Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
20


__ADS_3

Bab 20. Kebangkitan menantu terhina


Karin duduk di samping ranjang dengan perasaan yang amat kesal mengingat apa yang terjadi, perempuan itu menunggu sampai suaminya keluar dari kamar mandi dengan tubuh hanya dililit oleh handuk kecil di bagian pinggangnya.


"Apakah pelayan belum datang membawakan pakaianmu?" Tanya Rasyid ketika dia melihat istrinya belum mengganti pakaiannya.


"Tadi sudah datang," jawab Karin sambil menghela nafas.


"Lalu Kenapa kau belum menggunakan nya?" Tanya Rasyid merasa heran.


"Adikmu mengambilnya, dia tidak membiarkan aku menggunakannya," jawab Karin sebelum dia menjatuhkan tubuhnya ke belakang untuk berbaring di tempat tidur dengan perasaan lemasnya.


Rasyid yang melihat tingkah istrinya, ia langsung membuang muka karena saat itu pakaian istrinya semakin terangkat ke bagian pahanya, dan apalagi perempuan itu tidak menggunakan dalaman sehingga bagian pribadinya tercetak jelas Di atas pakaian tersebut.


Sambil menelan air liurnya yang terasa begitu keluh, Rasyid kemudian berjalan ke ruang ganti, "tunggu sebentar, aku akan berbicara dengannya," ucap Rasyid cepat-cepat memasuki ruang ganti dan memakai pakaiannya.


Setelah selesai memakai pakaiannya, Rasyid keluar dari ruang ganti dan melihat istrinya masih berbaring sambil memejamkan matanya hingga Rasyid pun segera keluar dari kamar.


Pria itu pergi ke kamar adiknya lalu mengetuk pintu, tok tok tok...

__ADS_1


Clek!


Pintu dibuka oleh Diandra yang telah menggunakan pakaian yang dibelikan oleh Rasyid untuk istrinya.


Tetapi karena Rasyid belum mengetahui bagaimana pakaian yang dibeli oleh pelayan untuk Karin, maka pria itu tidak tahu kalau pakaian yang ada di tubuh adiknya adalah pakaian yang seharusnya digunakan oleh Karin.


"Di mana pakaian yang kau ambil dari pelayan?" Tanya Rasyid sambil memperhatikan perempuan di depannya yang langsung menghela nafas setelah mendengar pertanyaannya.


"Akan ku ambilkan sebentar," ucap Diandra segera menutup pintu kamarnya lalu dia pun masuk ke dalam kamar mendapatkan paper bag yang ada di sana.


'enak saja perempuan itu mau mendapatkan pakaian dari kakakku?' gerutu Diandra dalam hati sambil mengambil pakaian bekas miliknya lalu memasukkannya ke dalam paper bag tersebut dan Dia teringat juga akan sesuatu sehingga dia mengambil pula sebuah kalung yang ada di tempat perhiasannya lalu memasukkannya ke dalam paper bag itu.


Rasyid mengambil paper bag tersebut tanpa mengatakan apapun tapi wajah pria itu jelas-jelas memperlihatkan ketidaksenangannya atas kelakuan adiknya.


Setelah itu Rasyid kembali ke kamarnya dan memberikan paper bag tersebut pada istrinya hingga Karin pun membuka isinya.


Pertama-tama dia membuka paper bag yang berisi dalaman, dan memang itu dalaman yang baru sehingga Karin tidak mempermasalahkannya.


Tetapi ketika dia membuka baper bagi yang lainnya, Karin terdiam saat menarik keluar pakaian tersebut.

__ADS_1


"Ada apa? Kau tidak menyukainya?" Tanya Rasyid pada istrinya.


Karin mengangkat wajahnya menatap suaminya sebelum dia berkata, "ini bukan pakaian baru, ini pakaian milik adikmu yang dia pakai di hari dia menuduhku mencuri perhiasannya!"


"Apa?" Rasyid mengerutkan keningnya sambil mengambil pakaian itu, lalu dia pun segera mencari label yang terletak di pakaian tersebut namun tidak menemukan label di sana hingga Rasyid merasa sangat kesal.


Karin lalu mengambil paper bag untuk mengembalikan pakaian itu ke dalam paper bag-nya ketika tiba-tiba saja ia melihat sebuah cincin yang ada di dalam paper bag itu.


'Ini?' Karin mengerutkan keningnya melihat cincin tersebut karena dalam ingatan Karin yang sebelumnya cincin itu pernah digunakan oleh Diandra hingga membuat Karin langsung mengerti apa rencana perempuan itu.


"Ini cincin milik adik mu, Bagaimana bisa ada di sini?" Tanya Karin pada Rasyid.


"Ah, berikan padaku biar ku kembalikan bersama baju ini," ucap Rasyid mengulurkan tangannya untuk mengambil kembali cincin tersebut ketika Karin menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, biar kuperlihatkan padamu bagaimana mereka menuduhku mencuri perhiasan mereka!" Ucap karin segera berjalan ke meja rias lalu menyimpan cincin tersebut ke dalam salah satu laci di meja rias sebelum dia kembali menghampiri suaminya.


"Kembalikan saja pakaian itu pada Diandra, aku pakai bajumu yang ini saja, lagi pula ini juga tidak terlalu terbuka," kata Karin mengambil paper bag berisi dalaman lalu dia pun segera masuk ke ruang ganti untuk memakai pakaian itu.


Rasyid berdiri di tempatnya menatap ke arah ruang ganti yang telah tertutup, dan saat ini dia mulai mengerti bagaimana orang-orang di rumahnya memperlakukan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2