
***
" Berikan Remotenya padaku..." Pinta Alend.
Raya menolak memberikannya, sambil mengunyah biskuit tanpa menggunakan tangannya Raya mencoba menjelaskan mengenai kehebatan Karenina ( Dirinya sendiri , wkwkwkwk).
" Tidak ada yang seru untuk dilihat..." Kata Alend.
" wuwu wuwuw wuwuwu (terjemahan: Ini tidak Seru?) " Tanya Raya menunjuk TV.
(Naya tidak tahu membuat tulisan Raya sedang bicara sambil makan biskut dan terjemahannya. maka daripada itu Mari kita menganggap Raya sedang bicara sambil menahan biskuit dimulutnya jatuh)
"Itu...itu adalah pertandingan Karenina yang menggemparkan dunia, kau tahu seberapa hebatnya dia? Kak Alend melihat sapuan tinjunya taadi? Satu tinju lawan langsung terpelanting 10 meter ke belakang"
" Jurus ini bernama tinju Dewa, salah satu jurus andalan yang dimiliki Karenina, dia punya banyak jurus yang hebat! Lawannya dijuluki monster karena mempunyai tenaga dalam, badan sekeras baja jika ada yang meninjunya maka dipastikan tangannya akan retak" Kata Raya masih dalam keadaaan mengunyah.
Alend menatap tanpa berekpresi bingung sedari tadi tidak mengerti apa yang sedang dibahas oleh Raya.
" Selesaikan makanmu baru bicara, aku tidak mengerti sama sekali" Kata Alend.
Raya tidak peduli dengan perkataan Alend karena masih larut dengan kebanggaan masa lalunya.
" Kak Alend kuberitahu sesuatu ya.. dia ( menunjuk lawan Karenina di TV yang sedang terbaring dilantai Ring) dia itu ternyata adalah penjahat keji, setelah kalah semua kejahatannya terbongkar dan dia dihukum mati oleh pengadilan dinegaranya." Cerita Raya.
" Kau ternyata sangat memahaminya" Kata Alend menatap Raya.
" Aku adalah penggemarnya dia! " Jawab Raya langsung dengan semangat 45.
" Ouh? Bukannya kau bilang hanya akan menjadi penggemarku? Apa sekarang sudah berpaling? " Tanya Alend penuh selidik.
Raya terkejut, sadar jika sudah lupa diri. Gadis itu lupa jika dirinya sudah bukan Karenina tapi Raya yang hanya mengidolakan seorang Alend Bagaskara saja!
" Ampun...tidak berani! Aku tidak berani berpaling pada yang lain" Raya langsung memohon ampun, gayanya cukup lucu.
" Sial! Dalam sejarah Raya ini ada banyak masalah, kalau tidak berhati - hati akan terkena imbasnya..."
Raya memukul kepalanya sendiri
Alend tertawa kecil melihat tingkah polos Raya.
__ADS_1
" Berpaling juga baik! Lagi pula aku hanya kehilangan satu penggemar yang tidak punya otak"
Raya tidak senang dengan perkataan itu namun tidak bisa membantah. walaupun tidak terima, Alend mengatakan apa adanya.
Alend mengambil susu yang ada diatas meja, Raya teringat itu adalah susu miliknya. Secepat kilat gadis itu berusaha untuk mengambil susunya namun respon Alend yang secara otomatis menghindari "serangan" membuat Raya malah salah memegang tangan Alend yang satunya.
" Aduh Gawat! Gelasnya..." Raya langsung berusaha menangkap gelas susu yang terlepas dari tangan Alend.
Alend terdorong hingga terpental ke sofa, Raya fokus menangkap gelas susu hingga tidak memperhatikan didepannya. Begitu gelas tertangkap, Raya tidak punya pegangan hingga harus jatuh menimpa Alend
Dan -----
CUP! Begitu Raya menimpa Alend, kedua bibir mereka bertemu secara tidak sengaja. Raya merasa bibirnya menabrak sesuatu yang kenyal dan lembut.
" Umhh..." Raya syok sendiri. Bisa dibilang ini adalah ciuman pertamanya.
Bergegas Raya bangkit, wajahnya semerah kepiting rebus.
" Ini...aku.." Raya Gelagapan kehilangan kata - kata.
" Astaga adegan drama apaan ini! Lalu kau... kenapa kau jadi begitu menggoda diposisi seperti ini..."
" Ahh... ciuman tidak sengaja tadi..rasanya nikmat juga..aduh kenapa aku bisa tergoda begini..." Raya masih harus berusaha penuh mengendalikan dirinya.
" Raya...Apa yang ingin kau lakukan padaku? " Tanya Alend menatap lurus, tangannya terlihat mengelus bibirnya.
" Ti-Tidak...aku tidak ingin melakukan apa -apa! Maaf aku akan segera berdiri" Kata Raya gugup secara tidak sengaja menyentuh sesuatu yang seharusnya tidak disentuhnya.
Raya merasakan sesuatu yang agak keras pada lututnya.
" Ayam..eh ayam jantan...astaga!!! jangan - jangan..." Wajah Raya semakin memerah. Salah tingkah ingin rasanya dirinya berubah menjadi roket dan segera terbang dari tempat itu.
" Aduh kakak Alend, kamu tidak boleh seperti itu...dasar manusia mesum" Kata Raya berpura-pura polos didepan Alend. gadis itu tidak mau jika Alend menyangka dirinya sengaja melakukan hal itu.
" Siapa suruh menyentuh sembarangan! "
Alend menghela napas, Raya tidak tau apa yang dipikirkan pria itu. Dengan cepat pria itu bangkit memeluk pinggang Raya, memeluknya...
" Kalau begitu apakah kau ingin merasakan apa yang disebut mesum ? kau bilang aku mesum kan? Bukankah aku harus mempraktekkannya" Kata Alend berbisik ditelinga Raya.
__ADS_1
Raya merasa hal ini pernah terjadi (ingat episode di restoran kemarin), rasanya kejadian itu masih terasa familiar untuknya.
" Jangan ! Jangan ! Jangan! ini semua salahku kak Alend! Aku tidak punya otak! Aku yang mesum! Aku seharusnya tidak tergoda dengan ketampananmu...mohon maafkan aku (mengapa aku merasa kejadian ini sangat familiar ya!)"
Kata Raya dengan segera berdiri menghindari Alend.
Alend terlihat kecewa, pria itu masih tidak bergerak dari sofa.
" Apa hanya berakhir begini saja? kau tidak ingin melanjutkannya? " Tanya Alend seperti hendak membuka kaosnya
Raya menganga tidak percaya.
WHAT???
" Hufftt... MELANJUTKAN APA??? "
Raya terlonjak semeter jauhnya saking terkejutnya.
" Sekarang kita hanya berdua, kau tidak khawatir jika aku melakukan sesuatu padamu? " Tanya Alend berusaha menahan tawanya. Tingkah Raya begitu menggemaskan. Disatu sisi Raya terlihat polos disatu sisi Raya seperti menantang kelaki-lakiannya.
" Tidak sama sekali! Kau sama sekali bukan lawanku... " Ujar Raya berwajah Datar.
Memangnya Alend bisa melakukan apa padanya? Dirinya tidak pernah kalah sekalipun dalam pertarungan, jika Alend memang berniat melakukan sesuatu padanya, Raya bisa membuat Alend kehilangan kesadaran dengan mudah. cukup membuat Alend pingsan dalam sekali pukul!
" Kau saja tidak tau jika aku benar - benar ingin menerkammu!! Dasar polos!"
Alend menepis bisikan yang tengah berupaya menggodanya.
Tadi wangi sampo dan sabun ditubuh Raya sempat masuk dalam hidungnya memancing sesuatu dalam dirinya. Dia lelaki normal, didepannya ada seorang gadis yang hanya mengenakan kaosnya terlihat begitu menggoda.
Sebagai artis melihat penampilan minim seorang wanita didepannya adalah hal yang biasa, apalagi bagi Alend yang sudah berkecimpung di dunia entertaiment. Alend sama sekali tidak tergoda seseksi apapun gadis / wanita yang muncul dihadapannya bahkan ada yang sampai tidak mengenakan baju didepannya. Semuanya ditangani dengan wajah dinginnya.
Anehnya hari ini lelaki itu malah memperhatikan Raya, dari lirikan sekilas saja Alend sudah mengetahui jika Raya tidak menggunakan BH. Alend hanya berusaha sebisa mungkin bersikap sopan agar Raya tidak nyaman. Raya tidak sadar jika dirinya telah memancing hasrat seorang pria malah terus mengajak bertengkar.
Ciuman tidak sengaja tadi nyaris membuat Alend lupa diri. Bisikan semakin kuat, membuatnya ingin mengulangnya kembali.
***
BERSAMBUNG
__ADS_1
Episode depan POV alend ya...