Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
82


__ADS_3

Clek! 


Mendengar suara pintu yang dibuka, maka Karin langsung menoleh ke arah pintu dan mengukir sebuah senyuman di wajahnya saat melihat suaminya memasuki kamar sambil mendorong sebuah box bayi.


Di belakang pria itu juga ada nyonya grason yang mengikut bersama Diandra hingga mereka tiba di dalam ruangan dan Rasyid langsung memperlihatkan bayi Mereka pada Karin.


"Kenapa hanya Glenn saja yang kau bawa kemari?" Tanya Karin yang merasa aneh hanya putranya saja yang datang ke kamarnya, Padahal dia juga ingin bertemu dengan putrinya. 


"Helen masih dirawat dan belum diperbolehkan oleh dokter untuk meninggalkan ruang perawatan untuk bayi.  Mungkin beberapa hari lagi dia bisa datang kemari menemuimu," ucap Gerald sambil mengulurkan tangannya mengangkat putranya dari dalam box bayi lalu memberikannya pada Karin untuk digendong. 


"Kenapa? Ada apa dengan Putri kita sampai dia belum bisa meninggalkan ruang perawatan bayi?" Tanya Karin sambil menciumi Putra kecilnya. 

__ADS_1


Mendengar pertanyaan istrinya, maka Rasyid melirik ke arah ibunya meminta bantuan pada perempuan itu supaya dialah yang berbicara dengan Karin Sebab Dia tak tega memberitahu istrinya tentang apa yang dialami oleh Putri mereka. 


Melihat lirikan putranya, maka Nyonya grason segera menganggukkan kepalanya sebelum perempuan itu menatap Karin sambil berkata, "kau melahirkan bayi kembar, jadi ada sedikit masalah dengan Helen. Dia lahir dengan berat badan yang jauh di bawah rata-rata berat bayi pada umumnya, jadi dia masih harus mendapat perawatan yang lebih dibandingkan kakaknya."


"Astaga, kenapa aku baru tahu sekarang?" Tanya Karin sambil melirik ke arah suaminya dengan tatapan mengandung kekesalan karena suaminya yang tidak memberitahunya apa-apa. 


"Jangan salahkan Rasyid, dia hanya menuruti perkataan Ibu karena Ibu tidak mau pemulihanmu menjadi lebih lambat karena mengetahui apa yang terjadi pada putrimu. Tapi Tenang saja, keadaan Helen akan segera membaik," ucap nyonya grason sambil mengulurkan tangannya memegang tangan kecil Glenn dengan perasaan gamesnya pada cucu laki-lakinya.


"Kakak ipar Jangan khawatir, aku mendengar sendiri dari dokter bahwa Helen akan baik-baik saja. Kakamek juga sudah menelpon temannya dan meminta dokter terbaik untuk menangani Helen, jadi kakak ipar tidak perlu khawatir apa-apa," ucap Diandra.


Karin merasa senang dengan dukungan semua orang sehingga perempuan itu menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil berkata, "Terima kasih semuanya, aku sangat senang. Bukan begitu Putra kecil ibu?" 

__ADS_1


Rasyid tersenyum melihat kebahagiaan istrinya, namun saat ini dia juga merasa cemas pada putrinya karena dia sebenarnya belum memberitahu tentang keadaan Helen yang sebenarnya. 


Tetapi ketika pria itu sedang memikirkan putrinya, tiba-tiba saja Karin menatapnya sambil berkata, "kalau begitu nanti, tolong bawa aku untuk melihat Helen, Aku ingin melihatnya." 


"Itu, Helen sudah dipindahkan ke ruangan yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun, jadi Aku cemas kau tidak bisa melihatnya untuk beberapa waktu ke depan. Tapi nanti aku akan coba berbicara dengan dokter kalau kita bisa melihatnya dari jarak jauh," ucap Rasyid. 


"Ah begitu," Karin mengunggukkan kepalanya meski saat ini dia merasa lebih cemas dari sebelumnya. 


Namun saat itu, tiba-tiba saja Glenn yang ada di gendongan Karin menangis sehingga perhatian Karin menjadi lebih fokus pada putranya.


"Hoeeeee...! Hoeeee...!!"

__ADS_1


"Ah, sayang, Jangan menangis sayang, sekarang kau ada di gendongan ibu," ucap Karin sambil memperbaiki pakaian Glenn yang sedikit berantakan.


__ADS_2