Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
46


__ADS_3

"Kenapa kalian menanyakan kamar putriku? Bukankah pencurinya adalah perempuan ini?!" Tegas Nyonya Grason sambil menunjuk Karin.


😤😤😤


Polisi yang mendengar ucapan Nyonya Grason, ia hendak berbicara ketika Karin lebih dulu mendahuluinya.


"Biar aku yang mengantar kalian ke kamar adik iparku," ucap Kari segera melepaskan tangan suaminya yang merangkulnya lalu perempuan itu segera pergi menunjukkan kamar Diandra.


Melihat menantunya yang sudah pergi ke lantai 2, maka nyonya Grason yang tercengang di tempatnya kini dengan cepat mengikuti Ketiga orang itu hingga mereka tiba di depan kamar Diandra.


"Kamar Ini adalah kamar adik iparku," ucap Karin sambil mengetuk pintu kamar Diandra.


Tok tok tok...

__ADS_1


Karin hendak berbicara menyuruh perempuan dalam kamar membuka pintu ketika Nyonya Grason segera datang menghalangi semua orang dan mendorong Karin ke belakang.


"Apa yang terjadi di sini?!!" Bentak Nyonya grason pada dua polisi yang ada di hadapannya.


Salah seorang polisi berkata, "kami sudah menemukan pemilik sidik jari yang mencuri perhiasan itu, itu adalah Putri anda sendiri, Diandra."


"A,, apa?!" Nyonya Grason sangat terkejut, perempuan itu berpikir selama beberapa saat sebelum dia lanjut berkata, "aku lupa mengatakannya, putriku Memang sempat masuk ke dalam ruang rahasia milikku untuk mengambil cincin milikku.


"Selain itu juga, kami telah menangkap perempuan yang menjual perhiasan itu dan dia telah mengakui bahwa dia mendapatkan perhiasan itu dari Putri anda!" Kata sang polisi langsung membuat Nyonya Grason serasa disambar oleh petir.


Karin dan suaminya yang mendengarkan penjelasan sang polisi juga sangat terkejut, karena tak menyangka Diandra akan menjual peninggalan penting neneknya.


Tepat ketika semua orang terdiam dalam keterkejutan mereka, pintu kamar dibuka oleh Diandra lalu Diandra menatap semua orang dengan raut wajah yang bingung.

__ADS_1


"Ada apa ini bu?" Tanya Diandra langsung membuat nyonya grason berbalik menatap putrinya lalu mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi putrinya.


Plak!


"Anak kurang ajar!! Bisa-bisanya kau menjual perhiasan ibu?!!" Teriak Nyonya grason pada putrinya langsung membuat tubuh Diandra gemetar di tempatnya.


Perempuan itu menatap ke arah kakak iparnya sebelum dia berkata, "bukan aku yang mengambilnya!! Bukankah sudah kubilang kalau aku memang masuk ke dalam ruang rahasia milik ibu, Jadi wajar saja kalau ada sidik jariku yang tertinggal di sana!! Lalu perempuan ini, dialah yang telah mencuri perhiasan ibu, tapi mungkin saja ketika masuk ke dalam kamar Ibu dia menggunakan kaos tangan yang mencegah sidik jarinya tertinggal di--"


"Diam!!!" Teriak Nyonya Grason menyelah ucapan putrinya, "polisi sudah menangkap temanmu yang menjual perhiasan ibu di pasar gelap, jadi jangan berkata apapun lagi untuk mempermalukan ibu di depan semua orang!!!" Bentak Nyonya Grason yang tak habis pikir dengan kelakuan putrinya.


"I,, ibu,," Diandra yang tahu bahwa sudah tidak ada jalan lain baginya untuk membela diri, Ia langsung berlutut di depan ibunya sambil memeluk kaki ibunya, "Maafkan aku Bu, aku benar-benar tidak sadar diri ketika aku mengambil perhiasan ibu!!" Ucap Diandra sambil terisak.


"Anak kurang ajar!! Kau tidak tahu seberapa berharganya perhiasan itu?!! Ibu bahkan diperintahkan oleh nenekmu untuk memberikan perhiasan itu pada cucu perempuannya ketika menikah, tetapi sebelum Ibu memberikannya padamu kau malah menjualnya pada orang lain?!!" Teriak nyonya grason sambil mendorong putrinya menjauh darinya.

__ADS_1


__ADS_2