Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 50 - syuting pertama


__ADS_3

***


" Oh iya aku hari ini banyak membeli keperluanmu, aku sudah meletakkan dikamarmu..." Kata Abigail.


Raya terharu mendengarnya, dimana lagi ada sahabat setulus Abi. Dalam hati Raya berjanji akan menjaga Abi aaaaagar terhindar dari gangguan siapapun dimasa depannya.


" Wah Terima kasih Abi!! Kau baik sekali"


Raya berbalik akan ke kamarnya, penasaran dengan hadiah yang dibeli Abi. Sedangkan pemuda itu tidak ikut karena masih memperhatikan siaran berita.


KALI INI KAMI JUGA MEMBERITAKAN INFORMASI KHUSUS TENTANG ACARA PEMAKAMAN INI.


ACARA PEMAKAMAN HARI INI SANGAT BESAR, BAHKAN PARA PENGGEMAR DAN SEJUMLAH ORANG PENTING DIPASTIKAN AKAN MENGHADIRINYA BAHKAN ADA BANYAK ARTIS YANG DATANG BERBELASUNGKAWA, SALAH SATU DIANTARANYA ADALAH ALEND BAGASKARA


Telinga Raya menangkap nama Alend namun Tangan Abi lebih cepat mematikan TV agar Raya tidak melihat tunangannya sedang berduka untuk gadis lain. Pemuda itu cemas jika Raya akan merasa sedih jika tahu kalau Alend menyukai gadis lain. Abi tahu pasti seberapa bucin Raya pada Alend, yang tidak Abi tahu jika Raya sudah tidak lagi memiliki perasaan pada Alend lagi.


" Hah? Sepertinya aku mendengar nama Kak Alend disebut?" Tanya Raya penasaran


" Tidak kau salah dengar..ke kamar saja gih sono..." Suruh Abi.


Raya tertawa kecil. Dirinya langsung teringat lagi hadiah yang diberikan Abi.


***


Di sebuah rumah mewah dengan dekorasi serba minimalis. Tampak sang pemilik rumah baru saja selesai mandi, dengan handuk yang dikaitkan dipinggangnya. Alend si pemilik rumah melihat sebuah lembar kontrak milik Raya.


Flashback On


" Kau jangan salah paham, aku tidak menyuruhnya ke sana untuk dipukul, Respon sutradara sangat bagus bahkan meminta untuk menjadi pemeran wanita utama pada film yang selanjutnya... aku saja masih merasa ini mimpi...kau tidak akan percaya jika melihat video yang dikirimkan oleh sutradara tadi..." 


Alend meminta penjelasan pada Tantri saat Raya dan Bima sudah keluar dari ruangan. Sebagai tunangan, Alend tidak menginginkan jika Raya menjadi bulan - bulanan pukulan.  Keningnya terangkat saat melihat rekaman video dari sutradara.


" He..hebat sekali..." Komentar Tantri, matanya tidak lepas dari video yang sedang diputar sekarang.


" Kenapa? " Alend masih saja tidak mengerti.


" Huk! Lumayan ..aku tidak menyangka jika dia memliki kemampuan seperti ini..."


" Iya" Jawab Alend singkat. Dalam hati ada kelegaan karena Raya tidak mengalami luka. " Jika dididik baik - baik dan mengembangkan bakatnya, Raya pasti akan mempunyai prestasi gemilang"


Flashback Off


Alend melihat kontrak Raya dan membacanya dengan teliti.

__ADS_1


" Ternyata banyak hal yang tidak terduga dalam dirimu, aku tidak tahu mana dirimu yang sebenarnya..." Ujar Alend sambil melihat bekas kontrak yang salah ditanda tangani oleh Raya.


Tampak sebuah garis nyaris membentuk sebuah nama namuan tidak diteruskan. Entah mengapa Raya bisa salah menandatangani kontraknya. Namuan hal itu masih luput dalam pengamatan Alend.


***


Keesokan harinya.


Suasana di lokasi syuting di pagi hari sangat sibuk dengan lalu lalangnya para Kru. Mereka tengah menyiapkan syuting adegan yang telah dilatih kemarin. Semuanya sangat berharap jika tidak ada penundaan lagi karena ulah Clarissa. Setelah melihat Raya berlatih, semua langsung berubah pandangannya terhadap gadis itu. Tidak ada lagi yang menganggap jika Raya itu tidak berguna.


Lagi - lagi sutradara mengomel dengan keterlambatan Clarissa sementara Raya telah bersiap untuk syuting adegan sejak pagi sekali.


Visual Raya dalam balutan busana pendekar.



Raya hari itu mengenakan pakaian pendekar, cerita awal mengambil latar tiongkok, hingga akhirnya akan ke Indonesia (namanya juga film skala internasional). Banyak yang memuji penampilan gadis itu dan secara otomatis membandingkan dengan Clarissa.


Raya telah siap diruang rias menunggu aba-aba.


" Bagaimana penampilanku? " Tanya Raya canggung. Ini kali pertamanya mengenakan pakaian tradisional.


" RRUUAAARRR BIASSSAAAAA...." Komentar make up artis.


Pemuda itu tadinya sibuk berbicara dengan ponselnya namun sekarang perhatiannya teralih saat Raya telah selesai make up. Raya bertambah Anggun dan secantik bidadari.


Beberapa kali Abi mengambil foto Raya sebagai bahan dokumentasi nantinya.


" Kulitmu bagus sekali... tidak perlu banyak riasan! Clarissa tampak seperti pemain cadangan didepanmu! " ujar sang make up artis.


" Apa yang baru saja kau katakan? "


secara tiba-tiba Clarissa muncul dari balik pintu. Semuanya terkejut melihat kedatangan Clarissa. Wanita itu tampak kesal dibandingkan dengan Raya si pendatang baru apalagi hanya seoranhg Stuntman alias penggantinya saja. Siapa yang berani membandingkan dirinya dengan Raya.


" Astaga... " Jerit Sang make up artis terkejut.


Wanita muda itu ketakutan dengan kemunculan Clarissa, Si artis arogan ini suka sewenang - wenang dan memecat siapapun yang tidak disukainya hanya karena dia adalah kesayangan produser sekarang.


" Sial! Aku sedang kesal karena produser itu tidak membiarkanku tidur semalaman sekarang aku harus berhadapan dengan tikus kecil ini... Huh! Akan kubuat kau menyesal telah membandingkan aku dengan Si Raya ini!! " 


Tatapan mata Clarissa semakin tajam


" Nona Clarissa...Aku... Itu... aku... " Make up artis ketakutan.

__ADS_1


Clarissa tidak bicara melainkan langsung melayangkan tangan ke arah Make Up artis tersebut.


Sedetik dua detik Make Up artis tersebut membuka matanya kembali ternyata Raya menahan Tangan Clarissa


" Ra-Raya..."


Abi tegang berdiri saking syok melihat adegan didepannya. Tampak Raya sedang menahan tangan Clarissa agar tidak menampar orang didepan Raya.


" Raya? Kau tahu siapa aku kan?" Ancam Clarissa.


Raya tidak terlihat takut malah menggenggam tangan Clarissa dengan kencang.


" Dengarkan! Aku tidak akan mengulangi perkataanku..jangan main tangan! " Tegur Raya perlahan.


" Kau berani mengancamku? kau pikir kau siapa?? " Bentak Clarissa


" Berhentilah membuat masalah, Clarissa! cepatlah merias dirimu" Potong manager Clarissa muncul. Tampaknya wanita itu telah terbiasa dengan tabiat artinya itu.


" Kau mengira kalau kau benar - benar akan menikah dengan Alend? aku bahkan tidak menganggap keluarga Mahesa dimataku HUH! " Maki Clarissa bergegas pergi.


Raya tidak terpengaruh sama sekali dengan perkataan itu. Dirinya sudah terbiasa dengan amarah orang hanya karena dianggap dekat dengan Alend.


" Terima kasih Raya! Temperamen Clarissa memang buruk, aku tadi sempat mengira akan dipecat..."


" Tidak apa-apa hanya sekedar membantu saja.."


Raya terdiam, akhirnya dirinya telah melihat Clarissa secara langsung


" Oh Jadi itu Clarissa..." Gumamnya diam.


Diruang riasnya, Clarissa marah besar pada Managernya.


" Mengapa kau menarikku keluar? aku kesal sekali...apa terlihat seperti yang kita inginkan gambarnya? " Tanya Clarissa.


Manager diam saja, Clarissa duduk didepan meja riasnya dengan kesal. Dirinya tidak suka dengan keberadaan Raya sebagai penggantinya. Apalagi disaat kehadiran Raya, semua terlihat tidak lagi seperti menghargainya. Dirinya ingin semua orang tunduk padanya. Sejak ada Raya, Clarissa merasakan tatapan sinis dari semua kru yang ditujukan padanya. Memang tidak secara langsung namun beberapa kali wanita itu mendapati orang yang selalu membandingkannya dengan Raya.


" Kemampuan apa yang dimilikinya? dikira aku akan takut padanya? Alend pasti tidak sudi menikahinya" Maki Clarissa.


Sang Manager menatap tanpa ekpresi saat Clarissa membandingkan dirinya dengan Raya.


 


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2