Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
14


__ADS_3

Saat ini, Karin berada dalam mobil yang terparkir di kantor suaminya, dia bersama-sama dengan sopir duduk dalam keheningan karena tidak ada satupun diantara mereka yang berniat mengeluarkan suara.


Jika supir sedang memikirkan kapan dia bisa libur, maka saat ini Karin memikirkan tentang foto yang ia temukan di dompet suaminya.


'Haruskah ku tanyakan tentang foto itu ataukah aku diamkan saja?' pikir Karin dalam hati.


Sudah dari tadi dia memikirkan hal tersebut, tetapi dia belum mengambil keputusan sampai akhirnya dia melihat suaminya sudah keluar dari gedung dan saat ini mobil telah berjalan menuju gedung untuk menjemput suaminya.


Maka Karin dengan cepat meletakkan dompet tersebut ke tempat semula ia menemukannya lalu berpindah tempat duduk seolah-olah dia tak pernah menemukan dompet tersebut.


Clek!


Pintu mobil dibuka oleh sang supir disusul oleh Rasyid yang kemudian masuk ke dalam mobil hingga membuat Karin langsung melemparkan senyumannya pada pria itu.


Rasyid pun terkejut melihat istrinya ternyata berada dalam mobil sehingga pria itu kemudian dengan cepat duduk untuk bertanya pada istrinya ketika tangannya malah menyentuh dompetnya.

__ADS_1


Rasyid mengambil dompet itu dan langsung memasukkannya ke dalam satunya sebelum dia menatap istrinya sambil berkata, "Kenapa kau belum pulang ke rumah?"


Pertanyaan itu langsung membuat Karin tersenyum, karena tentunya dia tidak mau pulang ke rumah kalau tak ada suaminya yang pulang bersama-sama dengannya, Sebab Dia akan diperlakukan dengan buruk oleh orang-orang di rumah, dan dia malas menghadapi orang-orang tersebut.


"Aku mau pulang bersamamu," jawab Karin.


"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Rasyid pada istrinya.


"Belum, kita bisa makan malam nanti di rumah bersama-sama dengan keluarga," kata Karin dijawab anggukan Rasyid.


Begitu tiba di kediaman keluarga grason, mereka langsung disambut oleh nyonya grason yang berlari dari dalam rumah menghampiri mobil mereka.


Tetapi perempuan itu mengerutkan keningnya ketika melihat putranya yang turun dari mobil mengulurkan tangannya ke dalam mobil lalu seorang perempuan keluar dari mobil sambil melemparkan senyum ke arahnya.


"Kau!" Nyonya Grason menggertakan giginya sambil mendekati putranya, "Kenapa kau membawa dia datang kemari? Seharusnya dia sudah ada di kantor polisi karena dia mencuri di rumah kita dan Bahkan dia sudah menampar adikmu dan juga Ibu!" Tegas Nyonya Grason yang tak mengerti mengapa putranya kembali mendatangkan Perempuan tak tahu malu itu ke rumah mereka.

__ADS_1


"Dia adalah istriku," kata Rasyid sambil merangkul istrinya ke dalam pelukannya hingga membuat Nyonya grason semakin terkejut lagi.


"Kau,, Sejak kapan kau mengakui dia adalah istrimu?" Tanya Nyonya grason dengan rasa tak percayanya.


"Sejak kami menikah," jawab Rasyid kembali mengejutkan Nyonya grason Dan juga Karin yang berdiri di samping pria itu.


Karin mendongak menatap suaminya dengan tatapan bingungnya, sementara Nyonya grason menatap putranya dengan tatapan maranya.


"Kau ini!! Perempuan ini tidak pantas berada di sini! Dia sudah melukai seluruh anggota keluarga grason, jadi cepat kau ceraikan dia, biar ibu yang berbicara dengan kakekmu!" Tegas nyonya grason yang sampai mati pun dia tidak akan menerima menantu buruk seperti perempuan yang ada di hadapannya.


Tetapi Rasyid kemudian berkata, "kalau Ibu tidak menyukai istriku, kami bisa pindah dari sini."


"A,, apa?!" Nyonya Grason semakin terkejut lagi.


Melihat ibunya yang terkejut, maka Rasyid pun tidak memperdulikan perempuan itu lagi, "Ayo masuk," kata Rasyid pada istrinya sambil merangkul perempuan itu memasuki rumah meninggalkan nyonya grason yang masih berada dalam rasa tak percayanya melihat perubahan sikap putranya pada Karin.

__ADS_1


__ADS_2