Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 63 - Menduga


__ADS_3

***


Raya hanya bisa terpaku sejenak saat mengetahui Alend menyapanya. perasaannya langsung diserang demam panggung. Astaga dari semua orang yang bisa bertemu dengannya mengapa harus Alend yang muncul dihadapannnya sekarang ini? Ini kebetulan yang mengerikan ya Tuhannnn!!!!


Seingatnya tetangganya adalah sepasang suami istri tapi dalam ingatan Raya, sebelumnya ada suara renovasi dan perpindahan perabot rumah sampai - sampai Raya saat itu tidak bisa tidur saking berisiknya suasana saat itu.


"Aku biasanya tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga, juga tidak akrab dengan suami istri itu, mereka memang tidak perlu memberitahuku jika mereka pindah... tapi mengapa tetangga baruku malah dia? Kebetulan macam apa ini? jika ketahuan oleh orang ini apa yang harus kukatakan untuk menjelaskan sedangkan dia langsung mengenali kebohongan yang aku buat...aaahhhhh.... "


Raya panas dingin tidak tahu harus berkata apapun.


" Halo kak Alend...kebetulan sekali...kenapa ada disini kak? (hadeeuuuhhh..tenang Raya jangan panik! Sekarang kau sudah ketahuan ada dirumah ini..lebih baik alihkan topik pembicaraan daripada bicara bohong)"


Raya kebat kebit  ketakutan


" Ini tempat tinggalku jika ada pekerjaan diSydney... Lalu kau mengapa kau ada disini? " Tanya Alend


" (Mati aku!) Ehm...teman akrabku memohon aku datang untuk mengambil barang, ini rumah temannya temanku... " Kata Raya dengan satu kali napas saking gugupnya.


Alend baru saja pindah, kemungkinan tidak tahu siapa tetangganya sebelumnya, jikapun kenal maka Raya akan mengatakan jika dirinya mengenal Karenina.


" Sudah diambil? " Tanya Alend


Raya hanya mengangguk sambil bernapas lega.


" Aku akan kembali ke Jakarta dengan jet pribadi, kau ikut saja denganku pulang" Ajak Alend.


Raya langsung menolak ide itu, baginya penting untuk tidak bersama dengan Alend untuk sementara ini setidaknya sampai hatinya bisa menerima dengan kenyataan cinta bertepuk sebelah tangan itu.


" Tidak perlu, aku sudah punya tiket pulang. Malam nanti aku akan kembali ke Jakarta" Kata Raya.


" Baiklah...aku akan mengantarmu saja sampai bandara"


" Baik Kak...terima kasih banyak sebelumnya kakak sudah menghemat ongkos taxiku" Kata Raya lega


" Fiuh... untung aman - aman saja, tapi kalau dipikir baik - baik kami (Karenina dan Alend) sebelumnya juga tidak saling kenal, jadi kak Alend tidak punya alasan untuk mencurigaiku. Mungkin aku saja yang terlalu khawatir sampai sepanik itu "


Walau lega namun Raya menangkap ekspresi kecewa diwajah Alend, memangnya apa yang diharapkan Alend? Raya berusaha menepisnya dengan menganggap jika Dirinya salah lihat saja.

__ADS_1


Raya segera berkemas membawa kembali tas ransel dan tas totebagnya yang berisi jaket topi dan kacamatanya. Tidak mau Alend menunggunya terlalu lama, gadis itu buru - buru mengunci apartemennya dan ternyata Alend baru saja keluar dari apartemen sebelahnya dan mengunci pintunya.


" Kak Alend hari ini sangat tampan! Aku kembali menjadi penggemarmu lagi! " Ujar Raya


Alend cuek saja tidak menanggapi perkataan Raya sama sekali, malah mengulurkan tangannya.


" Sini..." Katanya sambil menunjuk totebag yang dibawa Raya. Pria itu menawarkan diri untuk membawa totebag Raya.


" Kak Alend beneran mau tinggal disini? " Tanya Raya sekedar memastikan.


" Apa tidak boleh? " Alend malah balik bertanya.


Raya hendak bercanda dengan Alend sekedar mencoba sedikit menakuti ALend saja.


" Sebenarnya aku mendengar temanku bercerita disini ada hantunya, kak Alend apa tidak berencana untuk tukar tempat? " Tanya Raya


" Aku tidak takut hantu, aku sepertinya pernah memberitahumu... Cih tidak menyangka akan mengatakan hal itu dua kali..." Kata Alend dengan wajah malas.


Mereka terhenti didepan Lift, Alend dengan gentle nya menahan pintu Litf dan mempersilahkan Raya untuk masuk lebih dulu.


" Oh.." Raya melangkah cepat - cepat masuk tadi dirinya sempat melamun sejenak.


" Dasar! Jika kalau bukan karena wajah tampanmu ini, berani memerintahku sudah kuhajar" Desis Raya dengan suara yang sangat kecil sehingga terdengar seperti orang yang komat kamit tidak jelas.


" Oh iya kak, aku belum sempat berterima kasih padamu...Terima kasih karena sudah menyuruh kak Tantri untuk memberiku pekerjaan dan meyakinkannya menandatangi kontrak denganku, aku pasti akan mendapatkan banyak uang untukmu..." Celoteh Raya dengan cerianya.


" Memangnya aku terlihat seperti orang yang kekurangan uang? " Tanya Alend terdengar tidak enak dikuping Raya.


" Ya ampun! Untung kau ganteng! Kalau tidak sedari tadi aku sudah menabok mulutmu itu! Apa katu tidak tahu yang namanya berbasa basi? kata - katamu bahkan kurasa sangat pedas! "


Raya hanya bicara dalam hati. Dirinya diam sepanjang keduanya dalam lift.


Lift turun langsung ke basemen tempat parkiran mobil, Keduanya naik mobil yang sama. Raya baru tahu ternyata Alend juga datang sendiri ke Sydney. Semakin sering berhubungan dengan Alend, semakin Raya merasa jika Alend hanya dingin dari tampilan luarnya tetapi pria itu memiliki hati yang sangat lembut dan baik.


" Dia membantuku mencari pekerjaan, menyelesaikan masalahku dan sekarang mengantarku, dia sebenarnya tidak membenci Raya,malah sebaliknya dia begitu baik dan lembut terhadapnya" Gumam Raya dalam hatinya.


Secara tiba - tiba Raya teringat sesuatu,

__ADS_1


" Oh ya Kak Alend aku sudah mendapatkan gaji pertamaku, besok bolehkan aku mentraktirmu makan? " Tanya Raya


" Iya.." JAwab Alend Pelan


" Serius? Tapi jangan makan yang terlalu mahal, uangku tidak banyak" Ujar Raya lagi.


" Iya.." Lagi- lagi jawaban yang keluar dari mulut Alend hanya 3 huruf saja.


" Kalau begitu bolehkah kita berteman disosial media juga? Aku bisa berteman dengan akun pribadimu? " Tanya Raya.


Alend tidak menjawab melainkan memberikan ponselnya setelah memasukkan password pada ponselnya. Raya sudah Siap dengan fitur scan barcode nya.


Kening Raya terangkat satu saat melihat nama Alend di sosial media.


" ALKA? "


Alend terlihat melirik Raya saat Gadis itu sedang mengangkat kening satu, Raya tidak memperhatikan hal tersbeu dirinya lebih fokus ke ponsel Alend yang sedang dipegangnya.


" ALKA itu apa ya? ALend bagasKAra? tapi kesannya kok maksa ya... apa ini singkatan Nama Kak Alend dan orang yang disukainya...hmmm..siapa ya..KA.. KATRIN, KAILA, Atau.... " 


Raya hanya bisa menduga saja arti nama sosial media Alend. Pemuda itu juga tidak berkomentar atau sekedar repot bercerita mengenai dirinya. Alend menghembuskan napas menanti respon Raya namun sedari tadi Raya juga ikutan hening cipta bersamanya.


" Apa yang ada dalam pikirannya sekarang? mengapa penting bagiku sekarang untuk mengetahui perasaannya..." Tanya Alend dalam hati.


Untuk sekedar mencairkan suasana Raya mengajak Alend bicara mengenai film, Perjalanan ke bandara memakan waktu hingga satu jam, tidak enak jika hanya saling berdiam diri saja.


****


BERSAMBUNG.


Hai semua terima kasih atau komentar dan like yang diberikan Sama Naya,


Waktu menulis ini disesuaikan jika sedang berada dikampus saja dan jika tidak mengantuk akan dilanjutkan tengah malam disaat semuanya sedang tertidur, saat berada dirumah sangat susah karena anak2 sudah sangat aktif.


Menulis tetap jadi aktivitas yang menyenangkan utk refreshing bagi Naya, terima kasih buat kalian semua yang telah memotivasi Naya dalam menulis, komentar dari kalian sangat memacu Naya.


Salam hangat Nayaka.

__ADS_1


__ADS_2