Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 67 - belajar menjadi lebih baik


__ADS_3

****


Suasana ruang pelatihan terasa semakin dingin setidaknya membuat Raya harus ke kamar mandi beberapa kali. Langkah kakinya terhenti saat mendengar celotehan beberapa gadis didalam toliet wanita.


" Ternyata kemampuan Raya hanya seperti itu ya? Kukira dia sudah setaraf profesional sampai Bu Tantri mau merekrutnya, mungkin ada orang dalam sampai dia bisa masuk galaxy Entertaiment" Kata salah satu gadis.


" Yah..memiliki latar belakang keluarga kaya memang berbeda, bisa langsung masuk ke dunia hiburan dengan mudah, langsung direkrut agensi manapun yang dia suka, asal ikut pelatihan saja pasti sudah mendapatkan peran utama cih! Tidak pandai berakting tidak akan jadi masalah, sekarang semua sudah canggi serba mengandalkan efek saja..asal wajah sudah cukup digemari orang..." Kata yang lainnya tidak kalah sinis.


"Huh dimanapun tetap saja da haters ya.. " Keluh Raya.


Dia tidak mau ditindas begitu saja kali ini. Dengan berani dirinya membuka pintu dengan agak bertenaga.


BAAAM! Pintu terbuka dengan keras


Kedua orang didalam toilet terkejut. Raya menatap keduanya dengan tajam.


" Uhmm... " Tidak urung keduanya gugup melihat mereka dipelototi Raya.


" Jangan bicara lagi, hati - hati jika dia melapor pada Bu Tantri Bisa tamat kita! Dia punya beking yang kuat sedangkan kita tidak punya" Bisik gadis berbalik pura - pura sedang menata penampilan di cermin toilet.


" Iya ..iya.."


Setelahnya keduanya ngacir tidak mau menatap Raya.


(Iri? Bilang Bosss! )


Raya menahan emosinya, Tidak ada gunanya ribut dengan rekan satu timnya. Hari - hari Raya di isi dengan kegiatan pelatihan dan kuliah. Rumah, Kampus dan tempat pelatihan adalah tiga tempat yang sering didatangi Raya sekarang.

__ADS_1


Setiap hari terkurung dengan rutinitas secara perlahan Raya mulai membiasakan diri dengan dirinya yang baru, di kehidupan keduanya, Raya (Karenina) Mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kehidupannya. Sebagai Raya ataupun Karenina.


Bahkan keluarga Mahesa sama sekali tidak menghubunginya, Raya juga tidak peduli mungki papanya sudah mengetahui pembatalan kontrak pernikahan Raya dan Alend dan sedang bersenang - senang dengan kompensasi yang diberikan oleh keluarga Alend. Raya tidak peduli lagi. Dia sudah bukan bagian dari keluarga itu lagi.


Tiap harinya diisini dengan berbagai macam jadwal, tidak terasa waktupun berlalu dengan sangat cepat. Raya sudah hidup jauh dari rumahnya. Gadis itu sibuk sekali namun lebih bahagia dengan kehidupannya sekarang. Kerja kerasnya mampu membuat Tantri angkat jempol padanya. Gadis itu sudah bisa menguasai beberapa keterampilan yang diperlukan dalam menunjang karirnya.


***


Raya menatap dengan tatapan sedihnya, airmata keluar dipelupuk matanya.


" Bahkan tersenyum untukmu juga salah? apa yang seharusnya aku lakukan? " Tanyanya dengan tatapan sedih.


Abi menatapnya dengan wajah antara sedih atau terharu. Lalu pemuda itu tertawa terbahak - bahak.


" Astagaaa... Kau hebat sekali! Aku sampai terharu...aku merasakan kesedihn karena cinta yang bertepuk sebelah tangan" Puji Abi bertepuk tangan.


" Kerja kerasmu selama sebulan ini tidak sia - sia! Meskipun aku bukan guru profesional tapi dari sisi penonton kau pasti sudah lulus! " Kata Abi.


Raya masih merenungi pujian yang diberikan Abi, Entah mengapa dirinya masih merasa aktingnya jelek. Pertunjukkan yang dibuatnya tidak membuatnya puas, tidak ada rasa bangga atas pujian aktingnya. Hanya satu dalam pikirannya, Dirinya selalu menilai aktingnya jelek. Ada yang kurang dari penjiwaan yang dilakukannya. Tidak ada yang dirasakannya selain rasa malu.


Raya masuk ke kamar, mengambil sebuah Flashdisk yang berisi sebuah file. Flashdisk itu diberikan oleh Guru kelas akting pada masing - masing artisnya untuk mempelajari pendalaman akting.


" Kalian pelajari ini baik - baik! Didalami! Perhatikan detail akting sampai tatapan mata... " Suruh Tantri.


Bu Nada (nama guru kelas akting) memberikan film yang dimainkan Alend sebagai bahan pengajaran Raya dan teman - temannya. Empat tahun lalu, Alend mendapat peran utama dalam film fiksi ilmiahyang berjudul " TIME Future", di dalam film itu Alend berperan sebagai Pemuda dunia bawah, dalam satu kecelakaan menyebabkan dirinya naik ke dunia atas. Agar tidak ketahuan berasal dari dunia bawah, Disini peran Alend melakukan kebohongan untuk menutupi asal dirinya. Perannya itu Alend membohongi orang dunia atas sambil mencoba melindungi dirinya dari kemungkinan identitasnya terbongkar setiap saat.


Alend berperan dengan baik, dia menggunakan akting yang luar biasa. Menggabungkan sikap angkuh dan rendah hati dalam satu kali penjiwaan peran. Juga saat ******* film yang sangat menggemparkan membuat film itu laris secara internasional membuat nama Alend Bagaskara mendunia. Film tersebut menjadi film terfavorit, juga mendapatkan banyak penghargaan dari award luar negeri dan dalam negeri. Waktu itu, Alend baru memasuki usia ke 20 tahun. Menjadi Artis viral, menarik banyak penggemar.

__ADS_1


Setelah itu, identitasnya sebagai tuan muda dari keluarga Bagaskara terbongkar keluar sehingga munculah banyak haters dan komentar yang menjatuhkan dirinya. Berita itu semakin menambah viral setelah Alend berhasil meraih banyak penghargaan. Banyak yang menganggao keberhasilan Alend hanya berasal dari dukungan keluarganya saja.


Para Haters tidak bisa menjatuhkan film Alend sehingga mereka berbalik menyerang Alend sebagai orang yang masuk dalam dunia hiburan dengan jalur dukungan orang dalam. Banyak yang mencoba menyerang mental mengatakan ini hanyalah kekuatan uang.


Banyak yang mengatai Alend sebagai pengecut, sok ganteng, banci dan anak orang kaya manja. Tidak peduli apapun yang dilakukannya tetap saja ada sekelompok orang yang terus saja menjatuhkannya. Para penggemar terus bertambah, Haterspun bertambah.


Tetapi Film Future Time ini mendapatkan banyak respon baik. Di dunia entertaiment banyak jurusan seni filman menjadikan film ini sebagai referensi pembelajaran dalam teknik akting.


Alend Bagaskara adalah artis multi talenta, menjiwai perannya sehingga menyebabkan penggemar terbawa dalam perannya. Sangat susah mencari orang seperti ini dalam dunia entertaiment sekarang karena kebanyakan hanya mengandalkan sensasi untuk mendongkrak ppopularitas mereka.


" Hanya kak Alend yang mempunyai pengalaman akting seperti ini...Aku juga telah salah paham terhadapnya gara - gara haters sehingga selalu mengatainya banci. Sebenarnya aku juga sama dengan haters itu,,sama - sama menganggapnya jelek dari komentar yang ada dalam internet. padahal jelas - jelas dia begiti baik.." 


Raya terus saja melihat film Alend sambil mencatat beberapa yang harus diperhatikannya. Untung Alend sangat berbakat sehingga sekarang hampir tidak ada lagi yang mempermasalahkan latar belakangnya. Bahkan sekarang itu menjadi kelebihannya.


"Bakatnya ini... mungkin orang biasa seperti aku tidak akan mungkin menyamainya sekalipun mandi kembang tujuh rupa di tujuh sumur! "


Raya meletakan penanya sambil menghembuskan napas kecewanya. Menjadi artis itu ternyata tidak segampang yang dibayangkannya.


Namun hal itu semakin menambah motivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik. Kini dirinya sudah bukan tunangan Alend lagi, tidak ada lagi ikatan yang bisa melindunginya dari para Haters. Raya yang harus melindungi dirinya sendiri.


walaupun pembatalan pertunangan itu masih diketahui oleh beberapa orang saja bukan tidak mungkin berita itu akan sewaktu - waktu dirilis oleh keluarga Bagaskara. Raya hanya perlu menyiapkan diri agar hatinya baik - baik saja.


" Aku tidak akan lagi bergantung pada siapapun! Aku pernah bisa dulu (Sebagai Karenina) kinipun aku pasti akan bisa! " Tekadnya.


Rasa kantuk menyerang, Raya memilih untuk mematikan laptopnya dan tidur. Mungkin Abi masih sibuk dengan dunia gamenya sekarang. Raya terlalu mengantuk untuk mengechat sahabatnya itu.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2