
***
" Anu.. tenang saja kak Alend, kali ini aku tidak meminum obat peransang seperti yang waktu di Gala amal itu, aku memiliki prinsip sendiri, aku tidak akan memanfaatkan keadaan ini untuk mencelakai orang apalagi memaksanya untuk melakukan hal yang tidak dinginkannya" Jelas Raya.
" Memangnya siapa yang mencelakai dan dicelakai sich? Aduh kau ini, aku dapat membaca pikiranmu dengan jelas Raya!! "
Alend menatap lurus ke arah mata Raya yang tengah membola seolah menunjukkan keseriusannya. Terus terang keadaan mereka ini membuat Alend agak kepanasan. Bibir Raya yang sejak tadi tidak pernah berhenti bicara membuatnya ingin mendiamkannya.
tapi Alend tidak ingin mendiamkannya dengan teguran, Alend sejak tadi sudah berusaha menahan diri. Suasana sunyi dan hanya berdua apalagi bersama dengan orang yang menarik hatinya, sejak tadi hati dan pikiran Alend sudah tidak sinkron.
***
Suasana sunyi sejenak, dua orang itu larut dalam pikiran sesat mereka. Berduaan dalam ruangan itu membuat pikiran keduanya traveling entah ke mana.
Disatu sisi Alend membayangkan bagaimana dirinya sedang menyerang Raya dengan mencium aroma tubuh gadis itu lewat kecupan - kecupan di leher. Baru membayangkan hal itu saja Alend menelan Ludahnya berkali - kali. Jakunnya naik turun karenanya.
Lain halnya dengan Raya, Gadis itu justru membayangkan hal yang sebaliknya. Jika Alend mengkhayalkan sedang menyergap Raya. Gadis itu malah membayangkan dirinya yang tengah menyergap Alend. Dengan cepat - cepat Raya mengalihkan perhatiannya dari pikiran mesum yang muncul menari - nari dikepalanya.
" Intinya jangan berpikiran mesum lagi! Kita lebih baik memikirkan bagaimana cara keluar dari sini" Kata Raya dengan wajah memerah.
Secara tidak langsung Raya telah mengakui jika Dirinya tengah berpikiran aneh pada Alend. Alend merasa agak sedkit senang berarti dirinya tidak sendirian. (tidak terlalu berdosa rasanya..wkwkwk mana ada)
" Si Tua ini sudah mengunci pintu. Dia tidak akan membuka pintu dengan mudah, sekarang jalan keluar hanya jendela saja..." Keluh Alend memandang ke luar.
Wajah Raya langsung cerah seketika. Dia langsung melihat ke luar jendela untuk menentukan dimana dirinya akan berpijak.
" Aku bisa lompat dari jendela...kalau dari sini sich sepertinya tidak masalah.." Kata Raya.
Alend malah seperti orang yang tersengat mendengarnya
" Jangan! Terlalu berbahaya!!! " Seru Alend.
"Apa dia lupa jika aku pernah melompati gedung yang lebih tinggi dari rumah ini? Ini hanya lantai 3 saja...bukannya di gala amal kemari aku melompat dari gedung lantai 5... hemmmm aneh! "
Raya melongo melihat Alend, pria itu terlihat sangat cemas apalagi jika Raya benar - benar akan melompat.
" Tenang saja, beritahu saja padaku dimana kuncinya ditaruh... paling lama 15 menit aku akan membuka pintu untukmu! " Bujuk Raya.
" Astaga dia benar - benar akan melompat? Raya... sudahlah hanya lantai 3...dia pernah selamat dari lantai 5 setidaknya dari ketinggian ini dia masih bisa selamat (semoga..) "
Alend menghembuskan napasnya lupa dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
" Kunci cadangan dipegang oleh bibi Lina, dilantai 1 bangunan itu ( menunjuk sebuah tempat) " Kata Alend.
Raya mengangguk saja, semangatnya membara (untuk memanjat jendela) .
" Hati - hati " Kata Alend.
" Aku tahu ...OK! Ok! " Ujar Raya naik jendela.
Gadis itu mengambil ancang - ancang pada jendela.
" Kak Alend, tunggu aku datang menjemputmu ya... " Pinta Raya.
Alend hanya bisa menatap dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Saat melihat Raya, dadanya terasa ikut melompat ketika Gadis itu hilang dari jendela.
***
Di dalam ruangan tengah kediaman utama.
Kakek nampak sedang bicara dengan Tantri. Bima disuruh menunggu diluar. Kakek tengah berharap cemas semoga telah terjadi sesuatu dengan cucunya diatas kamar. Hatinya gembira memuji kepintaran dirinya mengirim Raya ke Kamar Alend disaat cucunya sedang mandi.
" Mungkin saja...hehehehe "
" Kakek, bagaimana kondisi tubuh kakek sekarang? " Tanya Tantri.
" Ya " Jawab Kakek dengan singkat. Tidak suka lamunanya buyar begitu saja.
" Apakah kau membohongiku tentang Raya? " Tanya Kakek menatap tajam.
Tantri terkejut, Astaga memang benar, kakek marah karena masalah Raya.
" Saya tidak berani! tahun itu jika bukan karena kakek yang menolong saya tidak mungkin saya jadi seperti sekarang ini, Mana berani membohongi anda!! "
Tantri salah paham mengira kakek memarahinya karena menerima Raya masuk dalam Galaxy Entertaiment.
Wanita itu bersujud saking tegangnya, Dirinya sangat menghargai pria paruh baya didepannya itu.
" Kakek, Masa lalu Raya memang kurang baik, tetapi aku merasa dia masih muda. Belum memandang ke depan tentang hidupnya tapi sekarang dia sudah berubah, jika anda tidak percaya mohon lihat ini dulu " Kata Tantri mendekati Kakek sambil berjalan dengan lututnya.
Tantri menyerahkan tablet yang berisi rekaman Raya yang tengah melakukan proses syuting, kakek masih diam sambil melihat rekaman itu. Paijo dibelakangnya membantunya untuk melihat rekaman dalam tablet tersebut.
" ini adalah beberapa adegan saat Raya menjadi stuntman bela diri, anda bisa melihat usahanya..." Jelas Tantri berusaha meyakinkan Kakek.
__ADS_1
" Gadis ini... ternyata berjuang sekeras ini... " Gumam kakek dengan suara nyaris tidak bisa didengar oleh Tantri. Hanya Paijo saja yang bisa mendengar desisan itu.
Pria tua itu terharu melihat Raya dengan latihan dan adegan demi adegan action yang diperankannya.
" Harap kakek mempertimbangkan perubahan yang dilaluinya, meskipun saya tidak memahami tentang dunia bela diri tapi dari tenaga dan setiap gerakan mungkin jika berhadapan dengan bintang seni bela diri Leon, Raya juga tidak akan gugup, anda belajar seni bela diri pasti lebih paham dari saya " Ujar Tantri.
Kakek diam terus memperhatikan adegan - demi adegan Raya, Tantri salah mengartikan wajah tegang kakek dengan sedang menahan amarah padahal dalam hatinya kakek tengah berdebar gembira melihat calon cucu menantunya.
" Woooww... " Seru kakek tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.
Tantri tersenyum, usahanya meyakinkan kakek nampaknya berhasil. Kakek tidak akan mempermasalahkan Raya bergabung dengan Galaxy lagi.
" Popularitas Raya di sosial media juga sangat tinggi, jadi untuk masalah ketenaran tidak perlu khawatir "
Kata Tantri.
" Paijo mana kacamataku! " Pinta Kakek
Dengan segera kacamata diberikan oleh Paijo. Kaken ingin melihat adegan bela diri Raya dengan lebih jelas. Tantri semakin gencar mempromosikan Raya didepan kakek,
" Dengan kemampuannya asalkan ada satu atau dua film yang cocok dengan genrenya maka pasti bisa membalikkan keadaan yah meskipun pembentukan Galaxy entertaiment awalnya hanya untuk memuluskan jalan karir Alend di dunia hiburan tapi sekarang perusahaan sudah berkembang menjadi sangat besar hingga ke luar negeri, kita sudah memiliki banyak artis yang akan go Internasional. saya merasa Raya sangat berbakat dan merekrutnya adalah keputusan yang tepat"
Raya tidak mengandalkan penampilan luarnya, Tantri juga menjelaskan efek jika Raya bergabung dengan Galaxy. Di Luar sana film genre bela diri sedang booming, orang luar negeri sangat tertarik dengan bela diri dan Raya mahir dalam bela diri, meskipun tidak pernah diketahui siapa gurunya.
" Saya yakin kakek, jika Galaxy akan mampu membuatnya menjadi bintang nomor satu seni bela diri" Jelas Tantri panjang lebar.
Kakek nampaknya sudah terpesona dengan Raya.
" Mantap! Sekarang adalah saatnya membahas hal yang paling penting "
Tantri tersenyum lebar " Dan Kakek ada berita gembira lain lagi ... Raya sudah setuju untuk membatalkan kontrak pernikahan dengan Alend "
" APA YANG KAMU KATAKAN??? " Kakek terkejut luar biasa.
Tantri bingung Tidak paham.
Ada apa dengan kakek?
***
BERSAMBUNG.
__ADS_1