
****
Hari semakin larut....
Raya masih duduk sambil memperhatikan isi kamar Raya, bagaimanapun dirinya tidak pernah mengidolakan orang sampai segitunya. Mungkin sebaliknya Raya yang dulu sewaktu masih sebagai Karenina justru memiliki penggemar walaupun tidak sebanyak Alend. Tubuh yang ditempatinya sekarang mempunyai sejenis hobi untuk mengoleksi semua yang berkaitan dengan Alend.
Raya melihat foto Alend yang terpampang didepan matanya.
“ Kalau pria ini lahir di zaman kuno, aku yakin dirinya akan menjadi malapetaka dizamannya” Komentar Raya.
Gadis itu beralih membaca berita diponselnya, gadis itu mencoba mencari tahu apa yang sedang trending sekarang, Raya mengira skandal mengenai dirinya pasti telah trending di dunia maya.
Kali ini masalah foto yang diambil di klub Tim Alend pasti menghabiskan banyak uang untuk menekan agar berita ini tidak trending lagi, menghapus berita dan tidak membiarkan masalah ini berlanjut, jika tidak maka Raya akan menjadi sasaran kemarahan hingga bahkan akan meragukan dirinya harus hidup atau tidak…
…jelas! ini kesalahan Raya, dia juga bisa menggunakan alasan ini untuk mengakhiri kontrak pernikahan mereka tetapi anehnya justru mengapa dia malah membantu Raya menekan skandal ini?...
Kesan baik Alend meningkat tajam dibanding sebelumnya dimata Raya. Gadis itu tersenyum membaca berita online diponsel.
“ Okelah ke depannya tidak akan memanggilmu banci lagi “ Kata Raya tersenyum kecil.
Raya tadinya tidak mengerti mengapa “dirinya” Yang dulu begitu menyukai Alend ternyata lelaki itu memiliki tampilan dingin pada tampilan luarnya namun menjadi lembut dan berprinsip didalamnya, oleh karena itu tidak heran Raya sangat mengidolakan Alend.
“ Cepat Tidur ah…besok seharusnya aku sudah mulai masuk sekolah “ Kata Raya beranjak ke tempat tidur.
Raya syok melihat bantal dikasur itu bergambarkan Alend, secara tiba – tiba muncul firasat buruk dikepalanya, dengan segera Raya menarik selimut
dan
ternyata benar saja….
“Astaga…ini apa?? “
Seluruh bulu ditubuh Raya berdiri rasanya melihat sprey yang bergambar Alend. Entah segila apa Raya dulunya hingga seluruhnya berlabel Alend. Raya yang sekarang bahkan tidak berani tidur dikasur itu saking gelinya melihat gambar sang idola dispreynya.
“Benar – benar gila..ini terobsesi Namanya… Fans gila! Tidak melepaskan satupun bahkan Kasur sprey semuanya bergambar Alend, bahkan cadangan sprey juga? Ckckckck…”
__ADS_1
Raya memeriksa isi lemari Raya, tidak ada satupun yang bisa menggantikan sprey dikasur, semua cadangan sprey berbentuk Alend. Raya tidak punya sprey yang dianggap normal oleh Raya yang sekarang.
Raya mencoba memahami kegilaan “Raya terdahulu” dengan mengamati satu persatu koleksi Raya (Asli).
“ Ah… ummm aku tahu.. apa ini rasanya seperti dipeluk idola sampai ketiduran? Bantal…sprey seperti ini juga sangat umum, aku mengerti… aku mengerti… aku mengerti kentutmu! ”
Level stress Raya meningkat berimbas dengan turunnya kesan baik Raya terhadap Alend. Penurunan tajam hingga ke level 0 (Nol).
Raya bertekad harus mengganti dekorasi kamar dan membuang semua koleksi yang berkaitan dengan Alend.
“ Pokoknya esok beli sprey baru ah… “ Katanya sambil menghibur diri.
Karena tidak nyaman tidur dikasur, (bukan karena Kasur keras tetapi karena ada gambar Alend ) akhirnya Raya tertidur di atas meja.
***
Keesokan harinya cuaca sangat cerah, beruntungnya sejak ditegur papanya, ibu tiri Raya dan saudari tirinya tidak berbuat ulah Hingga pagi Raya dirumah dilewati dengan baik – baik saja.
Hari ini Raya harus kuliah. Dirinya kuliah disebuah universitas ternama, kampus itu besar dan bangunannya modern didalamnya.
Terlihat memang santai tetapi sebenarnya jika diperhatikan gadis itu selalu menghembuskan napas berat disetiap langkahnya.
Tadi pagi papanya berhasil mendesaknya untuk menemui Alend, tujuannya untuk menarik simpati pemuda tersebut.
“Papa membantumu membuat janji makan malam dnegan Alend jam 8 malam. Jangan lupa untuk meminta maaf dengan baik! Cewek centil sedikit tidak masalah, dia pasti akan memaafkanmu”
Terbayang tiap kata papanya disetiap Langkah kakinya. Raya benar – benar pusing, papanya terlalu mendesaknya untuk mendekati Alend. Padahal Raya sudah tidak berminat lagi menjadi istri dari sang superstar Alend Bagaskara.
“ Bikin pusing saja seperti tidak ada yang lain saja akh… hummm tapi aku sudah punya cara untuk menghadapinya, lihat saja nanti “ Kata Raya tersenyum evil.
Gadis cantik ini terus saja berjalan menuju kelasnya. Tidak sulit menemukan ingatan dimana kelas Raya. Akhirnya Karenina mulai menerima jika dirinya kini hidup sebagai Raya. Hanya saja si Tomboy Karenina memutuskan untuk tidak mengikuti gaya Raya yang asli, dirinya akan jadi orang yang berbeda. Dulu dirinya pernah membaca novel mengenai Time travel atau perpindahan sejenis ini namun Karenina tidak menyangka jika dirinya akan mengalami secara langsung.
Sayangnya dalam novel tersebut tidak diceritakan bagaimana bisa bertukar kembali. Apalagi tubuh Karenina sedang berada dirumah sakit sekarang (Diotopsi forensik).
“hmmm…Kelas 2A “ Gumam Raya saat membaca kertas jadwal kuliahnya.
__ADS_1
Gadis itu merasa sudah berjalan ke jalan yang benar, memilih langsung masuk ke dalam.
“ Seharusnya disini… “ Sahutnya gembira sambil tersenyum kecil.
Mulailah kehidupan perkuliahannya, jika dulu dirinya hanya sibuk Latihan bela diri sekarang dirinya harus memfokuskan diri sebagai mahasiswi. Terasa aneh karena dirinya terbiasa dengan Latihan fisik dan olah raga berat lainnya sekarang dirinya hanya memegang pena dan membaca buku. Hal yang hampir tidak ada dalam mimpinya.
***
Raya masuk langsung duduk di meja yang bernomor 03. Semuan pandangan mata menuju ke arahnya, rata – rata dengan mulut menganga syok tidak percaya.
"Memangnya ada apa? kok kulihat mereka heboh saat aku masuk" Raya terheran – heran.
Gadis ikut melihat penampilannya mengira ada sesuatu yang salah padanya. mungkin ada sisa makanan digiginya. Semuanya terlihat bisik – bisik kasak kusuk didepannya
“Sebentar bukannya itu tempat duduk Raya? “
“Dia adalah Raya? “
“Selama Liburan pasti pergi operasi plastik! “
“Kali ini operasi plastik tidak kabur lagi!! “
Sahut sahutan suara dalam kelas, Raya dapat mendengar semuanya dengan jelas. Teman – temannya tidak percaya dengan penampilan Raya yang sekarang.
“ Hemm… kalau masih ada waktu untuk kepo dan tidak banyak pekerjaan mendingan gunakan waktu dan tenaga kalian untuk belajar, daripada harus mengulang lagi… “ Bisik Raya dalam hati berusaha mengabaikan suara – suara dari teman sekelasnya.
“ Sekarang aku tidak punya waktu untuk membicarakan mereka… aku harus fokus pada ujian dulu..” Kata Raya mengambil pena dari dalam tasnya.
Raya dulu sangat suka berdandan menor dan berpakaian berlebihan sehingga penampilannya yang sederhana dan riasan make up tipis membuat semuanya terkejut. Raya terlihat lebih segar dan cantik sesuai dengan usianya.
Diam – diam salah seorang mahasiswa mengambil gambarnya dengan kamera. Raya yang sedang serius diphoto dari arah samping tidak tahu jika ada yang iseng mengambil gambarnya terus saja sibuk belajar.
***
BERSAMBUNG
__ADS_1
Esok lagi ya pembaca sekalian. Terima kasih yang telah memfavoritkan cerita ini... makasih banyak.