Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
53


__ADS_3

Semua orang kini duduk di meja, lalu Karin duduk di samping Ibu mertuanya sambil melebarkan senyuman di wajahnya, karena dia tahu saat ini Ibu mertuanya sedang berada dalam suasana hati yang sangat buruk.


Sementara semua orang yang duduk di meja panjang, perhatian mereka tertuju pada Karin, karena Ini pertama kalinya Mereka melihat Karin.


Semua orang merasa penasaran dengan identitas Karin, sehingga Lisa yang duduk di samping Nyonya grason kini menyenggol Nyonya grason sambil berkata, "hei, perkenalkan menantumu pada semua orang! Ataukah kau mau menyembunyikannya seperti putramu yang menyembunyikannya?!"


"Aku rasa Silvia terlalu takut kalau kita merebut menantunya dan menjodohkannya dengan Putra kita. Secara, Nyonya Grason selalu tidak percaya diri dengan putranya sehingga dia terus menyembunyikan menantunya dari kita semua!!" Ucap salah seorang perempuan menggoda nyonya grason.


Saat itu, Nyonya Grason menjadi semakin kesal, Tetapi dia masih harus menjaga reputasinya di depan semua teman-temannya sehingga Nyonya grason akhirnya berkata, "Ah, semuanya, perkenalkan ini adalah Karin, dia istri Rasyid. Dia juga yang menyiapkan semua kebutuhan arisan hari ini, mulai dari makanan sampai dekorasi."


Semua orang terkejut mengetahui kalau Rasyid telah memiliki seorang Istri sehingga salah satu di antara mereka dengan cepat berkata, "kau baru saja bilang istri? Aku pikir Karin adalah tunangan Rasyid!"


"Mereka sudah menikah 2 tahun, tetapi pernikahan mereka memang tidak diumumkan dan selama ini juga Karin tidak banyak menampakkan diri pada semua orang karena sebenarnya dia adalah menantuku yang pemalu," ucap Nyonya Grason sambil melirik ke arah Karin dan melihat Karin melemparkan senyum padanya.

__ADS_1


"Dia pemalu atau Sebenarnya ada sesuatu yang buruk dari dirinya sehingga kau berusaha menyembunyikannya?" Ucap salah seorang perempuan sambil memperhatikan Karin.


"Kita harus mencari tahunya," ucap salah seorang perempuan sebelum dia menatap Karin dengan tatapan yang begitu tegas, "kau yang menyiapkan makanan hari ini, Apa menu makan malam kita?" Tanya sang perempuan dalam bahasa Inggris.


Nyonya grason yang mendengarkan pertanyaan itu langsung menatap ke arah Karin, dia jelas tahu kalau perempuan itu tidak akan bisa menjawab ucapan temanya sehingga saat ini Nyonya Grason sudah berpasrahkan dengan apapun yang dipikirkan oleh teman-temannya.


Tetapi Nyonya grason tertegun di tempatnya ketika dia mendengar Karin menjawab temannya menggunakan bahasa Inggris.


"Hari ini akan ada makanan yang memanjakan lidah kalian semua, tetapi Saya tidak akan mengatakannya sekarang supaya hidangannya menjadi kejutan," ucap Karin dalam bahasa Inggris sambil melemparkan senyuman pada perempuan yang baru saja berbicara dengannya.


Melihat menantunya diserang, maka Nyonya Grason menjadi semakin tidak senang sehingga dia menatap temannya yang baru saja berbicara, "Bisakah kalian berhenti? Kalian terlihat sangat meragukanku dalam memilih seorang menantu!"


Tetapi Karin yang mendengar ucapan Ibu mertuanya, dia mengulurkan tangannya memegang tangan Ibu mertuanya sambil berbicara dalam bahasa Spanyol, "aku baik-baik saja Bu."

__ADS_1


Nyonya grason terkejut mendengar ucapan Karin, namun ketika dia menatap Karin untuk mempertanyakan keahlian perempuan itu, Karin sudah berbalik menatap perempuan yang tadi bertanya padanya dengan bahasa Spanyol.


"Aku hanya berasal dari desa kecil, dan hanya lulusan SMP saja. Meski begitu, selama aku menjadi menantu keluarga Grason, mereka telah mengajariku banyak hal. Ibu mertuaku juga sangat baik, Dia sangat memperhatikanku dan sudah melatiku selama bertahun-tahun supaya bisa menjadi perempuan berkualitas yang bisa berdiri dengan kepala yang tegak di samping suamiku," ucap Karin dalam bahasa Mandarin.


Nyonya grason yang mendengarkan itu kini tercengang di tempatnya, sementara perempuan yang dibicarai oleh Karin kini menghela nafas dengan kesal karena dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Karin.


Seorang perempuan yang duduk tak jauh dari perempuan yang dibicarai oleh Karin kini menatap Sang Perempuan sambil berkata, "dia bilang Dia berasal dari desa, tetapi Silvia sudah memberinya pelajaran yang sangat baik selama beberapa tahun berada di sini."


"Ah benarkah? Kalau begitu Kau berasal dari keluarga yang tidak punya apa-apa?" Tanya Sang Perempuan sambil menatap Karin dengan tatapan mengejeknya.


Karin yang mendengarkan itu akhirnya tersenyum, "benar, aku tidak punya apa-apa karena seluruh keluargaku telah meninggal, tapi untungnya keluarga grason menerimaku dengan sangat baik di sini. Ah,,, aku jadi tidak enak pada kalian semua, ini adalah acara arisan kalian, Tetapi semua pembahasannya malah tertuju padaku.


"Kalau begitu, aku akan masuk ke dalam rumah, silakan berbincang-bincang," ucap Karin sambil berdiri lalu dia pun membungkuk pada semua orang sebelum dia pergi dari sana dengan sebuah senyuman di wajahnya.

__ADS_1


'Dasar orang-orang gila, berani-beraninya mereka meremehkanku?' gerutu Karin dalam hati.


__ADS_2