Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
58


__ADS_3

"Bisakah kau cepat-cepat menyetir?!" Gerutu Anggi pada sopir yang membawanya ke sebuah klinik kecantikan.


"Maaf Nyonya, hari ini sedang sangat macet karena memang sedang jam pulang kantor, tapi saya sedang berusaha semampu saya," kata Sang sopir yang saat ini harus menghentikan kendaraannya karena ada kemacetan.


Anggi yang melihat kemacetan di depannya menjadi sangat kesal perempuan itu menggertakan giginya, tetapi dia dengan cepat menghentikan gerakannya karena terasa begitu sakit di wajahnya.


Anggi pun tidak punya pilihan lain selain terus menahan rasa sakitnya dalam mobil sampai 30 menit kemudian barulah ia tiba di klinik kecantikan yang paling dekat dari hotel xx.


"Selamat datang," ucap seorang perempuan menyambut Anggi.


"Katakan pada dokter Joy kalau aku datang di sini untuk bertemu dengannya,," ucap Anggi sambil menyerahkan kartu identitasnya pada perempuan yang menyambutnya.


"Baik," kata Sang Perempuan langsung pergi ke ruangan dokter Joy untuk menyerahkan kartu identitas Anggi.

__ADS_1


Sementara Anggi, dia duduk sendirian di sofa sambil menutupi wajahnya dengan majalah yang ia bawa karena saat ini wajahnya benar-benar sakit dan terlihat begitu buruk karena tamparan yang ia dapatkan dari Karin.


'awas aja kau Karin, kalau aku tidak bisa mendapatkan Rasyid, maka kau juga tidak akan bisa mendapatkannya! Setelah ini aku akan menuntutmu atas kekerasan yang kau lakukan padaku!!' ucap Anggi dalam hati dengan pikiran yang dipenuhi rasa dendam pada Karin.


Anggi terus menggerutu dalam hati sampai akhirnya ia kembali dihampiri oleh perempuan yang tadi menyambutnya.


"Nona Anggi, silakan ikuti saya," ucap Sang Perempuan langsung membuat Anggi berdiri lalu mengikuti perempuan tersebut sampai dia tiba di ruangan dokter Joy.


Begitu masuk ke ruangan dokter Joy, Anggi bisa melihat bagaimana ekspresi dokter Joy yang sangat terkejut melihatnya.


"Seseorang menamparku dengan sangat keras, Ayo cepat lakukan sesuatu ini sangat menyakitkan!" Tegas Anggi langsung membuat Joy menarik perempuan itu ke sebuah kursi.


"Kau benar-benar gila? Bagaimana bisa Kau membiarkan seseorang menampar wajahmu yang baru saja dilakukan operasi plastik Beberapa bulan yang lalu?! Aku rasa silikon pada hidungmu telah bergeser, dan juga pada dagumu,, ini benar-benar buruk!" Ucap dokter Joy sambil melakukan pertolongan pertama pada wajah pasiennya.

__ADS_1


Sementara Anggi yang mendengarkan ucapan joy, perempuan itu juga ingin menggerutu dengan mengutuki Karim, tetapi karena rasa sakit pada wajahnya membuatnya hanya bisa terdiam dan membiarkan Joy melakukan apapun pada wajahnya.


"Hah,,, sepertinya kondisi wajahmu memang begitu para, kita harus memotretnya dulu untuk mengetahui apa yang terjadi, kau tunggu di sini sebentar!" Ucap dokter Joy segera pergi meninggalkan Anggi dengan raut wajah yang tampak begitu cemas pada keadaan temannya. .


Sementara Anggi yang mendengarkan ucapan Joy, perempuan itu menjadi semakin marah, dan dia mengambil ponselnya lalu mengetik sebuah pesan untuk dikirimkan pada seseorang.


*Aku butuh pengacara,* Katy Karin sebelum dia mengirimkannya pada seseorang.


Beberapa saat kemudian, pesan Karin dibalas, *pengacara jenis apa yang kau perlukan? Lalu kapan kau membutuhkannya?*


*Seorang pengacara yang menangani kasus kekerasan, dan aku membutuhkannya sekarang juga! Tolong suruh dia pergi ke klinik kecantikan xx!* Ketik Anggi sebelum dia mengirimkannya pada orang yang sedang berbalas pesan dengannya.


*Baiklah,* balas seseorang dari seberang telepon.

__ADS_1


Maka setelah pesan itu, Anggi melemparkan ponselnya ke atas meja dan duduk dengan perasaan kesal.


__ADS_2