Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
62


__ADS_3

Setelah Tuan Selo meninggalkan ruangan, maka Karin kembali ke sofa untuk duduk bersama ibu mertua dan juga adik iparnya, sementara Rasyid kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang mendesak.


Baru saja Karin duduk dan hendak bertanya tujuan nyonya grason dan Diandra mencarinya, Nyonya grason sudah lebih dulu melototi putrinya.


"Cepat minta maaf pada Kakak iparmu!" tegas nyonya grason Langsung membuat Rasyid dan Karin menatap ke arah Nyonya grason dengan rasa bingung mereka.


Tetapi Karin bersama suaminya langsung memindahkan tatapan mereka ke arah Diandra saat Diandra mulai berbicara.


"Maafkan aku atas semua kesalahanku!" Ucap Diandra dengan nada suara yang kesal karena dia sangat tidak Sudi untuk meminta maaf kepada perempuan seperti Karin.


Tetapi Apa yang dilakukan oleh Diandra langsung membuat nyonya grason menjadi semakin kesal, "kau ini! Minta maaf dengan tulus!" Bentak nyonya grason sambil melemparkan tetapan penuh peringatan pada putrinya seolah-olah Dia mengingatkan putrinya tentang ancamannya ketika mereka baru akan berangkat dari rumah.


Diandra yang melihat tatapan ibunya, ia menjadi semakin kesal karena bentakan ibunya sehingga perempuan itu tak tahan untuk berdiri, "Ibu sudah tidak waras lagi! Bisa-bisanya Ibu menyuruhku untuk bersikap tulus pada perempuan rendahan seperti dia?! Aku tidak akan pernah sudi!"


Setelah berteriak, Diandra tidak menunggu 1 detik pun dan dia langsung berdiri untuk pergi dari sana agar terbebas dari udara penuh polusi.


Tetapi Diandra menghentikan langkahnya ketika perempuan itu mendengarkan ibunya berteriak padanya.


"Pergilah! Pergi dan lakukan semua hal yang kau sukai, tapi jangan harap akan ada bantuan dari ibu, bahkan 1 tahun pun Ibu tidak akan memberi uang jajan sedikitpun dan akan membiarkanmu melakukan semua yang kau inginkan dengan kemampuanmu sendiri!" Teriak Nyonya Grason sambil menggertakan giginya.


Sementara Diandra yang diteriaki, perempuan itu akhirnya mengatup erat-erat giginya sambil berbalik menatap Karin dengan air mata yang telah menggenangi pipinya, "kau puas?! Kau puas sudah merampas kebahagiaanku?! Dasar perempuan tidak tahu diri, seharusnya kau mati bersama semua orang di desamu supaya tidak datang kemari menyusahkan orang lain!!" Bentak Diandra sebelum dia keluar dari ruangan kakaknya dengan isi kepalanya dipenuhi kekacauan yang tidak dapat ia bereskan.


Sementara nyonya Grason yang melihat kepergian putrinya, perempuan itu langsung mendengus kesal, "hah,, anak itu, dia punya kepala yang lebih keras daripada batu karang!" Gerutu Nyonya Grason yang tak tahu lagi Bagaimana cara membuat putrinya bisa akur dengan menantunya.

__ADS_1


Karin pun tersenyum melihat ibu mertuanya, saat itu Dia merasa bahwa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di kediaman utama keluarga grason telah merubah persepsi Nyonya grason tentang dirinya.


Oleh sebab itu, Karin berkata, "Ibu jangan terlalu keras padanya. Tapi ngomong-ngomong kenapa ibu tiba-tiba ingin bertemu?"


Nyonya grason yang mendengarkan pertanyaan menantunya kini merubah raut wajahnya dari yang tadinya kesal menjadi penuh senyuman dengan mata berbinar-binar menatap Karin.


Perempuan itu mengulurkan tangannya mengambil paper bag berwarna coklat yang ia letakkan di atas meja lalu membukanya dan mengeluarkan beberapa toples berisi kue buatan para pelayan.


"Ibu datang membawakan ini untuk kalian berdua, ini menggunakan bahan-bahan terbaik penuh khasiat, jadi bagus untuk kau makan dan suamimu supaya mempercepat kalian memiliki seorang anak. Buah di keranjang itu juga Ibu susun sendiri, semoga kalian menyukainya," ucap nyonya grason yang merasa begitu bangga pada dirinya sendiri.


Bagaimanapun, ia sangat jarang melakukan hal seperti itu untuk seseorang kecuali untuk orang-orang yang sangat penting.


Maka Karin menerima semua hadiah dari ibunya sambil berkata, "Ibu sangat baik, kami pasti akan menikmati semua makanan yang Ibu berikan. Terima kasih Bu," ucap Karin.


"Iya Sama-sama, sering-seringlah datang ke rumah dan temani ibu, di sana begitu sepi karena ayahmu setiap hari hanya pergi berjalan-jalan saja sementara Adik iparmu selalu sibuk dengan urusan kuliahnya," ucap Nyonya grason kembali membuat Karin dan Rasyid terkejut karena tak menyangka Nyonya grason kini benar-benar berubah.


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau ada di kantor?" Tanya nyonya grason.


"Ah,, salah satu karyawan di kantor telah dipecat, jadi aku menggantikannya untuk sementara waktu sampai ada orang yang mengisi posisinya," ucap Karin mengejutkan Nyonya grason karena tak menyangka perempuan itu akan bekerja di kantor milik keluarga mereka.


"Kau,, kau bisa bekerja di sini?" Tanya Nyonya Grason dengan mata melotot menatap menantunya.


"Tentu saja bu, aku banyak belajar dari Putra ibu, Jadi sekarang aku punya pengetahuan yang lebih banyak dari sebelumnya," ucap Karin berusaha membanggakan suaminya di depan Ibu mertuanya agar ibu mertuanya semakin senang.

__ADS_1


Nyonya Grason menganggukkan kepalanya, "Sudah berapa lama kau bekerja di kantor?" Tanya Nyonya grason merasa penasaran.


"Semenjak arisan di rumah Ibu selesai, lalu aku mulai bekerja di sini dan saat ini sedang mengurusi sebuah proyek besar yang bekerjasama dengan perusahaan MM," ucap Karin.


"Benarkah?" Tanya nyonya grason yang masih tak menyangka bahwa ternyata Karin yang Bahkan tidak bersekolah sampai lulus kuliah malah bisa mengurusi sebuah proyek besar dengan sebuah perusahaan besar.


Rasyid yang mendengarkan pertanyaan ibunya kini ikut berbicara, "menantu Ibu benar-benar luar biasa, dia mendapatkan banyak proyek untuk perusahaan kita dan mengatur berbagai hal."


Nyonya Grason semakin terkejut mendengar putranya sendiri mengakui Karin, karena dia tahu sendiri bagaimana sikap putranya yang tak akan pernah mengakui siapapun jika orang itu memang tidak memiliki kemampuan.


'Ini bagus,' ucap Nyonya Grason dalam hati dengan perasaan yang sangat senang.


"Ngomong-ngomong Bu, proyek yang berkaitan dengan perusahaan mm juga coba dimenangkan oleh perusahaan dari salah satu teman arisan ibu. meski saat ini kita sudah mendapatkan proyeknya dan aku sudah mulai mengurusnya, namun aku mendengar desas-desus kalau perusahaan teman ibu berusaha melakukan sesuatu untuk merebut kembali proyek itu. Bisakah Ibu membantuku sedikit?" ucap Karin yang hendak meminta bantuan pada ibunya karena dia tahu ibunya pasti akan bertemu dengan temanya sehingga dia mau ibunya mengatakan beberapa hal yang bisa mempengaruhi pikiran teman ibunya.


Nyonya grason menatap Karin dengan tatapan bersemangat, "tentu saja ibu akan membantumu, Memangnya siapa perempuan itu?" tanya Nyonya Grason.


"Nyonya Seo," jawab Karin sangat mengejutkan Nyonya grason karena memang selama ini dia dan nyonya seo tidak terlalu suka satu sama lain, namun mereka harus tetap saling menyukai di depan semua orang karena ada berbagai hal yang harus dipikirkan sebelum menunjukkan taring pada orang lain.


"Lalu bagaimana ibu akan membantumu?" tanya Nyonya gerason sambil memperhatikan putrinya.


"Kalau kalian mengadakan arisan lagi, Bisakah aku ikut bersama ibu? selebihnya biar aku yang menyelesaikannya," ucap Karin langsung dijawab anggukan Nyonya grason dengan begitu antusias.


"Tentu saja, kalau begitu ibu akan menghubungimu Kalau kami mengadakan arisan berikutnya. tetapi itu mungkin diadakan minggu depan, Apakah waktunya masih cukup?" tanya nyonya grason yang merasa cemas bahwa waktunya mungkin tidak akan cukup karena kemungkinan besar arisan mereka diadakan di akhir pekan.

__ADS_1


"Jangan khawatir, waktunya pasti cukup," ucap Karin yang kini semakin yakin bahwa pandangan Ibu mertuanya padanya telah berubah drastis.


Buktinya sekarang ibu mertuanya tampak sangat senang ketika dia meminta bantuan perempuan itu dan bahkan tidak mengkritiknya soal pendidikannya yang rendah tapi berani bekerja di perusahaan milik suaminya.


__ADS_2