Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
18


__ADS_3

Bab 18. Kebangkitan menantu terhina


Setelah keluar dari ruang ganti, Karin duduk di depan meja rias sambil menatap wajahnya, dan perempuan itu tersenyum mendapati wajahnya yang kini terlihat jauh lebih baik Setelah dia mencuci muka meskipun menggunakan sabun pencuci muka milik suaminya.


Dia terdiam selama beberapa saat sampai akhirnya dia mendengar suara pintu yang dibuka lalu melihat suaminya keluar dari ruang ganti sambil memegang sebuah ponsel.


Tampak wajah pria itu sudah tidak memerah lagi, namun tetap saja Karin tidak bisa menahan senyumnya ketika dia teringat lagi Bagaimana reaksi pria itu saat mereka berada di ruang ganti.


Sementara Rasyid, pria itu kini duduk di tepi ranjang sambil menatap istrinya lalu dia berkata, "aku sudah menyuruh seseorang untuk membelikan pakaian untuk mu, akan tiba sebentar lagi."


"Terima kasih suamiku," ucap Karin.


"Hm," Rasyid merogo sakunya lalu dia pun mendapatkan kartu kredit dari dalam sakunya dan memperlihatkannya pada istrinya, "aku menaruh kartu kredit ini di meja riasmu beberapa bulan yang lalu tapi kenapa kau tidak pernah mengambilnya untuk kau gunakan?" Tanya Rasyid langsung membuat Karin mengulurkan tangannya mengambil kartu kredit dari tangan suaminya.

__ADS_1


Kartu itu berwarna hitam dengan semua tulisan yang ada di sana berwarna emas, tampak sangat elegan dan yang lebih mengejutkan Karin adalah nama Karin terukir di sana.


'hanya ada satu potongan ingatan perempuan ini tentang kartu kredit ini, yaitu ketika dia melihatnya di atas meja rias namun dia mengabaikannya karena berpikir itu bukan untuknya,' ucap Karin dalam hati sebelum dia mengangkat kepalanya menatap suaminya, "aku tidak ingat kau pernah memberikan ini untukku, Aku hanya pernah melihatnya di atas meja rias."


"Aku meletakkannya di atas meja rias karena itu kuberikan untuk mu, Bukankah meja rias itu milikmu? Tapi beberapa waktu kemudian kartu itu terus berada di atas meja rias, jadi aku meletakkannya dalam laci. Tapi aku baru saja menyadari, kau sama sekali tidak memiliki barang-barang di meja rias itu, bahkan di ruang ganti juga tidak ada, apakah saat kau dituduh mencuri semua barang-barangmu dibawa pergi dari sini?" Tanya Rasyid.


Karin langsung menyipitkan matanya mendengar ucapan suaminya, 'pria ini benar-benar tidak sadar?' pikir Karin dalam hati sebelum dia berkata, "kenapa kau berkata seperti itu? Memang dari dulu tidak ada barang-barangku di kamar ini kecuali satu tas kecil yang selalu kuletakkan di pojok ruang ganti."


Rasyid menyipitkan matanya, dan dia sama sekali tidak ingat apapun sehingga pria itu kembali lagi berkata, "sepertinya selama ini aku tidak memperhatikanmu."


"Itu tidak masalah, tapi sekarang tidakkah kau ingin menceritakan padaku kenapa selama ini kau sama sekali tidak pernah menyapaku dan selalu mengabaikanku?" Tanya Karin pada suaminya langsung membuat Rasyid mendongak menatap perempuan yang sedang memeluknya.


Saat itu pikiran Rasyid benar-benar kacau karena perempuan di depannya hanya menggunakan baju kaos miliknya tanpa ada sesuatu apapun yang lainnya pada tubuh Perempuan itu.

__ADS_1


Tetapi Rasyid berusaha menghilangkan pikiran kacaunya sembari berkata, "Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah kau yang tidak mau dekat-dekat denganku?"


Pertanyaan itu membuat Karin kebingungan menatap suaminya, ia berusaha mengingat semua hal yang terjadi antara Karin dan Rasyid selama mereka menikah.


Tetapi tidak ada satupun momen yang memperlihatkan Karin sengaja menghindari pria itu, hanya saja setiap kali mereka bersama, Karin akan berusaha untuk tetap diam dan tidak mengatakan apapun karena takut mengganggu pria itu.


Oleh sebab itu, Karin berkata, "Aku tidak pernah berusaha menghindarimu, Aku hanya tidak mau mengganggumu saja. Tapi tunggu, Apakah selama ini kau terlihat mengabaikanku karena kau berpikir aku menghindarimu karena aku terus diam?"


Pertanyaan itu membuat Rasyid menganggukkan kepalanya, "ya, tapi memangnya tidak begitu? Bukankah kau tidak menyukai pernikahan kita?" Tanya Rasyid sambil mengingat momen ketika mereka baru saja menikah, lalu dia mendapati Karin menangis di dalam kamar mandi yang tidak tertutup rapat, di mana perempuan itu menangis karena harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai.


"Ah,, ya, aku memang tidak menyukai pernikahan kita, tapi itu karena dulu aku belum mengenalmu, kalau sekarang aku sudah jatuh cinta padamu," ucap Karin sebelum dia menundukkan kepalanya lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Rasyid hingga membuat Rasyid sangat terkejut.


Pria itu mematung di tempatnya dengan tangan yang meramas lututnya karena dia tidak berani membalas pelukan istrinya sebab takut menyentuh sesuatu yang sangat sensitif pada tubuh istrinya yang hanya dibalut oleh kaos kebesaran miliknya.

__ADS_1


🪵🪵🪵 Tekan Like 🪵🪵🪵


__ADS_2