mengambil satu potongan kue lalu mengarahkannya ke mulut ibunya.


"Cobalah!" Ucap Diandra langsung membuat Nyonya grason membuka mulutnya lalu memakan kue tersebut dengan 3 orang yang ada di sana kini memperhatikan nyonya.


"Pfff!!" Langsung memuntahkan kue tersebut dari mulutnya karena rasanya memang sangat buruk.


"Berterima kasihlah padaku karena aku jujur menilai makanan ibu, kalau tidak, ibu akan bertengkar lagi dengan perempuan itu!" Ucap Diandra sebelum dia pergi meninggalkan ibunya.


Sementara nyonya grason yang sudah berkumur dengan air putih, ia kini menatap ke arah dua pelayan yang bersama-sama dengannya.


"Kenapa kalian tidak mengatakan kalau rasanya tidak enak?!" Bentak nyonya grason yang merasa kesal karena dua pelayan itu.


Mereka hampir saja membuatnya bertengkar lagi dengan menantunya sehingga kesempatan untuk berbaikan dengan menantunya akan menjadi mustahil.


"Maaf Nyonya, kami melihat Nyonya sangat bersemangat membuat kuenya, Jadi kami tidak mau mematahkan semangat nyonya. Lagi pula, kue yang Nyonya buat sudah kami siapkan kemarin malam, jadi Nyonya bisa membawa kue itu saja," ucap salah seorang pelayan yang berniat menukar kue buatan dengan kue buatan mereka setelah kue tersebut dimasukkan ke dalam toples.


Tapi Siapa yang menyangka bahwa Diandra akan datang menyadarkan Nyonya grason tentang ketidak ahlian perempuan itu membuat kue.


Nyonya grason pun mendesah dengan pelan, "hah,,, sangat rumit membuat kue-kue ini, entah bagaimana orang-orang bisa pintar membuat kue! Kalian siapkan saja kue yang kalian buat itu, lalu pergi ambilkan bunga-bunga hidup di taman dan bawakan padaku!" Ucap Nyonya Grason yang hanya percaya diri dalam merangkai bunga.


Tetapi ketika dia berjalan keluar dari dapur, Nyonya Gerson juga ingat bahwa menantunya sangat pandai merangkai bunga, maka nyonya Grason menghentikan langkahnya, dia tidak mau menantunya membanding-bandingkan rangkaian bunga miliknya dengan milik menantunya sehingga Nyonya grason balik lagi menatap para pelayan.


"Jangan bunga, siapkan bakul dan buah untuk dirangkai," ucap Nyonya Grason yang ingat bahwa ketika acara arisan, Karin tidak menyiapkan buah di keranjang, tetapi menyiapkannya dalam piring-piring kecil yang telah diolah menjadi salad buah dan juga olahan buah lainnya.

__ADS_1


"Baik Nyonya," jawab kedua pelayan secara serentak sebelum mereka menyiapkan Apa yang diperintahkan oleh nyonya grason.


__ADS_2