
Mungkin Alend sudah harus alert dengan kata-kata diatas hehehehe soalnya Raya sudah mulai berusaha lepas darinya.
Kata pilihan Nayaka hari ini.
Happy Reading semua!!!
Hari ini bisa dua episode lagi berdekatan up...
***
Naura mulai menguasai dirinya, ini harus segera diluruskan!
Para tamu yang sedang berada ditempat ini tidak boleh membawa kesan buruk padanya. Selama ini dirinya sudah susah payah membentuk image baik didepan semuanya.
" Kau jangan sembaranan bicara... jelas - jelas kau dan Raya..." Kata Naura
PLAK! Sebuah tamparn kembali diterimanya. Kenzo tidak ingin ada yang memperhatikan perkataan Naura. Tidak boleh ada yang curiga tentangnya dan Raya.
" Aku beritahu kau ya! tentang masalah hari ini kau memberiku obat tidak akan kulepaskan dengan mudah!" Potong Kenzo merenggut wajah Naura dengan kasar.
Beberapa meter didepan toliet, Alend tengah memperhatikan saja. Tidak ada niatnya sedikitpun untuk menjadi pahlawan Naura (mungkin jika itu Raya maka lain cerita!). Dalam hatinya Lega karena Raya tidak ditemukan bersama Kenzo namun pria itu penasaran kemana perginya Raya.
" Ada apa? " Tanya Pak Mahesa muncul dari belakang Alend.
Pria tua itu heran Alend berada sendirian tanpa Raya, Kemana anak itu??
" Apa yang sedang terjadi? Mana Raya? " Tanyanya segera.
Belum sempat Alend menjawab Kenzo langsung mendahuluinya. " Paman Mahesa! " Panggilnya.
Lelaki itu langsung membisikinya sesuatu.
" Apa?" Pria itu terkejut.
Terjadi perubahan warna muka pada pak Mahesa, bagaimanapun marahnya pada Naura tapi diirnya harus menyelamatkan reputasi keluarganya dulu, jangan sampai orang akan menganggap semua wanita dikeluarga Mahesa berkelakuan buruk.
" hahaha Naura dari kecil sangat menyukaimu, bahkan menggunakan cara seperti ini untuk mendekatimu padahal aku sudah mengatakan padanya jika kau setuju untuk menikah dengannya, keponakanku ( Kenzo), tenang saja! Setelah kembali dari acara ini aku akan mendidiknya baik - baik, aku malu sekali padamu" Kata Pak Mahesa dengan penuh penekanan pada setiap katanya.
Pria paruh baya itu harus menyingkirkan Naura dalam acara gala amal itu agar tidak jadi pembicaraan.
" Sudah! Tidak ada masalah lagi...semuanya bubar! " Kata Pak Mahesa penuh wibawa.
Para tamu membubarkan diri setelah kemunculan Pak Mahesa.
__ADS_1
" Tidak seru"
" Sudahlah...lagipula sudah tidak ada yang menarik lagi..."
Begitu gerutuan mereka saat meninggalkan tempat itu.
" Ayah..." Naura mendekati ayahnya, apa daya malah mendapatkan tatapan dingin dan seolah berkata bersiaplah untuk menerima hukumanmu.
Para tamu tadi masih saja penasaran dengan keberadaan Raya yang tidak mereka dapati bersama Kenzo.
" Kalau begitu dimana Raya? " Tanya salah satu tamu wanita tadi yang sempat masuk dalam toilet wanita untuk memeriksa.
" Itulah...malah tokoh utamanya tidak kelihatan..." Jawab teman disampingnya.
" Hei lihatlah ke bawah... " Seru seorang pria.
Semua mengalihkan perhatiannya.
" RAYA DISANA!!! " Seru mereka.
Tampak Raya sedang membelakangi mereka berbaur dengan tamu lainnya. Alend langsung mendekati pembatas untuk memastikan keberadaan Raya.
" Ternyata Raya sejak awal memang sudah turun, berita hoaks yang ditulis Naura di Grup tadi hanya untuk memancing kita melihatnya bersama Pak Kenzo, mungkin maksudnya agar pak Kenzo tidak bisa berkutik! " kata seorang disamping Alend.
Pria itu tersenyum tipis, hatinya lega Raya selamat dari jebakan.
Pria itu berjalan dan berhenti tepat disamping Alend. Tampaknya fokus matanya melihat Raya.
" Aku kasih tau ya, tadi aku secara tidak sengaja melihat sesuatu yang luar biasa! " Cerita Jeremy sok misterius.
Maksud hati ingin membuat orang yang disampingnya penasaran sayangnya Alend bukan tipe orang yang ingin tahu urusan orang sehingga diam saja tanpa menanggapi. Jeremy sebenarnya ingin sekali bercerita tapi ingin ditanggapi Alend. (Alend seperti batu disampingnya, bergerak menengokpun tidak saking seriusnya melihat Raya).
" Coba tebak, apa yang sudah kulihat? aku tahu kau pasti penasaran kan? " Tanya Jeremy berusaha membuat Alend penasaran namun targetnya tidak peduli sama sekali.
" AAAHhhh...Sudahlah..aku kalah! aku akan cerita padamu deh, ayo dengarkan aku bercerita! " Seru Jeremy kehabisan akal.
Barulah Alend menoleh heran segitu maksanya Jeremy hingga walaupun Alend tidak tertarik Jeremy tetap memaksa Alend untuk tahu.
" Ini Ada hubungannya dengan calon istrimu! " Tegas Jeremy.
Alend baru merespon penuh " Cepat katakan! " Suruhnya.
Flashback On
Jeremy sedang mencari angin segar karena sumpek di dalam, lelah berpura - pura tersenyum. Pria itu hendak bermaksud untuk menenangkan diri sekaligus merokok sebatang saja.
__ADS_1
Pria itu menatap indahnya bulan purnama yang sedang dalam posisi bulat penuh. Samar matanya menangkap bayangan wanita (karena menggunakan gaun makanya Jeremy langsung memutuskan itu seorang wanita).
" Eh? Itu... Apakah itu orang?" Tanya Jeremy dalam hati.
Dia tidak bisa percaya begitu saja dengan matanya, tadi seingatnya sempat mengkonsumsi beberapa gelas wine siapa tahu dirinya sudah mabuk tanpa disadarinya.
Jeremy menggosok matanya untuk melihat lebih jelas, alangkah kagetnya pria itu ketika mengenali siapa yang dilihatnya.
" AH iya! Bukankah itu Raya? apa yang ingin dilakukannya? "
Jarak Jeremy dan Raya berada hanya sekitar 20 meter saja, dengan cahaya bulan wajah Raya terpantul dengan jelas, gadis itu baru saja keluar dari sebuah jendela dan sekarang tengah berdiri di balkon.
AAAHHHHHHHH...... Jeremy berteriak melihat adegan Raya melompat dari balkon ke Bawah. Rasanya jantungnya ikut melompat mengikuti Raya. Pria itu tidak bisa menghentikan Raya hanya bisa membeku sesaat.
Jeremy kemudian lari masuk ke dalam terbirit - birit mencari Alend.
Flashback Off.
" Kau tahu, dia melompat setinggi ini (menggambarkan dengan tangan diatas kepalanya) dan baik - baik saja lalu memakai sepatu hak tingginya pergi begitu saja... Aku trauma!! SYOK! Terkejooot!! Mau copot jantungku...lututku masih gemetar sampai sekarang..... kukira akan melihat sebuah kejadian bunuh diri!! Mengapa ada orang seberani itu? bukan ! Bukan berani!! tapi GILAAA!! Bagaimana jika wajahnya yang duluan mendarat di tanah? " Cerita Jeremy dengan penuh penghayatan mencubit pipinya. Dadanya masih berdebar.
Alend mendengarkan dengan seksama tanpa komentar. Alend menatap kembali Raya yang masih asyik membaur dengan para tamu.
"Diberi obat oleh orang lain, dia tidak meminta bantuan orang lain malah membalikkan keadaan dengan kemampuannya sendiri. Membuat orang yang ingin mencelakainya menerima akibatnya sedangkan dirinya bersih dari segala hal, benar - benar pembalasan yang sempurna."
Alend masih terus saja menatap tunangannya, ada sesuatu dalam hatinya mulai tertarik dengan Raya namun ditepisnya.
" Memiliki kecerdasan dan keberanian, Raya kau ini sebenarnya wanita seperti apa?"
Alend menatap Raya yang sedang tersenyum, Pria itu betah lama - lama memandangi wajah cantik itu.
" Kurasa calon istrimu ini bukan orang biasa! Masalah tadi juga...lalu keluarganya yang sedang kacau...bukankah kau ingin membatalkan perjanjian pernikahan dengannya? Lebih baik kau meminta bantuan kak Angkasa, si Tua Mahesa itu pasti tidak akan berani berkata apapun" Kata Jeremy.
Alend terpana, ada rasa tidak suka menyelusup dalam hatinya. Mengapa semua orang yang dikenalnya selalu menyinggung tentang keinginan membatalkan perjanjian nikah dirinya dan Raya. Alend merasa tidak rela. (Wah mulai ada rasa neeh...)
Pria itu tersenyum melihat senyuman sang tunangan dari jauh lalu berbalik hendak turun ke lantai bawah.
" Pulang dan istrahatlah...jangan mengurus urusan orang lain..." Kata Alend berlalu pergi.
***
BERSAMBUNG
(Raya Dimata Jeremy sekarang! Seperti penyihir yang bisa terbang)
__ADS_1