
***
Raya marah sekali, usahanya gagal total. Malah membuat Alend tertantang untuk tidak membatalkan pertunangannya. Kedoknya langsung terbuka didepan pria itu.
Brak! Raya menggebrak meja saking marahnya. Tidak menyangka Alend lebih pintar darinya.
“ DASAR!! “
Meja bergetar untung tidak rubuh. Hanya piring dan makanan yang bergetar akibat kerasnya meja digebrak.
“ Siapa sangka orang ini susah dilawan, ya ampun ku kira level pemula ternyata sudah level master” Gigi Raya menggeretak saking marahnya.
Tanpa sadar dirinya menggigit jarinya sekedar membuat hatinya tenang. Rencana yang disusunnya rapi dengan mempertimbangkan ingatan Raya sebelumnya.
“AAAHHHH ! INGATAN RAYA INI TIDAK TEPAT! KENAPA KAU BISA SALAH SICH…BUKANNYA DIA IDOLAMU SEKALIGUS TUNANGANMU? HARUSNYA KAU MENGENALNYA LEBIH DARI ORANG LAIN!!! “Teriak Raya frustasi.
Untung ruangan VVIP itu kedap suara sehingga teriakan – teriakan Raya tidak akan terdengar hingga keluar. Gadis itu memaki sepuas hatinya, Raya tidak mengerti mengapa ingatan yang dimiliki oleh tubuhnya bisa salah duga, padahal dirinya sudah sangat yakin. Apa ada yang salah? Raya yang sangat menyukai Alend saja salah apalagi yang bisa dilakukannya? Raya menjadi sangat stress.
“ Bagaimanapun aku harus menjelaskan semua ini padanya!” Kata Raya.
Gadis itu bangkit lalu bergegas menyusul Alend. Kemungkinan Alend baru saja sampai kemobilnya.
***
Diluar ruangan seorang pria menunggu sambil melihat gambar foto Raya diponselnya. Tidak ada puas – puasnya dirinya menatap wajah gadis itu pada ponselnya.
“ Wow! Wanita idamanku” Sahutnya dengan wajah riang. Ada rasa tidak sabar ingin bertemu.
Bagaimana tidak riang, dirinya akan bertemu sebentar dengan Raya secara langsung. Dialah Bima sang asisten Alend yang secara diam – diam mengidolakan Raya.
Bima tidak masuk ke dalam, pria itu memutuskan untuk menunggu Raya keluar. Alangkah bahagianya saat melihat pintu terbuka dari dalam.
“ AH…wow Wanita idamanku keluar “ Decak Bima tidak dapat menahan kegembiraannya.
Bima seperti tersengat ribuan lebah saat melihat Raya dengan dandanan menornya. Image gadis manis nan imut langsung menghilang terbang dibawa angin saat itu juga. Tubuh Bima menjadi kaku dan patah hati.
“ Halo , kak Alend pergi kemana?” Tanya Raya dengan centil.
Tingkah Raya yang masih seperti yang dulu membuat Bima semakin hancur. Sambil menatap layar ponsel dan membandingkan Raya yang ada dalam ponsel dengan Raya yang didepannya membuat Bima bergidik ngeri.
“ AAAHHH” Jeritnya terkejut.
Raya ikut terkejut dibuatnya.
__ADS_1
“ Raya? “ Tanya Bima memastikan dan berharap Raya akan menjawab bukan.
“ Iya” Jawab Raya sambil tersenyum.
“ Di mobil yang ada didepan pintu keluar “ Jawab Bima kaku.
“ Okey,,,terima kasih! “ Jawab Raya langung pergi.
Bima masih tidak bisa mempercayai kenyataan didepannya masih saja termenung. Dirinya mendapati jika Wanita idolanya tidak seperti yang diidolakannya.
“ Oh ya bantu bungkus makanan yang ada didalam ya! “ Suruh Raya berbalik.
“ Oh..” Jawab Bima dengan nada bicara seperti hampir kehilangan nyawanya.
Nyatanya Bima terus saja diam terpaku berdiri saking syoknya.
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
'Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
(kenangan terindah - Samsons)
“ Halo!! Cepat keluar, jangan lama basa basi! “ Terdengar suara orang berteriak pada Bima diponselnya.
“ Kenapa kau harus menelponku di saat sekarang ini??!!! Aku tahu kau juga ingin mengejekku!! “ Teriak Bima menumpahkan segalanya pada penelpon.
“ Ha? Kau sudah gila ya…” Sahut orangditelepon itu.
***
Di Lain tempat.
Raya begitu terburu – buru menyusul Alend sampai – sampai tidak memperhatikan wajah syok Bima.
“ Ah..disana..” Serunya gembira.
Raya bergegas mendekati mobil yang membawa Alend.
“ Kak Alend..” Panggil Raya dengan nada manja.
__ADS_1
Kaca mobil terbuka, yang muncul bukannya Alend tetapi tantri.
“ Raya!” Seru Tantri dengan marah.
Reaksi normal tantri setiap kali melihat Raya adalah marah. Dalam ingatan Raya, gadis itu melihat betapa seringnya Tantri memarahinya dan ingin memisahkannya dari Alend.
“ Sedang apa?” Tanya Raya polos.
Raya tahu jika Raya dikehidupan yang sebelumnya menamai tantri dengan nama si Galak.
“ Melihat berita – berita yang ada di media sosial tentang dirimu itu! Apa kau masih punya muka? Dasar tidak tahu malu! “ Marah Tantri tanpa segan lagi.
Menumpahkan emosi pada Raya memang sudah menjadi kebiasannya setiap kali bertemu. Kali ini Raya tidak akan tinggal diam, dia harus membalas tantri.
“ Kenapa aku harus malu? Memangnya salah jika aku berdandan? Kalau kau suka maka berdandanlah jangan berpakaian kuno seperti itu” Kata Raya balik membalas perkataan Tantri.
“ Apa kau tidak pernah memikirkan Alend? Kau dan dia sudah terikat Bersama, apapun yang kau lakukan berhubungan dengan Alend, aku pusing setiap hari harus menyelesaikan masalah yang kau timbulkan! Berapa banyak masalah lagi yang kau timbulkan?” Tanya Tantri Semakin kesal.
“ Bukannya ini pekerjaanmu? Kak Alend menggajimu karena itu kan? Kalau kau tidak suka banyak yang akan menggantikanmu” Sahut Raya sangat cuek.
Bima muncul setelah membungkus seluruh makanan yang tadi tidak sempat dimakan oleh Raya dan Alend ( Yang sempat termakan hanya beberapa udang saja).
“ Astaga kenapa mereka selalu bertengkar setiap kali bertemu” Keluh Bima.
Sebenarnya bukan bertengkar tetapi kebanyakan tantri yang menumpahkan amarah pada Raya dan Gadis itu hanya diam dan menundukkan kepala karena merasa bersalah.
“ Jika kau tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah kak Alend, kenapa masih betah jadi manajernya? Kusarankan mengundurkan diri saja dan pulanglah ke kampungmu…” Suruh Raya dengan tajamnya bicara sukses membungkam Tantri.
Raya beranjak pergi, dirinya tidak menyadari jika Alend sedang berada dalam mobil itu mendengarkan pertengkarannya dengan sang manajer. Karena mengira tidak ada Alend, Raya langsung putar balik pulang dan berharap akan punya kesempatan Kembali untuk mengubah pikiran Alend.
“ KAU!! RAYA AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!!! “ Pekik Tantri.
Bima Merasa perlu menenangkan tantri agar tidak terlalu emosi pada Raya.
“ Kak Tantri sabarlah, jangan diambil hati! Otak Raya hari ini sedikit tidak normal, aku akan segera naik mobil, kita pergi dari sini agar tidak terus kepikiran” Kata Bima membujuk Tantri.
Sepintas Bima melihat Alend dalam mobil sibuk menahan tawa, Sungguh aneh Alend bisa tertawa? Tersenyum saja jarang (kecuali sedang acting atau menyanyi). Bima terheran – heran dengan tingkah sang artis.
“ Raya yang biasanya sangat takut dengan Kak Tantri, hari ini malah membantah perkataan Kak Tantri… Alend juga tertawa? Hari ini aneh sekali…Besok matahari tidak tahu akan terbit disebelah mana…Lalu makanan ini? Aku bawa pulang saja” Kata Bima dalam hati.
Bima tidak mengungkit mengenai hatinya yang juga terkejut dengan penampilan Raya. Padahal Raya baru satu kali berpenampilan normal dan sering kali berdandan menor. Bima malah menganggap sebaliknya. Pria itu patah hati.
__ADS_1
***
BERSAMBUNG