
Setelah kembali dari kediaman utama keluarga Grason, Karin dan suaminya duduk di dalam mobil yang dikendarai oleh Rasyid.
Karin menatap ke arah suaminya, dan dia bisa melihat raut wajah suaminya tampak sangat tidak senang atas apa yang terjadi hari ini.
Tapi Karin mengerti mengapa pria itu sangat tidak senang, jadi dia tidak berniat untuk berbicara apapun sehingga Karin hanya diam saja sampai mobil mereka tiba di parkiran apartemen.
Karin hendak membuka pintu ketika Rasyid berkata, "biar aku membukanya untukmu."
Karin pun mengganggukan kepalanya dan membiarkan suaminya keluar dari mobil membukakan pintu untuknya sebelum Karin keluar dari mobil.
"Hati-hati ke kantor," ucap Karin sambil menatap wajah suaminya yang tampak sudah lebih baik daripada ketika mereka baru meninggalkan kediaman utama keluarga Grason.
"Hm,," jawab Rasyid sambil mengulurkan tangannya lalu membawa perempuan itu ke dalam pelukannya.
"Maaf," ucap Rasyid yang bisa mengetahui bagaimana istrinya sangat kesulitan selama menikah dengannya, apalagi dia tidak pernah memperhatikan istrinya dan tidak pernah menanyakan bagaimana hari-hari istrinya di kediaman utama.
"Untuk apa Kau minta maaf padaku?" Tanya Karin sambil menepuk-nepuk punggung suaminya.
__ADS_1
"Aku minta maaf untuk semua kesalahanku dan minta maaf untuk semua kesedihan yang pernah kau lalui." Ucap Rasyid sambil mencium puncak kepala istrinya.
Maka Karin pun akhirnya mendorong suaminya untuk melonggarkan pelukan mereka lalu dia mendongak menatap suaminya, "tidak perlu minta maaf, yang paling penting adalah Apa yang akan kita lalui ke depannya." Ucap Karin.
"Terima kasih sayang," kata Rasyid segera mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya.
Setelah ciuman itu, Rasyid pun berpamit pada istrinya lalu dia segera berangkat ke kantor dengan Karin yang juga naik ke apartemen.
Saat memasuki rumah, Karin melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi sehingga Karin menghela nafas dan langsung pergi berganti pakaian.
Setelahnya, Karin pergi ke dapur lalu mulai menyiapkan bahan-bahan makanan yang harus ia gunakan untuk membuat makan siang suaminya.
Setelah selesai bersiap-siap, Karin kemudian berangkat menuju kantor suaminya dengan perasaan senang.
Tetapi ketika dia tiba di kantor, Karin menghentikan langkahnya saat ia melihat suaminya sedang berjalan bersama seorang perempuan yang mana perempuan itu tampak sangat ceria bercakap-cakap dengan suaminya.
'Siapa perempuan itu?' gerutu Karin dalam hati sambil mengikuti dua orang itu agar dia bisa mendengar apa yang dibicarakan.
__ADS_1
"Aku sangat lega kita mendapatkan proyek besar itu, Bagaimana kalau hari ini kita merayakannya dengan makan siang bersama?" Ucap perempuan yang berjalan di samping Rasyid.
"Aku tidak bisa," jawab Rasyid dengan singkat.
"Lho Kenapa? Apa kau sudah ada rencana lain?" Tanya perempuan bernama Anggi.
"Ya," jawab Daffa.
Anggi merasa agak kecewa mendengarkan ucapan Daffa, Tetapi dia tidak menyerah dan lanjut lagi berkata, "Ah, sayang sekali, kalau begitu nanti malam setelah pulang bekerja,--"
"Sayang!!" Seru Karin memanggil suaminya hingga membuat Rasyid menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah sumber suara.
"Kau sudah datang," ucap Rasyid sambil mengulurkan tangannya ke arah istrinya hingga Karim pun dengan cepat berjalan ke arah suaminya dan memeluk suaminya dengan erat.
"Aku sengaja datang lebih awal, karena ku pikir kau mungkin sudah lapar." Ucap Karin sambil mengalihkan perhatiannya pada perempuan yang tampak tertegun menatap ke arahnya.
"Apa dia karyawan barumu?" Tanya Karin.
__ADS_1
"Ya, Dia baru saja datang dari luar negeri," jawab Rasyid langsung membuat Karin tersenyum pada Anggi sebelum perempuan itu menarik suaminya menjauh dari Anggi.
"Ayo cepat ke ruangan mu, Kau pasti sudah lapar," kata Karin mengabaikan Anggi hingga membuat Anggi tercengang di tempatnya.