Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 83 Dalang


__ADS_3

***


Wajah Raya muram  teringat Sahabatnya,


" apakah Abi dalam bahaya? Aduh bagaimana ya.. Abi.. "


Drrtt.... Drttff... Drrttt..


Sebuah pesan dari Abigail masuk langsung menambah ketegangan Raya.


Semoga kamu baik - baik saja Abi. Tidak! Kamu harus baik - baik saja!!!


Raya menatap layar ponselnya, dadanya bergemuruh membayangkan jika pesan dari Abi adalah pesan bahaya. Astaga apa yang harus dilakukannya? Raya takut untuk membuka pesan dari Abi.


Wanita itu membuka pesan itu dan terdiam beberapa saat untuk menelaah isinya.


" Abi mengirimkan pesan untukku.. Dia sudah tahu siapa dalangnya.. "


Tantri dan Alend sontak mendekat ke arah Raya bersama melihat isi pesan dari Abi.


" Siapa? dari perusahaan mana? Apa pesaing kita?? " Tanya Tantri penasaran.


Raya masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lain lagi dengan Tantri dan Alend. Pria itu menepuk dahinya sendiri. Sebuah pesan dan sebuah foto Abi bersama para kakek. Salah satunya dikenali sebagai Kakek Bagaskara. Raya menatap muram.


" Kak Alend ternyata kakekmu begitu membenciku... " Kata Raya dengan ekspresi sedihnya.


" hmmm"


Tantri mendekati Alend lalu bicara dengan suara kecil seperti menggumam saja seolah tidak ingin Raya mendengarnya. Namun Raya tetap dapat mendengarnya dengan jelas berkat kemampuannya.


" Apakah kakek melakukan semua ini demi mempercepat pembatalan kontrak pernikahan? "


" Tidak mungkin.. Kontrak itu dibuat oleh dirinya..Orang yang paling tidak ingin membatalkan kontrak pernikahan ini adalah dia.. Aku rasa tidak mungkin kakek melakukannya dengan tujuan itu.."


Alend melirik Raya yang masih saja muram melihat layar ponselnya. Hatinya tidak bisa nyaman melihat gadis disampingnya bersedih.


Gadis itu tidak mengerti mengapa begitu banyak orang yang membencinya. Padahal sejak dulu dirinya tidak pernah mengganggu orang malahan orang yang selalu mengganggunya. Menjelekkan sana sini, Bagi Raya (Jiwa Karenina) menjadi Raya sangat sulit, hidup gadis itu dibawah sorotan mata orang.


" Lalu apa alasannya? Aku bahkan belum melakukan apapun..." Tanya Tantri


Raya semakin menunduk, gadis itu memang banyak menerima kebencian dari orang namun tetap saja merasa sedih jika ada yang menyerangnya tanpa tahu apa salahnya.


Alend jadi kasihan melihatnya, tanpa sadar tangannya terulur sampai ke rambut gadis itu. Diperbaikinya tatanan rambut sang gadis sekedar menghibur. Ada kesedihan dimata Raya.

__ADS_1


" Mungkin ini hanya sebuah ketidaksengajaan. Kakek tidak ingin menjatuhkanmu, tapi ingin membantumu meningkatkan popularitasmu saja "


" Jadi sebenarnya kakek hanya ingin membantuku? " Raya menatap Alend dengan Tatapan polos.


Gadis ini masih saja tidak sadar dengan tatapan seperti itu, dirinya terlihat begitu imut dan menggemaskan dimata Alend. Pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga Raya.


" Bagaimanapun ...Kau adalah cucu menantu pilihannya " Desis Alend.


Blushh.. Pipi Raya memerah mendengar perkataan Lelaki disampingnya itu.


Ummm..


Dari dekat, Tantri diam - diam memperhatikan tingkah Alend pada Raya.


" Dia sama sekali tidak pernah mengakui kontrak pernikahan dengan Raya... Kok aku melihatnya tidak seperti itu ya? Apakah karena kematian Karenina membuatnya menerima perjodohan yang diatur tetua keluarganya... ini aneh sekali.. Tidak mungkin Alend akan semudah itu melupakan masa lalu..."


Tantri menghela napas tidak menjeda interaksi Alend dan Raya.


Hmm..Sekarang kita sudah tahu siapa dalang dibalik iklan mahal itu.. pekerjaan selanjutnya akan lebih mudah diselesaikan.. "


Wajah Tantri berganti cerah dikepalanya sudah ada rencana ke depannya.


" Mulai sekarang target kita akan menurunkan dampak negatif ke titik yang paling rendah.." Katanya tersenyum.


" Kak .. apakah setiap kali ada orang yang ingin menjatuhkanku harus menguras begitu banyak tenaga dan uang untuk menyelesaikannya? " Tanya Raya.


" Tentu saja! Seorang artis sama saka seperti sebuah benda, meskipun memiliki kualitas yang baik tetap memerlukan promosi.. Pencitraan positif sangatlah penting! "


Tantri langsung menjawab cepat.


" Bukankah pencitraan yang ditampilkan didepan penonton palsu ya? Tidak ada yang mencerminkan kehidupan pribadi dari artis tersebut"


" Kau mengira Netizen tidak paham hal itu? memang kenapa kalau pencitraan palsu? Siapa yang suka melihat kehidupan asli seorang artis? Percayalah bahkan artisnya sendiri akan sangat berterima kasih jika kita membuatkan citra yang lebih baik daripada kehidupan mereka " Kata Tantri.


" Semua suka idola... Idola itu adalah ilusi banyak orang, yah demi mendapatkan kebahagiaan..jika dalam kehidupan nyata memang ada kebahagian yang sama? "


Tantri menambahkan perkataannya.


" Tapi... "


Raya hendak membantah, dirinya tidak suka jika harus membentuk citra yang bukan dirinya. Raya ingin menjadi dirinya apa adanya bukan ada apanya.


" Raya..." Panggil Alend.

__ADS_1


Raya menengok ke arah Alend . Senyum pria itu membuat dadanya berdebar aneh.


" Raya... Jika aku adalah penggemarmu, aku berharap melihat kamu yang sebenarnya, lakukan saja yang ingin kau lakukan.. " Kata Alend.


" Kak Alend... "


Sebagian diri Raya melonjak Senang, saking bahagianya Raya ingin sekali memeluk Alend. Banjir dalam benak pikirannya keinginan untuk langsung menerjang ke pelukan Alend sambil mengucapkan terima kasih.


" Sabar..Raya.. Kendalikan dirimu! apa yang aku pikirkan!!! "


Raya menepuk pipinya sendiri, wajahnya memerah. Banyak hal bermunculan dalam kepalanya itu.


" Sebenarnya aku juga mengerti apa yang dimaksud Kak Tantri.. Juga mengerti pemikiran diriku yang terlalu polos.. Ini bukan dunia bela diri..di dunia hiburan yang superkacau ini, saking kacaunya membuat banyak hal yang terikat, aku saja banyak merasakan keraguan dalam diriku saking tidak berdayanya... Ini bukan tentang mengendalikan kekuatan...hal itu sudah menjadi masa lalu dan aku harus melupakan cara hidupku yang dulu.. "


Raya merasakan semangat semakin berkobar dalam dadanya. entah mengapa pujian dari Alend akan langsung melambungkan setinggi awan.


" Kak Alend.. Apa kau tahu.. entah mengapa muncul rasa ingin menikah dengan... "


Lamunan Raya terputus begitu saja.


" Jangan terlalu memanjakannya, Alend! " Tegur Tantri kurang suka dengan tindakan Alend.


" Tidak apa - apa.. Ada sebagian orang memiliki sifat liar seperti elang tapi kamu malah hendak mengurungnya dalam kandang, ini hanya akan membatasi gerakannya... " Jawab Alend sambil tersenyum pada Raya.


Gadis polos itu langsung mengangguk setuju.


" Tapi kamu seharusnya sudah tahu jika dunia hiburan bukanlah padang rumput yang bisa bergerak bebas sesuka hati... " Tantri langsung membantah perkataan Alend.


" Raya.. katakan padanya, apakah Elang bisa terbang di dalam kota ? " Tanya Alend.


Raya otomatis berdiri menjawab " Bisa! Bisa! Bisa! "


Gadis itu tidak mengerti pembahasan kedua orang didepannya, dalam kepolosannya mengira orang didepannya membahas seekor elang betulan padahal Alend hanya menggunakan bahasa kiasan yang artinya elang itu adalah Raya sendiri.


" Sudah kuduga kalian berdua memang sudah bersekongkol dari awal... "


Tantri menutup wajahnya sambil menghela napas kasar. Tidak jauh dari tempat itu Bima juga ikut mengomentari jika dirinya baru saja menangkap basah Alend dan Raya saling memberikan kertas yang entah apa isinya tentu kemungkinan besar adalah awal persekongkolan Alend dan Raya.


" Aku melihat keduanya karena aku berada tepat dibelakang mereka.. " Kata Bima.


Tantri terkejut. Apa lagi ini?


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2