Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 32 - Dijebak Part 2


__ADS_3

***


Gelas yang tadinya berisi jus wortel sekarang telah kosong tanpa sisa. Pak Mahesa tersenyum senang, sebentar lagi rencananya akan menemui titik terang.


" Putri Papa patuh sekali... Anak papa yang baik! Sini Papa bawakan gelasmu, cari Alend! Ingat Jangan berbuat ulah lagi..." Bujuk Pak Mahesa tertawa senang.


Wajah Raya terlihat memerah, entah apa yang dicampurkan pada Jusnya sehingga Raya terlihat hampir kehilangan kontrol terhadap dirinya sendiri.


" Kak Alend..." Pekiknya Centil melupakan keanggunannya tadi.


Keberadaan pak Mahesa terabaikan sepenuhnya. Raya langsung menuju Alend dan menggandengnya. Gadis itu terlihat semakin tidak terkontrol menggandeng tangan Alend didepan semua orang.


" Aku rindu sekali padamu..." Ujar Raya dengan nada manjanya.


Alend telah terbiasa "disergap" Raya menanggapinya dengan tenang. Pak Mahesa buru - buru mendekati Alend khawatir jika tindakan Raya menyebabkan rasa tidak nyaman untuk Alend. Dirinya harus menggiring Alend dan Raya untuk berdua agar rencananya berjalan mulus.


Raya masih saja sibuk mengelus elus pakaian Alend sambil tersenyum senang.


" Nak Alend jangan marah pada Raya, sejak kecil terlalu dimanja, tidak pernah kumarahi hingga suka seenaknya.. Kedepannya lagi aku akan bertindak tegas padanya" Kata Pak Mahesa pura -pura sedih.


Alend menatap jauh ke dalam mata pria didepannya, dirinya langsung tahu jika Pak Mahesa sedang berpura - pura. Raya sedari tadi terus saja mengelusnya mau tidak mau membuatnya heran mengapa Raya masih berani melakukannya padahal Raya tahu dengan jelas jika dirinya tidak suka disentuh oleh siapapun.


" Ayo cepat bereaksi...cepatlah bereaksi...buatlah Papa kelabakan... " 


Raya sebelumnya pernah ketahuan Alend sedang berakting ( kejadian di Restoran tempo hari ) namun maish saja tidak berubah tetap suka main tempel saja.


" Eh kok aku mulai pusing ya..."


Raya merasa tanah mulai bergoyang, pandangannya mulai tidak fokus. Sambil mendengarkan suara papanya, Raya semakin memegang erat lengan Alend agar tidak terjatuh.


" hiks pusing sekali..." desis Raya dengan suara kecil.


Mata Alend langsung meliriknya, Pria ini curiga ada yang tidak benar dengan kondisi Raya.


" Sebelumnya anak ini sudah menyusahkanmu, setelah kembali ke rumah aku memarahinya habis - habisan, begitu tahu kau akan datang ke acara ini, Raya langsung memohon padaku untuk ikut agar bisa meminta maaf secara langsung padamu"


Alend tidak lagi fokus dengan perkataan pak Mahesa, Raya semakin aneh.


" Paman sudah salah sangka, dia tidak pernah berbuat hal yang buruk padaku, dipertemuan kemarin kami bicara dengan lepas..." Kata Alend.


" Oh ya? baiklah kalau begitu"

__ADS_1


Pak Mahesa menyadari jika obat yang dicampurkan ke jus Raya sudah mulai bereaksi, dirinya tidak bisa menahan Raya terlalu lama ( Takutnya meledak)


" Raya, bukannya ada yang mau kau bicarakan dengan Nak Alend berdua, pergilah ke atas biar tidak ada yang ikut mendengar pembicaraan kalian" Suruh Pak Mahesa.


" Iya baiklah..." Jawab Raya.


Raya menarik lengan Alend dan menggandengnya naik ke atas. Banyak mata yang memperhatikan keduanya.


" Kak Ayo ikut aku.." Ajak Raya.


Raya terlihat senang Alend tidak menolak ajakannya untuk naik ke atas. Sebelum obat bereaksi penuh Raya harus menjauh dari kerumunan terlebih dahulu.


" Pertama kali sedekat ini melihat Raya ternyata dia cantik sekali..."


" Artis wanita saja kalah dengannya, tidak ada yang bisa melawan kecantikannya"


" Apalagi saat Dia berdiri disamping Alend, wow! Mereka pasangan yang serasi ternyata...apa yang membuat netizen menghujatnya ya..."


" Aku adalah penggemar Alend, sebelumnya mengira tidak akan ada yang cocok berdampingan dengan Alend-ku, sampai aku melihat Raya disampingnya, meski darpi wajahnya ternyata Raya sangat cocok" 


" Lihat! Siapa yang bilang jika Alend dingin terhadap tunangannya? Kalian bisa melihat cara memandangnya? Romantis sekali.."


" Aahhh Aku iri!! Aku cemburu!!" 


" Bagaimana? Apakah bisa berhasil? " Tanya salah seorang rekan Pak Mahesa mendatangi pria itu.


" hehehe tenang saja..."


" Mantap sekali kalau begitu, aku menunggu kabar baik darimu! Wajah putrimu begitu cantik, pria mana yang bisa menolaknya ..( hehehe akupun ingin menyentuhnya ) " sahut pria tua disamping Pak Mahesa.


Kata yang terakhir tadi hanya dalam hati saja, Pria yang seumuran dengan Pak Mahesa juga tergiur dengan Raya tadi.


" Kita akan memiliki beking dari keluarga Bagaskara berkat putrimu, kali ini kita akan berjaya dimasa depan" Kata Pria tua itu disambut dengan senyuman licik pak Mahesa.


Keduanya telah membayangkan seandainya rencana mereka berhasil maka tidak akan sulit lagi untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah bisnis mereka selama ini.


***


Naura mendekati meja, telinganya penuh dengan pujian pada Raya. Gadis itu muak luar biasa.


" Mah..Lipstikku di tasmu, bisa tolong ambilkan untukku" Pinta Naura tersenyum sok polos.

__ADS_1


Ibu Rika memberikan benda yang diminta Naura. Nampaknya ibu itu sudah menduga apa yang akan dilakukan oleh putrinya. Ada keraguan diwajahnya saat menyerahkan lipstik tadi.


" Aku akan menemani papamu bertemu dengan tamu lain, berhati - hatilah" Ucapnya.


" Kalau begitu aku akan pergi ke ruangan istrahat untuk berdandan sedkit, terima kasih mah"


Naura memegang lipstik itu erat seolah takut jatuh.


" Papa membiarkan Raya menggoda Kak Alend lalu semua orang yang hadir di sini pun akan mengetahui. Dengan demikian, demi menjaga reputasi, Kak Alend pasti akan segera menikahi Raya."


Naura membuka lipstik, diluar dugaan di dalamnya bukan lipstik melainkan suatu cairan yang kemudian ditaruh Naura ke dalam gelas minuman.


" Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi, Raya tidak boleh bahagia! " 


Naura bersungut kesal sambil menuangkan cairan itu ke gelas minuman, tidak hanya mewarisi garis wajah saja ternyata Naura juga memiliki sifat selicik papanya.


" wajah secantik bidadari? CIH!! Pasangan serasi? Rasanya aku ingin muntah!! Tapi tenang saja, hari ini tetap merupakan hari terpentingmu sebagai seorang wanita... hmmm tapi aku akan mengganti cara, lihat saja ini akan menjadi malam yang tidak terlupakan untukmu!!"


Naura tertawa sendiri membayangkan betapa bagusnya jika rencananya telah berhasil. (Like Father like daughter)


" Dek Raya? Dek... Dek Raya..." Terlihat tidak jauh dari Naura, Kenzo dengan mencari Raya diantara para tamu.


Naura langsung mendekati Kenzo, " Kak Kenzo lama tidak jumpa, ini aku memberikan segelas wine, apakah kau mau menerimanya? " tanya  Naura dengan halus sekali.


" Gadis cantik memberikan segelas wine, mana mungkin aku menolaknya" Sambut Kenzo namun lain dalam hati.


" Ck..wanita membosankan...mengapa dia mencariku? Aku tidak ingin bersama dengannya"


" Si Gendut sialan! Sekarang masih bisa sombong! hari ini akan menjadi hari terakhirmu mengangkat kepala disini, siapa juga yang mau menikah dengan orang segendut ini!! " Maki Naura dalma hati


" Astaga! Raya ini sangat ceroboh...Masa ponselnya diletakkan disini? Oh ya dia tadi bersama Kak Alend, keduanya beristrahat diruangan mana ya? bisakah Kak Kenzo menemaniku untuk mencarinya?" Tanya Naura dengan senyum liciknya.


Kenzo mulai tidak fokus dan mabuk setelah meminum wine pemberian Naura. Pikirannya mulai tidak jernih dan mengikuti saja kemana Naura menuntunnya.


***


BERSAMBUNG


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2