
Ding dong!
Ding dong!
Nyonya Grason menekan bel apartemen Rasyid dan Karin.
Sementara Diandra yang dipaksa ikut oleh ibunya, ia berdiri dibelakang ibunya dengan raut wajah yang sangat kesal sambil memegang paper bag berisi kue dan sebuah keranjang buah.
Mereka berdua menunggu selama beberapa saat, sehingga Nyonya grason mengeryit karena tidak ada jawaban dari dalam apartemen.
'Kenapa dia lama sekali membuka pintu?' ucap Nyonya gerakan dalam hati.
Meski begitu, nyonya Grason tidak langsung hilang kesabaran, ia kembali menekan bel apartemen.
Ding dong!
Ding dong!
Diandra yang melihat ibunya, ia kini tersenyum kecut, "Mungkin dia tidak mau membukakan pintu untuk ibu, Ayo pergi saja dari sini!" Tegas Diandra yang merasa malu dan kesal untuk bertemu dengan kakak dan kakak iparnya.
Bagaimanapun, apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu saat dia ketahuan mencuri, itu sangat mempermalukannya dan membuatnya kehilangan muka di depan Rasyid dan Karin.
Apalagi tadi sebelum berangkat dari rumah, Ibunya sudah memberinya peringatan agar dia meminta maaf pada Karin atas apa yang telah ia lakukan.
Tetapi Nyonya grason tidak mendengarkan ucapan putrinya, "hah,, Mungkin dia tidak ada di rumah, ibu akan menelponnya dulu," ucap nyonya grason ketika mereka sudah menunggu agak lama tapi tetap belum ada jawaban dari dalam apartemen.
__ADS_1
Maka Nyonya grason segera mengambil ponselnya lalu mencari kontak Karin untuk ia telepon.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo Bu," jawab Karin dari seberang telepon dengan suara yang begitu lembut dan juga sopan terhadap ibu mertuanya hingga membuat hati nyonya Grason menjadi sangat lega.
"Kami ada di depan apartemen mu. Apa kah kau ada di luar?" Tanya nyonya grason.
"Ah, iya, Aku ada di kantor Rasyid, tapi ada apa Ibu tiba-tiba berkunjung?" Tanya Karin dari seberang telepon.
"Ibu hanya ingin menemuimu, kalau begitu Kami akan pergi ke perusahaan," ucap Nyonya grason sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon tersebut Lalu Nyonya grason berbalik menatap putrinya.
Diandra menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia memperlihatkan wajah protesnya pada ibunya, "Kenapa Ibu tidak menyuruh perempuan itu yang datang kemari? Kenapa harus kita yang pergi menemuinya?" Gerutu Diandra yang tidak habis pikir ibunya akan melakukan apapun demi bertemu dengan Karin, padahal perempuan itu sama sekali tidak penting bagi keluarga mereka.
Diandra pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti ibunya, karena uang jajannya terancam dihentikan Kalau dia sampai membantah 01!
Maka dua orang itu segera pergi ke kantor Rasyid dengan Diandra yang terus menahan kekesalannya dalam mobil sambil terus menggerakkan giginya.
'Ibu ini benar-benar menyebalkan, dia bahkan terlihat lebih menyayangi perempuan yang telah menamparnya dan menampar putrinya serta membanting suaminya dibandingkan dengan Putri kandungnya sendiri?! Ini benar-benar menyebalkan, masak sih ke depannya dan seterusnya aku akan terus dibandingkan dengan Karin?' gerutu Diandra dalam hati sambil menghela nafas dengan kasar.
Kekesalan putrinya sangat disadari oleh Nyonya grason, Tetapi dia tidak menegur perempuan itu dan hanya diam saja di dalam mobil sampai mobil mereka tiba di kantor Rasyid.
Maka mereka turun dari mobil dan memasuki lobby perusahaan, tapi keduanya menghentikan langkah ketika mereka melihat Karin sedang bersama dengan seorang pria lanjut usia.
__ADS_1
Lagi, kedua orang itu berpegangan tangan dengan wajah sang pria yang tampak begitu senang bercakap-cakap dengan Karin hingga membuat Diandra melototkan matanya.
"Apa yang dilakukan oleh perempuan itu?! Apakah dia berselingkuh?!" Ucap Diandra langsung mengejar Karin, Tetapi dia tidak sempat bertatap muka dengan Karin karena pintu liftnya keburu tertutup.
Diandra pun menggertakan giginya sambil beralih menekan tombol open pada lift yang terletak di samping lift tempat Karin dan pria tua berada.
'Sial!! Itu kesempatan yang sangat bagus untuk membuktikan kalau Karin bukanlah perempuan yang baik-baik, tapi kenapa kakiku kurang cepat berlari?' gerutu Diandra dalam hati sambil berdiri bersama ibunya menunggu selama beberapa saat sampai pintu lift akhirnya terbuka lalu mereka masuk ke lift.
Sambil berdiri dalam lift, Diandra berkata, "perempuan itu selingkuh dengan seorang pria tua!"
Nyonya grason menatap putrinya dengan tatapan tajamnya, "jangan mengada-ngada!" Tetes nyonya grason yang jelas tahu kalau putranya tidak mungkin kalah saing dengan seorang lelaki tua.
Tetapi Diandra menggelengkan kepalanya, "ibu ini! Coba pikirkan dengan cermat! Karin si penjaga rumah yang tidak punya pergaulan tidak pernah berinteraksi dengan orang luar, masa sih bisa dekat dengan seorang pria tua?! Jelas itu karena dia berselingkuh sebab pria tua itu mungkin mengiming-imingi Karin dengan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Putra ibu!!" Tegas Diandra yang ingin mengubah pandangan ibunya terhadap Karin agar ibunya kembali seperti dulu, terus membenci Karin bersama-sama dengannya.
Tetapi Nyonya grason menjawab putrinya, katanya, "kau jangan bicara omong kosong! Mana mungkin pria tua itu lebih baik dari kakakmu?!" Gerutu nyonya grason.
"Ih,, Ibu ini benar-benar tidak mengerti, mungkin Kakak lebih tampan dan bugar, tapi pria itu jelas memiliki kekayaan yang jauh lebih banyak daripada kakak!!" ucap Diandra bersamaan dengan lift mereka yang telah berhenti di lantai tujuan mereka.
Nyonya grason Tidak memperdulikan lagi ucapan putrinya dan perempuan itu hanya keluar dari lift meninggalkan Diandra yang menatap kesal pada ibunya.
Meski kesal, tetapi Diandra tak punya pilihan lain selain mengikuti ibunya ke ruangan Rasyid.
'Ibu,, pokoknya aku akan mencari cara dan mencari bukti kalau Karin memang bukan perempuan yang baik-baik, suatu saat nanti aku akan membuat Ibu menyesal sudah mempercayai perempuan itu Dan ibu akan berterima kasih padaku!!!' ucap Diandra dalam hati yang sangat tidak tenang atas apa yang dilakukan oleh ibunya.
Tok tok tok...
__ADS_1
Nyonya Grason mengetuk pintu ruangan putranya dengan tangan yang memegang erat-erat tasnya, karena dia begitu bersemangat untuk bertemu dengan putranya dan juga menantunya.
"Masuk," jawab seorang pria dari dalam ruangan langsung membuat Nyonya grason membuka pintu ruangan Rasyid.