Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 80. Viral Kembali ?


__ADS_3

****


[ KAMU MEMANG HARUS MENULIS SURAT PERMOHONAN MAAF DENGAN BAIK!! ]


TUT! TUT! TUT!


Sambungan terputus, Raya menganga


" apa? Menulis lagi? Kan sudah lebih dari 2000 kata "


DING ! DONG! DING ! DONG! DING ! DONG! DING ! DONG!


Gadis itu masih kebingungan. Suara Bel Pintu tidak juga berhenti.


" Sudah jam segini biasanya tidak ada tamu...siapa yang datang ya? "


Raya menuruni tangga menuju pintu. Tampak Abigail sedang ngos - ngosan mengatur napasnya. Apa yang membuatnya seperti itu.


" hadeuuhhh Cepat dibuka dong!!! " Katanya frustasi sendiri.


Raya menganga melihat Abi.


" Abi? ada apa? Masuk yuk... "


Abi mengatur napasnya terlebih dahulu, Raya heran Ada apa semuanya hari ini.


" Ngapain aja kamu seharian? tidak mengangkat satupun teleponku membuatku mengira kau kenapa - kenapa" Kata Abi langsung masuk ke dalam rumah.


Raya Bengong, memangnya kenapa? Kenapa Abi begitu lega melihatku?


" Maaf , ponsel ku mute, lagi fokus menulis sesuatu "


Raya tidak mengatakan tentang surat permohonan maaf itu Pada Abi.


" Apa yang terjadi? "


" Hmm Masalah besar pokokya... " Jawab Abi mendesah dengan napas berat.


" Hah? "


" Ayo Ikut Aku,.," Abi menarik Raya ke lantai Atas menuju Balkon rumah.


" Coba lihat disana, sampai sekarang "itu" sedang main dipapan iklan... Iklan tentangmu... " Tunjuk Abi.


Raya terperangah melihat dari kejauhan sebuah video billboard besar sedang memajang video iklan tentang dirinya. Saking besarnya Raya dapat melihat dengan jelas iklan tersebut. Kapan dipasangnya? Kok dirinya tidak tahu kalau ada iklan seperti itu?


" ASTAGA DEMI DEWA !!! SIAPA YANG MENGEDIT KEPALAKU SEBESAR ITU!!! PASTI ULAH HATERS!! "


Raya langsung naik darah kepalanya diedit lebih besar dari tubuhnya.

__ADS_1


Abi menganga, Raya malah sibuk mengomentari iklan yang tengah menghebohkan itu.


Abi memperlihatkan ponselnya.


" Kamu pasti mengira iklan itu hanya terpasang dibilboard besar itu kan? Kamu bisa lihat diseluruh pusat perbelanjaan baik dalam maupun luar negeri memutar video ini dan memasang iklan mu, kali ini kau benar - benar viral!! " Kata Abigail


Tiba - tiba Raya teringat kemarahan Tantri barusan


" Tunggu! Jangan - jangan Maharaya Klub"


" Hah? Kamu sudah Tahu?"


Abi melotot, dirinya juga sedang melihat Maharaya Klub itu lewat ponselnya, Raya dan Abi menelusuri fans club yang bernama Maharaya Club itu. Tampaknya Fans club itu baru saja dibuat dan sudah diikuti oleh puluhan ribu orang. Postingan yang ada dalam gurp itu baru satu saja. Video iklan yang tengah menghebohkan itu. Lalu 4 Nama Admin yang menonjol menggunakan nama yang tidak bisa ditebak siapa nama aslinya.


Iklan itu diluncurkan serentak beberapa jam yang lalu diseluruh dunia, awalnya pembahasannya adalah siapa pelakunya, lalu muncullah Klub Maharaya yang mengakui jiki ini adalah perbuatan mereka. Bahkan mengklain jika Maharaya Club adalah fans club resmi milik Raya.


Abi sudah memeriksa situsnya tapi tidak menemukan apapun sebagai petunjuk, Sangat Misterius


" Ini Pasti club Resmi, jika memang Resmi Kak Tantri tidak akan mengamuk ditelepon, tadi saja kak Tantri seemosi itu.. " Ujar Raya merinding.


" Meskipun terlihat sedang mendukungmu tetapi memajang iklan dibanyak tempat dan diposisi Strategis begitu bukan uang yang sedkit.. Harga sewa satu saja sudah selangit apalagi hampir diseluruh pusat perbelanjaan dunia, harganya tidak main - main... Apakah kali ini teman atau Haters yang melakukan kita belum bisa menduganya..."


" tidak bisa ditebak ya... " Raya juga ikut bingung.


Siapa yang membuat iklan semahal itu, Raya mencoba menduga - duga. Tidak ada satupun nama yang muncul dikepalanya. Abi? tidak mungkin! Raya akan langsung mengetahuinya.


" Siapa dong! "


" tidak tahu... " Abi mengangkat bahunya.


Keduanya terus menatap ponsel, siapa tahu saja muncul nama pelaku. Sia - sia lima belas menit menatap tidak mendapatkan "ilham" apapun. Hanya tambah emosi dengan komentar yang semakin banyak.


TRing...


Ponsel Raya muncul notifikasi pesan.


Raya membuka pesan itu. Sebuah pesan dari Reva yang menyemangatinya.


~ Baby ku...SEMANGAT! Kakak selamanya akan selalu percaya padamu, ever and forever! Selamanya akan mendukungmu... MUAAH ~


Revan


Raya menatap datar saja pesan itu dan langsung membalasnya dengan satu kata.


***


Di apartemen Revan.


Pemuda itu terlonjak gembira, Raya langsung membalas pesannya selang beberapa saat dikirimnya. walau hanya satu kata saja

__ADS_1


" PINTAR "


Hati Revan melayang tinggi hingga ke angkasa. Bahagia tidak terkatakan membaca ulang - ulang satu kata yang dikirimkan Raya Padanya. Jatuh cinta bisa bikin orang lebay itu ternyata memang benar. Revan sampai tidak bisa berpikir apapun selain isi Chat Raya saja.


" Kak Bean, Biasanya cewek kalau bilang Pintar itu kalau lagi bahagia di Chat Sama orang yang dicintai ya? Misalnya pacarnya gitu " Tanya Revan dalam hati berbunga - bunga.


Bean sang asisten menengok, lelaki itu masih sibuk dengan beberapa naskah yang harus dipilihnya agar bisa Revan bisa membacanya  secara berurutan.


" Hah? Ga mungkin! kalau sama anak -anak mungkin akan mengatakan pintar... " Jawab Bean tanpa pikir panjang.


Revan terdiam, Syok!


Apa ?


Sama anak kecil baru akan mengatakan pintar ? Sama anak kecil ? Sama anak kecil ?


Kata - kata itu terngiang dikepalanya, langsung menjatuhkan ke dasar yang paling dalam. Baru saja terbang malah sudah sakit jatuh.


" Eh? Kamu kenapa? cepat keluar!! Kita harus bergegas ke Bandara untuk syuting video klip terbaru...AYo! Kamu kenapa sich? " Bean kebingungan dengan reaksi Revan dengan perkataannya.


memang salahnya dimana?


" Baby Ku! Kenapa kamu tidak suka padaku! Aku ingin mundur saja dari dunia hiburan! Aku akan jadi tukang bakso saja! Kau kan juga suka bakso!! Hu hu hu hu " Revan duduk merenung dalam kamar mandi.


Bean memaksanya untuk keluar tidak peduli apa yang sedang terjadi dengan hati Revan.


" Apapun yang kau rasakan lupakan dulu! Kita sudah menerima bayaran dari syuting ini dan kamu harus profesional! Ayo!! " Ajak Bean.


Revan menurut dengan wajah jutek. Moodnya masih jelek. Dirinya sedih hanya dianggap seperti anak kecil oleh Raya.


" Tapi setidaknya Raya meresponmu! Orang lain jangankan dibalas, dilihat pesannya saja tidak! Kamu harusnya seneng! "


Revan hanya merengut dan menurut saja apa kata Bean.


***


Berita Raya semakin viral, Haters semakin geram semakin buas dalam memaki dan memojokkan orang yang ada dalam Maharaya Club. Sayangnya isi Fans Maharaya Club semakin bertambah setiap detiknya.


Media online dan media masaa sibuk membuat narasi sendiri. Maharaya Club tidak pernah mengungkap siapa mereka. Akses informasi anggota tidak bisa didapatkan secara sembarangan.


Imbasnya sudah pasti! Raya semakin banyak dibully.


dering notifikasi hingga panggilan telepon tidak juga berhenti. Para Wartawan dan reporter berusaha membuat janji dengannya untuk wawancara. Untung saja Abi dibantu Galaxy Entertaiment telah menyiagakan keamanan disekitar rumah Raya dalam radius 100 Meter dari rumah.


Tidak ada yang bisa keluar masuk dengan bebas diarea yang berdekatan dengan rumah Raya.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2