Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
55


__ADS_3

Setelah selesai menemui menantunya, Nyonya Grason kembali ke meja yang ditempati oleh teman-temannya untuk melakukan arisan.


Saat tiba, Lisa langsung menatap Nyonya grason sambil berkata, "Kenapa kau tidak mengajak menantumu ke sini? Aku lihat menantumu adalah seorang perempuan yang bisa diandalkan. Aku sangat terkejut dia Ternyata mengetahui 4 bahasa."


Nyonya grason melemparkan senyumnya ke arah Lisa, "Dia sedang sibuk mempersiapkan makan malam, tapi dia akan bergabung saat makan malam nanti," ucap Nyonya Grason.


"Benarkah? Kalau begitu hari ini kita akan mencicipi makanan buatan menantu keluarga Grason," ucap salah seorang perempuan yang sangat bersemangat untuk mencicipi makanan yang dibuat oleh Karin.


"Sebenarnya kalian sudah mencicipi makanan buatannya, karena semua cemilan yang tadi kita makan juga adalah buatannya," ucap Nyonya Grason langsung membuat semua orang terkejut.


"Benarkah?! Dia yang membuat semua cemilan ini?"


"Aku pikir cemilan ini dibuat oleh mu hingga rasanya begitu enak."


"Tadinya aku pikir kau membuat resep lain untuk kue ini hingga rasanya jadi lebih enak, tapi ternyata yang membuatnya adalah menantumu? Menantumu begitu hebat, masakan buatannya jauh lebih enak daripada buatanmu!!"


Nyonya grason yang mendengarkan komentar teman-temannya kini merasa senang di tempatnya karena semua orang memuji menantunya, yang artinya dia pandai mencari menantu untuk putranya.


Saat itu juga, Nyonya grason telah melupakan ketidaksukaannya pada Karin sehingga Nyonya Grason berkata, "kalau begitu, kalian mungkin akan menyukai makan malam hari ini."


"Ah,, tentu saja, tapi ngomong-ngomong Apa pekerjaan menantumu?" Tanya salah seorang perempuan yang merasa penasaran apa yang dikerjakan oleh Karin.


"Dia tidak bekerja, Dia memutuskan untuk berada di rumah menyiapkan keperluan putraku," ucap Nyonya Grason.

__ADS_1


"Ah, begitu, dia istri yang berbakti," ucap sala seorang perempuan.


"Tapi ngomong-ngomong apa Kau sudah memiliki seorang cucu tapi kau menyembunyikannya sama seperti kau menyembunyikan menantumu?" Ucap Lisa yang merasa bahwa banyak menyembunyikan sesuatu bahkan sampai menyembunyikan menantunya sehingga tidak mustahil kalau perempuan itu juga menyembunyikan seorang cucu.


"Tidak! Aku belum memiliki seorang cucu, tapi kalau nanti ada kabar baik, aku pasti akan mengatakannya pada kalian," ucap Nyonya Grason.


"Ah,, Memangnya putramu dan menantumu sudah menikah berapa lama?" Tanya seorang perempuan yang menggunakan pakaian berwarna putih.


Nyonya grason pun terdiam mendengarkan pertanyaan itu, dan dia tahu orang-orang pasti akan menghina Karin jika tahu Karin dan Dafa sudah lama menikah namun belum memiliki seorang anak.


Tetapi ketika dia melihat semua perhatian orang-orang tertuju padanya, maka mau tidak mau Nyonya grason harus berbicara.


"Pernikahan mereka sudah sekitar 2 tahun, tapi mereka memang belum berencana untuk memiliki seorang anak. Lagi pula kalian melihat menantuku masih begitu muda, jadi aku tidak ingin dia melewatkan terlalu banyak masa mudanya untuk menjadi ibu rumah tangga," ucap Nyonya grason sambil mengukir sebuah senyuman di wajahnya meski dia merasa cukup untuk mengatakan hal tersebut.


"Ah,,, aku lihat umurnya memang baru sekitar 20 tahun, tapi kau sudah menyuruh mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bukan? Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi pada Putra atau menantumu, kau harus mengantisipasi semuanya!!" Tegas salah seorang perempuan.


Nyonya grason yang mendengarkan itu juga merasa setuju, akan tetapi karena semua orang telah mengetahui Karin sebagai menantunya, maka dia tidak bisa menjelek-jelekkan Karin di depan semua orang, karena itu sama saja dengan menjelek-jelekkan pilihan keluarganya menikahkan Karin dengan Putra mereka.


Oleh sebab itu, Nyonya grason berkata, "Putra dan menantuku sudah melakukan pemeriksaan, dan semuanya baik-baik saja, tapi mereka memang masih menunda kehamilan mereka, dan Juga Karin tidak berusia 20 tahun melainkan 24 tahun."


"Apa?! 24 tahun?!"


"Usianya 24 tahun?!"

__ADS_1


Semua orang terkejut, karena mereka melihat Karin tampak sangat awet muda tampak seperti baru berumur 18 tahun, tetapi mereka memang sengaja berbicara bahwa Karin berumur 20 tahun, karena pernikahan di negara mereka menetapkan usia minimal perempuan untuk menikah adalah 19 tahun.


Melihat keterkejutan teman-temannya, maka Nyonya Grason menjadi sangat senang karena dia bisa mengandalkan menantunya untuk membuat semua orang terkejut, "ya, menantuku memang sangat awet muda, dan selain itu dia sangat pandai dalam berbagai hal," ucap Nyonya grason bersamaan dengan Karin yang keluar dari rumah lalu mendengar ucapan Ibu mertuanya.


Karin pun tersenyum senang sambil terus melangkahkan kakinya menghampiri semua orang.


"Ini adalah cemilan terakhir sebelum makan malam, cemilan ini meskipun manis, tapi sama sekali tidak mengandung gula, jadi cocok untuk semua orang," ucap Karin meletakkan cemilan di atas meja.


Semua orang memperhatikan Karin, dan mereka semua tampak iri melihat perempuan itu sangatlah mudah dari usia yang sesungguhnya.


Tapi tidak ada satupun orang yang berbicara dan mereka hanya mengambil cemilan yang dibawakan oleh Karin lalu mencicipinya.


Nyonya grason yang duduk di tempatnya, perempuan itu berkata, "kau bilang akan segera membawa makan malamnya kemari?"


"Tentu saja Bu," ucap Karin sambil melirik ke belakang bersamaan dengan beberapa orang yang datang membawakan makan malam.


Orang-orang itu bukan membawa makan malam yang sudah jadi, tetapi membawa kedai mini untuk membuat makan malam dengan beberapa chef andalan yang langsung membuat semua orang terkejut.


"Chef Jina!!"


"Astaga!! Chef Markues juga di sini!!!"


Beberapa diantara teman-teman Nyonya grason langsung berdiri saking bersemangatnya Mereka melihat idola mereka datang di tempat itu.

__ADS_1


Sementara Karin yang melihat semua orang yang tampak bersemangat, ia tersenyum sambil berkata, "mohon menunggu selama 30 menit lagi."


Setelah berbicara, Karin pun berjalan mendekati tiga orang chef yang didatangkan oleh Karin lalu dia berbicara dengan Ketiga orang itu sebelum ketiganya langsung pergi ke tempat mereka masing-masing untuk memasak.


__ADS_2