
Raya POV Start
Mengapa semua orang suka menilai seenaknya...
Mengapa mereka tidak mencoba mengenaliku...
Memangnya kalian siapa?
Aku tidak hidup dari belas kasihan kalian...
Akan kubuktikan siapa diriku...
Raya, tenang saja! Aku Karenina tidak akan membiarkanmu ditindas lagi!
Selama aku ada! Mari kita bangkit bersama
RAYA POV End
***
Tantri Menatap dibalik kacamatanya semakin terkejut dengan sikap Raya.
" Iya aku tahu... Jika kau memberikan aku satu kesempatan, aku akan membuktikan padamu jika aku ini bukan orang yang tidak berguna" Ujar Raya Mantap.
" Hehehe sudah lama tidak berjumpa ternyata dia sudah jadi lebih dewasa"
Tantri melihat kepercayaan diri Raya, perlahan mengikis rasa tidak sukanya terhadap gadis itu.
" Kau tahu Galaxy entertaiment sangat besar, dengan pengalamanmu bisa melakukan apa? Dengan statusmu sebagai tunangan Alend Bagaskara mana mungkin aku menyuruhmu untuk menjadi pembantu" Kata Tantri.
Wanita itu bisa saja melakukannya namun itu sama saja akan menodai reputasi Alend, Jika Raya sampai bekerja sebagai petugas kebersihan diperusahan itu maka akan muncul berita jika Alend tidak punya perasaan dengan membiarkan tunangannya bekerja kasar. Tantri mau tidak mau hanya bisa memutuskan untuk memasukkan Raya dalam daftar pekerjaan keartisan saja.
" Disini aku punya pekerjaan, semuanya berhubungan dengan profesi artis...coba kulihat...film ini membutuhkan pemeran utama wanita, persyaratannya cukup terkenal dan pandai berakting, kau cukup terkenal tapi apakah kau bisa berakting? " Tanya Tantri.
" Jangan...Kak Alend pernah mengatakan aktingku lebih parah dari anak SD..." Jawab Raya terkekeh
Raya menggeleng, Tantri tidak mau memaksakan Raya memilih mencari daftar pekerjaan lain.
" Ini .... Ada acara musik, mencari penyanyi profesional, persyaratan bisa nyanyi nada tinggi...hmmm soal nada tinggi...sepertinya "
Tantri memeriksa daftar pekerjaan yang cocok untuk Raya, dari Penyanyi hingga Talent show sambil menyebutkan semua kekurangan Raya, Raya tidak bisa ini tidak bisa itu.
__ADS_1
"Ini Perusahaan Iklan model mencari model dengan persyaratan tinggi tidak kurang dari 175cm" Kata Tantri kemudian menyisihkan Map Tersebut ke sampingnya.
" Ini acara mencari cinta, pihak penyelenggara mencari artis wanita yang mencari cinta sejati... Kau tidak bisa ikut karena statusmu sebagai tunangan Alend...Ini acara kesenian perusahaan mencari pembawa acara, bisa memeriahkan suasana. Persyaratan memiliki penampilan yang baik, pandai bicara dan berpengalaman..kau tidak bisa ketiganya..." Kata Tantri sambil mengeluh panjang. Tidak ada satupun yang cocok untuk Raya sekarang ini.
" Astaga ini semua apa-apaan... " Raya juga pusing tidak menemukan pekerjaan yang cocok untuknya.
Baru sadar tidak memiliki apapun untuk diandalkan dalam bekerja.
***
Tantri menatap Map Terakhir, ada keraguan diwajahnya.
" ini pasti tidak mungkin, meskipun aku memang mempersulitnya tapi ini benar - benar tidak cocok untuknya"
Tantri menatap map yang berisi pekerjaan didepannya.
" ini yang terakhir... film ini mencari stuntman beladiri untuk pemeran utama wanita" Kata Tantri mendesah panjang.
" ITU! ITU! Aku mau itu..aku mau jadi itu..." Seru Raya kegirangan akhirnya menemukan sesuatu yang dirasa cocok untuknya.
Tantri menatap Raya lamaa sekali. Tidak percaya dengan respon gadis didepannya.
" Apa tadi? Pekerjaan apa yang kusebutkan tadi? "
" Haah? " Tantri menatap tidak percaya. Raya tertarik menjadi STUNTMAN?? Apa gadis itu sedang bercanda? Apa Dia tidak tahu jika pekerjaan Stuntman itu sangat berbahaya?
" Kau sudah gila?? Tim Film ini mencari stuntman beladiri yang bisa berkelahi, membantu pemeran utama wanita berkelahi! Bukan untuk dipukul!! Kau mengira itu pekerjaan gampang??? " Seru Tantri dengan suara tinggi.
" Aku tidak akan berkelahi...tidak akan saling pukul kok... " Raya malah komat kamit sendiri. Hatinya sudah terlanjur senang dengan pekerjaan yang akan dilakukannya.
" Astaga!! aku salah perhitungan! Kukira pekerjaan ini akan membuatnya susah dan mundur dengan sendirinya!! Aku lupa jika Raya ini super bodoh!! " Tantri menepuk wajahnya.
" Alend menyuruhku untuk memilihkan pekerjaan yang cocok untukmu jika dia mengetahui aku memilih pekerjaan yang resikonya kau harus dipukul, aku akan susah menjelaskannya, lalu...orang-orang yang kukirim semuanya adalah tim yang profesional, aku takut kau malah membuat perusahaan malu " Jawab Tantri muram.
" Tenang, aku tidak akan memalukan Kak Alend! Aku janji padamu! Aku tahu semua pekerjaan harus dilakukan dengan profesional, aku juga tidak akan meremehkan pekerjaan yang akan kukerjakan! Aku sudah memikirkannya dan memutuskan untuk menerimanya, kali ini jika aku sampai membuatmu malu, aku tidak akan muncul dihadapanmu lagi, aku janji!! " Ujar Raya dengan penuh tekad.
Keyakinan terpancar dalam tatapan matanya. Sepasang mata yang penuh percaya diri, menarik semua orang untuk penasaran dengan semangat membara gadis sipemilik mata itu.
" Otakku pasti ada masalah..." Gumam Tantri dalam hati tidak percaya jika pandangan buruknya padda Raya hampir secara total berubah.
Raya meninggalkan kantor dengan wajah bahagia.
__ADS_1
***
Pukul 19.10 WIB
" Aku pulang..." Terdengar suara Abi masuk ke dalam rumah. Tidak biasanya dirinya mengucapkan salam. Sejak Raya tinggal dirumahnya, Pemuda itu langsung membiasakan diri untuk mengetuk pintu rumahnya.
Tidak ada sahutan dari Raya, Abi mengira Raya masih belum kembali dari perusahaan. Secara tiba - tiba sebuah tinju berhenti didepan wajahnya. Abi terdiam saking terkejutnya.
" Hai abi...sudah pulang? " Tanya Raya menarik tinjunya.
" Na- Nasi Bungkus... aku sudah makan rrrasanya enak sekali, mohon untuk mengampuniku..." Jawab Abi ketakutan.
Dengkulnya gemetaran saking kagetnya.
" Kau kenapa? Aku sedang latihan tinju..." Tanya Raya tidak mengerti melihat Abi ketakutan.
" Aku mengira kau masih marah... Wawancara hari ini bagaimana? Berhasilkah? Apa mereka mempersulitmu? " Tanya Abi meletakkan tas kuliahnya begitu saja dikursi terdekat darinya.
" Yups..aku dapat pekerjaan menjadi stuntman beladiri..." Jawab Raya enteng masih sibuk dengan latihan pemanasannya.
" WHAATT??? " Abi syok setengah mati.
Dalam pikiran Abi, Raya sepertinya tengah ditipu oleh Tantri dengan sengaja memberikan pekerjaan Stuntman padanya, ada dua opsi dalam pikiran Abi, Raya tidak tahu jika pekerjaan Stuntman itu berbahaya atau Tantri telah menipunya dengan mengatakan informasi palsu mengenai pekerjaannya. Abi merasa harus menyelamatkan sahabatnya itu sebelum sahabatnya babak belur.
Sementara itu Tantri sedang merinding sendiri, mengingat tadi Raya memeluknya begitu erat sambil berterima kasih.
" Terima kasih! Terima kasih banyak kak Tantri! Masalah yang tadi maafkan aku ya!! Aku sangat mencintaimu...." Kata Raya bahagia.
" Jangan cepat bahagia! Masih ada uji coba yang harus dilalui!! " Jawab Tantri sewot sayangnya Raya tidak terlalu mempedulikannya saking bahagianya.
***
BERSAMBUNG
Ayo kejar - kejaran...Naya sedang mencoba menulis secepat yang Naya bisa. Jumat dan sabtu masih harus ujian dan TEPAR..... Semangat!
kabar gembiranya Ujian telah selesai lebih cepat
tapi
__ADS_1
kabar buruknya tidak ada liburan akhir tahun (Hiks)
Awal tahun mulai ngampus lagi. Goyang patah-patah! Hora horeeii....