
Pada pukul 14.40, Nyonya grason kembali dari salon.
Perempuan itu langsung pergi menghampiri Karin di dapur untuk melihat Bagaimana hasil pekerjaan Karin.
Begitu tiba di dapur, Nyonya Grason melihat Karin yang duduk di kursi sambil bermain ponsel, sementara kepala pelayan menyusun cemilan ke wadah yang telah disiapkan di atas meja.
Hal tersebut membuat Nyonya grason terheran-heran, "semuanya sudah selesai?" Tanya Nyonya Grason Sambil menatap tajam ke arah Karin.
Karin juga langsung mengangkat kepalanya menatap Nyonya grason sambil tersenyum, "eh Ibu sudah datang," Karin mematikan layar ponselnya dan berdiri menghadap Ibu mertuanya, "Ibu tidak perlu khawatir, semuanya sudah disiapkan dengan baik."
Nyonya grason mengerutkan keningnya, dia tak percaya segalanya telah disiapkan oleh Karin hingga Nyonya Grason kembali berkata, "Bagaimana dengan dekorasi tempat arisan? Lalu bagaimana dengan makan malamnya?"
Mendengar pertanyaan Ibu mertuanya, maka Karin kembali mengukir sebuah senyuman indah di wajahnya, "Ibu tidak perlu mengkhawatirkannya, semuanya sudah disiapkan. Tempat arisan kupilih di taman samping rumah dan untuk makan malamnya nanti juga akan disediakan di taman," ucap Karin dengan wajah yang penuh percaya diri atas pengaturannya.
Hal itu membuat Nyonya grason semakin keheranan, "benarkah?" Tanya nyonya grason yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Karim, hingga Nyonya grason lalu pergi ke taman yang dimaksud oleh Karin.
'Tidak mungkin semuanya sudah selesai hanya dalam waktu kurang dari setengah hari,' ucap Nyonya Grason dalam hati yang tadinya melihat ada banyak cemilan yang dibuat oleh Karin dan kepala pelayan.
Karin pun mengikuti Nyonya grason hingga ketika mereka tiba di taman, Nyonya Grason langsung tercengang melihat taman yang telah didekorasi oleh Karin.
Bagian atas taman dipasang lampu-lampu kecil lalu disiapkan juga meja panjang yang lengkap dengan kursinya, di atas meja juga diletakkan rangkaian bunga-bunga hidup yang menambah kesan lebih segar.
Selain itu, Nyonya grason harus mengakui bahwa pemilihan meja dan kursinya sangat tepat dan apalagi semuanya terlihat begitu sempurna di matanya.
__ADS_1
Karin yang melihat wajah Nyonya grason tampak sangat tercengang, ia tersenyum menatap Ibu mertuanya, "aku memilih taman karena kebetulan Hari ini cuaca mendukung, dan dari ramalan cuaca juga dikatakan hari ini tidak akan hujan, jadi sangat tepat kalau acara arisannya dilaksanakan di tempat ini. Oya bu, acara makan malam nanti akan disiapkan di bagian sana, Jadi Ibu tidak usah khawatir apapun, semuanya sudah diperhitungkan dengan sempurna," ucap Karin.
Nyonya grason yang mendengar ucapan Karin kini kembali memperhatikan segala sesuatu yang disiapkan oleh Karin, dan dia bisa melihat persiapannya sangat matang hingga membuatnya begitu kesal pada karin karena dia tidak mau mengakui kemampuan menantunya.
Oleh sebab itu, Nyonya grason berbalik menatap Karin sambil berkata, "Aku tidak mau arisannya diadakan di taman! Pindahkan semuanya ke dalam ruangan!"
Karin langsung menahan amarahnya yang hendak meledak karena ucapan Ibu mertuanya yang terlalu kejam.
Tetapi ketika ia hendak berbicara kasar, Karin teringat bahwa dia harus memperbaiki hubungannya dengan ibu mertuanya supaya ke depannya dia bisa menjalani hari-harinya dengan baik, Oleh sebab itu Karin berusaha mengendalikan dirinya agar tetap bersikap tenang di depan Ibu mertuanya.
"Ibu, waktunya tidak cukup kalau kita harus memindahkan semuanya," ucap Karin pada ibu mertuanya.
Nyonya Grason sangat marah mendengar bantahan menantunya, tetapi ketika dia hendak berbicara, kepala pelayan telah datang bersama dua orang teman nyonya grason.
"Wow!!! Kita akan arisan di sini?" Ucap perempuan yang lain dengan mata penuh cahaya menatap dekorasi taman.
Perempuan yang lain pun kembali berkata, "kau punya selera yang bagus, dekorasi ini sangat memukau!"
Setelah berbicara, sang perempuan langsung berjalan ke arah meja dan memilih salah satu kursi untuk ia duduki.
Sikap kedua temannya akhirnya membuat nyonya grason tak bisa lagi berkutik Untuk memindahkan tempat arisannya, apalagi dia melihat dua temannya yang datang sangat menyukai penataan yang dilakukan oleh menantunya.
Pada akhirnya, nyonya grason tersenyum ke arah temannya yang masih berdiri di depannya, "pujian kalian terlalu berlebihan, tapi daripada terlalu lama berdiri di sini, ayo kita duduk!" Kata nyonya grason.
__ADS_1
Perempuan yang dibicarai oleh Nyonya grason pun langsung menganggukkan kepalanya, tetapi ketika ia hendak berjalan bersama Nyonya Grason ke arah meja, perhatiannya tersita oleh Karin yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Tunggu, siapa perempuan cantik ini?" Tanya sang perempuan sambil melihat ke arah Karin yang hari itu memang sengaja tampil sangat cantik, karena dia sudah tahu apa yang direncanakan oleh ibu mertuanya, jadi dia ingin membuat Ibu mertuanya secara terpaksa harus mengakuinya di depan semua teman-temannya.
Nyonya grason yang mendengar pertanyaan temannya pun merasa sangat kesal pada Karin, Karena dia pikir perempuan itu langsung pergi setelah kedatangan dua temannya, Tetapi ternyata masih berdiri di tempat itu untuk mendapatkan perhatian.
Meski begitu, Nyonya grason tidak punya waktu untuk larut dalam kemarahannya sehingga grasan berkata, "ah,, dia ini--"
"Perkenalkan saya Karin, istrinya Rasyid," ucap Karin sambil mengulurkan tangannya pada teman ibu mertuanya untuk berjabat tangan.
Nyonya grason yang melihat hal itu menjadi sangat kesal, namun dia hanya bisa berdiri sambil mengatup erat-erat giginya dan mengepal kuat tangannya.
"Ah,, kau istrinya Rasyid," teman Nyonya grason menerima uluran tangan Karin, "aku teman ibu mertuamu, panggil aku tante Lisa," ucap Lisa.
Karin kembali melemparkan senyuman hangatnya pada Lisa, "baik tante Lisa, kalau begitu nikmati kebersamaan kalian," ucap Karin sebelum dia membungkuk kepada dua perempuan di hadapannya.
Setelah membungkuk, Karin hendak pergi dari sana ketika Lisa malah menahannya.
"Kau tidak usah pergi, bergabunglah dengan kami," ucap Lisa langsung membuat Karim menatap ke arah Ibu mertuanya.
Dengan tatapan yang agak ragu, Karin berkata, "itu,,"
"Tidak usah sungkan, Ayo bergabung di sini," ucap Lisa menyelah ucapan Karin bersamaan dengan tangan perempuan itu merangkul dengan Karin lalu menarik Karin ke arah meja panjang yang tersedia di taman.
__ADS_1
Nyonya grason Tidak punya pilihan lain selain mengikuti Lisa dan Karin sambil menggerutu dalam hati, 'awas aja kalau perempuan itu melakukan hal yang mempermalukanku!!'