
***
Dalam kamar mandi wanita.
Raya sedang mencuci wajahnya. Untung dirinya menggunakan Make up Waterproof sehingga tidak akan terhapus dengan mudah ketika terkena air. Gadis itu berusaha mengendalikan dirinya dari dalam menggunakan tenaga dalam yang dimilikinya beserta teknik mengatur napas yang telah dipelajarinya.
" Hoss...hoss.. hoss.. Ya ampun sakit sekali... sudah belajar seni bela diri bertahun - tahun, masa bisa kehilangan kesadaran diri dengan mudah? Aku harus lebih berusaha lagi... Untung saja aku mahir dalam mengendalikan energi dalam tubuhku, jika orang lain ini pasti sudah meninggoy kena obat sebanyak ini... "
Raya menatap wajahnya di cermin, kesadarannya sudah pulih. Penglihatannya pun bisa fokus kembali. Tidak jauh dari kamar mandi, Raya mendengar langkah kaki mendekat hendak masuk ke kamar mandi wanita. Dari suara napas orang itu Raya mengetahui jika orang ini sedang dalam kondisi tidak normal.
" Ada yang datang...."
Hah...hah....hah.... Suara orang tersebut sedang ngos - ngosan, Raya mematikan keran air dengan waspada.
Diluar Kenzo semakin menggila, sibuk mencari Raya ke sana ke mari. Ruangan demi ruangan diperiksanya sehingga menyisakan kamar mandi wanita dan pria. Secara naluri Kenzo menuju kamar mandi wanita ( tidak mungkin Raya berada dikamar mandi Pria kan?)
" Adakah? adakah ? " Tanya Kenzo seperti tengah bernyanyi riang.
Karena pintu Kamar mandi wanita susah dibukanya, dengan kaki besarnya Kenzo berhasil menendang pintu itu dalam sekali tendangan langsung terbuka.
BRAK !!
" Kenzo? " Raya heran dengan kedatangan orang yang tidak diduganya.
Wajah kenzo merah sekali, tampaknya kesadarannya sudah mendekati posisi nol.
" Dek Raya ternyata kau benar - benar ada disini..." Katanya mendengus senang.
Raya mencium ada yang tidak beres dengan kemunculan Kenzo di kamar mandi wanita itu. Apalagi pria itu dalam kondisi setengah sadar.
" Aku sangat merindukanmu..." Katanya seperti kerasukan sesuatu.
Tatapan tajam mata Raya langsung mendeteksi kemungkinan Kenzo mengalami hal yang serupa dengannya.
" Kondisi ini...jangan - jangan dia juga?"
" mengapa kau masuk ke sini? ini kamar mandi wanita...toliet pria ada disebelah sana..." Tunjuk Raya siaga.
__ADS_1
" Aku...aku ingin bicara denganmu...juga ingin melihatmu...juga..." Kenzo tidak dapat bicara dengan normal saking terburu - burunya.
Dengan segera pria itu menyergap Raya " Aku ingin menyentuhmu!!!! " Serunya.
Raya mengelak dan mendorong Kenzo hingga terjatuh, tidak sulit untuk melakukannya karena lawannya dalam kondisi mabuk.
Raya memlintir tangan Kenzo ke belakang, mendorong dan mengarahkan wajah pria mabuk itu pada keran air didepannya. Satu tangan menekan kuat kedua tangan kenzo dan satunya lagi membuka keran air.
" Tidak ! Tidak ! Huk ! HUk ! " Jerit Kenzo
Raya tidak peduli dengan teriakan Kenzo malah semakin mendorong tubuh gendut pria itu untuk terkena air.
" Uh..lepaskan! lepaskan aku! Huk! Huk! HUk!"
Entah berapa banyak air yang tidak sengaja terminum oleh Kenzo, Raya masih saja terus menekannya untuk mencuci mukanya. Kondisi seperti itu membuat Kenzo lemas tidak berdaya melawan. Gadis itu memitingnya sekuat tenaga.
Beberapa menit kemudian.
" Seharusnya ini sudah cukup"
" Sekarang baru merasa takut? Mana tadi keberanianmu? Kau tidak perlu waspada terhadapku, justru sekarang aku akan membantumu"
Kenzo masih mengatur napasnya, perutnya terasa penuh karena banyak meminum air. Pria itu masih menebak mengapa dirinya berakhir dikamar mandi wanita bersama Raya. Ingatannya samar samar namun mulai bermunculan
" Apa kau sadar sudah diberi obat perangsang oleh orang lain?" Tanya Raya.
" APA?" Kenzo terkejut namun masih lemas.
secara tiba - tiba dirinya teringat tadi sedang bersama Naura dan tadi seingatnya sebelum kehilangan kesadaran, Kenzo meminum wine pemberian Naura.
" NAURA MAHESA SIALAN! Beraninya mencelakaiku!! " makinya marah beasar.
" Kenzo ini meski mesum tapi tidak ceroboh...hari ini jika terjadi sesuatu antara aku dan dia maka keluarga Kak Alend akan marah besar dan merasa dipermalukan"
Raya melihat Kenzo sambil berpangku dada.
" Sialan! Menyinggung keluarga Bagaskara jangan harap ke depannya akan bisa berkembang dalam dunia bisnis, seharusnya dia (Naura) lebih paham daripada aku..." Kenzo mengomel tidak jelas.
__ADS_1
" Bukan hanya mencelakai Kenzo tapi juga Raya, Naura hebat menggunakan trik membunuh burung dengan satu batu, awalnya kukira dia akan kapok dengan gosip operasi plastiknya, ternyata belom tobat juga..." Kata Raya dalam hatinya.
" Dek Raya, meskipun aku menyukaimu tapi aku tidak ada niat buruk padamu, kau harus percaya denganku! " Seru Kenzo Khawatir jika Raya akan mengadukannya pada Alend.
Baru membayangkan kemarahan Alend saja, Kenzo sudah ketakutan. Semua yang dibenci Alend atau yang mengganggunya akan disingkirkan oleh kakak Alend , Angkasa Bagaskara. Tidak pernah ada satupun musuh yang lolos darinya dan semuanya hancur hingga tidak mampu berdiri lagi.
" Sekarang meskipun aku percaya juga tidak ada gunanya... yang paling penting keluarga Bagaskara tidak salah paham dengan hal ini" Tegas Raya.
Kenzo semakin ketakutan, " Lalu menurutmu apa yang harus kulakukan?" Tanya nya dengan khawatir.
" Sebentar lagi, Naura pasti akan datang membawa banyak orang ke sini, jika ada yang melihat kita berdua maka akan gawat.."
" Jika kau tidak ingin hal itu terjadi maka kau harus melakukan perintahku! " Kata Raya tersenyum.
Dirinya telah mengatur siasat untuk membalas balik Naura. Kenzo mengangguk - angguk mengerti.
" Awas kau Naura... kau kira aku tidak bisa membalikkan keadaan? "
Raya meminta Kenzo untuk mendekat dan mulai membisikkan sesuatu. Kenzo hanya mengangguk paham. Dirinya tidak ingin masuk dalam masalah yang tidak bisa ditanggung oleh keluarganya. Rencana Raya harus berhasil dan Kenzo akan meminta ibunya untuk mempertimbangkan kembali hubungan yang terjalin dengan Naura.
" Aku tidak akan menikahi gadis yang tega menjebakku dengan kakaknya..." Marah Kenzo mengepalkan tinjunya.
***
BERSAMBUNG
Leganya...bisa up episode berdekatan.
Masih segini saja dulu ya pembaca sekalian. Nanti Naya lanjut lagi. Sudah larut dan Naya mengantuk. Tadi habis di vaksin juga dikampus... hehehehe
Menghindari dari kejaran ibu RT untuk vaksin (walau diiming - imingi beras) eh malah "ketangkap" dikampus. Naya selalu menghindar Vaksin. Naya merasa tidak siap divaksin apalagi baru beberapa bulan lalu melahirkan. Sekarang tambah aktifitas menjaga tiga anak (kembar salah satunya) yang masih usia Tk dan bayi plus ngampus... Mamamia rasanya. Untung pak suami pengertian (love you, ummah). Menerima jahitan masih dipending dulu hanya menyelesaikan sisa jahitan kemarin dan mungkin akan menjahit lagi disaat si bayi sudah kuat.
Aduh jadi curhat hehehe, semoga kalian sehat selalu dan dilindungi -Nya dalam beraktifitas. Mohon koreksinya jika ada typo atau bahasa yang kurang menyenangkan. Naya terbuka sama kritik kok (walaupun sedih juga) Tapi kritik kan bisa bikin lebih baik jadi Naya berusaha menerima dan memperbaiki.
Makasih ya semua sudah mampir membaca. Salam hangat Nayaka.
__ADS_1