
***
Alend tersenyum dengan tingkah Raya selama dalam perjalanan menuju Bandara. Kekonyolan demi ke konyolan terlontar lewat perkataan gadis itu. Alend jadi merasa sedikit terhibur karenanya. Pria itu cukup terkejut dengan kehadiran Raya diapartement itu.
Pada saat dirinya berdiri dibalkon, Alend berharap "sang pemilik" Apartemen sebelah keluar dari ruangan, sadar hal itu tidak mungkinn karena pemilik apartemen telah meninggal sebulan yang lalu.
Telinganya menangkap suara jendela dibuka, dadanya langsung bergemuruh menanti, apakah harapannya akan jadi nyata? bisakah dirinya bertemu walau hanya dengan hantunya saja?
" Kak Alend ? "
Alend berusaha menyembunyikan kekagetannya saat melihat si pemilik suara, Raya? Kenapa Raya ada disini? Mengapa dirinya bisa berada diapartemen sebelah?.
" Halo kak Alend...kebetulan sekali...kenapa ada disini kak? " Tanya Raya membuat Alend gugup.
Raya tampak penasaran dengan kemunculan Alen diapartemen itu. Alend tidak mungkin mengatakan jika dirinya berada disitu karena mengenal pemilik apartemen tempat Raya berdiri sekarang.
" Ini tempat tinggalku jika ada pekerjaan diSydney... Lalu kau mengapa kau ada disini? " hanya itu jawaban yang terpikirkan oleh Alend saat mata polos itu tengah menatap seolah menghakiminya.
Ekspresi Raya juga terlihat agak aneh seperti menyembunyikan sesuatu, tangannya mengepal erat
" Ehm...teman akrabku memohon aku datang untuk mengambil barang, ini rumah temannya temanku... " Jawab Raya terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan Alend.
" Apa yang aku harapkan sebenarnya? apa aku harus bertanya apa dia mengenal Karenina? "
Alend menghembuskan napas kecewanya, dirinya tidak ingin membuat Raya penasaran mengenai dirinya. lalu mengalihkan topik pembicaraan.
" Sudah? " Tanya Alend.
Raya mengangguk, Hari ini Raya akan kembali ke Jakarta. Alend masih belum ingin jauh dari gadis itu menawarkan untuk pulang bersama dengannya, sayangnya Raya telah memiliki tiket pesawat dan harus terbang sore ini. Alend tidak mau kehilangan kesempatan untuk tetap bersama gadis itu meski hanya sesaat.
Pria itu tidak tau seperti ada daya tarik yang terus membuatnya ingin berada disamping gadis itu tampak nyaman dan meringankan sesuatu yang menghimpit dalam hatinya.
" Kak Alend tidak takut hantu? " Tanya Raya membuyarkan lamunan Pria itu.
" (aku barusan berharap bertemu hantu seseorang, kenapa aku harus takut?) Tidak...jangan buat aku bicara hal yang sama dua kali" Jawab Alend sedatar mungkin.
Raya terlihat kehilangan topik bicara,
" Dasar! Jika kalau bukan karena wajah tampanmu ini, berani memerintahku sudah kuhajar"
terdengar suara desisan Raya.
Alend secara tidak sengaja mendengar desisan gadis itu langsung berusaha menahan tawa, untung dirinya berdiri dibelakang Raya sehingga gadis itu tidak melihat ekspresi Alend. Sudah berapa kali Alend tertawa gara-gara celotehan gadis didepannya.
__ADS_1
Saat didalam mobil, Raya tidak sengaja membuat Alend tersengat kedua kali akibat permintaannya untuk berteman dengan akun pribadinya (Setiap artis memiliki akun pribadi dan akun official), Namun Alend penasaran dengan respon Raya saat melihat nama sosial medianya.
Raya terlihat diam dengan ekspresi tidak bisa diartikan, Alend sudah tau jikaTantri sudah memberitahu Raya mengenai sedikit cerita kisah cintanya.
Gadis itu selalu saja tenggelam dalam dunianya dan tidak membiarkan Alend untuk mengetahui apa yang ada dipikirannya. Sejak pertengkaran terakhir mereka Raya memang sudah berubah total tidak seperti dirinya yang dulu, Sekarang gadis itu terlihat seperti orang lain dan satu hal lagi tidak terlihat lagi tatapan memuja yang tertuju untuk Alend.
Semua yang dikatakan gadis itu sekedar basa basi saja, Pria itu sudah dapat menebaknya.
***
Bandara.
" Terima kasih Kak Alend...Aku pergi dulu ya kak... " Kata Raya turun dari mobil.
Gadis itu memakai syal, masker dan kaca mata hitam yang diambil dari totebag.
" Sampai jumpa esok! " Kata Alend sekali lagi.
" Iya sampai jumpa esok" Jawab Raya.
Gadis itu masuk ke dalam bandara, Alend hanya bisa menatap kepergian gadis itu hingga hilang dibalik pintu kemudian keluar dari bandara. Raya terbang ke Jarkarta dan tiba tengah malam. Abi menjemputnya.
" Kenapa liburannya cepat sekali?? " Tanyanya.
***
Keesokan harinya.
Raya sangat terkejut melihat sisa saldonya yang tidak sampai 500rb saja. Apa yang terjadi? Raya baru sadar jika sudah tidak memiliki uang lagi sambil teringat jika hari ini dirinya sudah membuat janji untuk mentraktir Alend
" Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa begini? " Tanya Raya pada dirinya sendiri.
Kemarin saat gajian, Raya dengan bahagianya memberikan sejumlah uang pada Abi sebagai bayaran Baju, Taas, Hape dan lain-lain juga uang sewa rumah padahal Abi sudah menolaknya.
" Tidak apa-apa ...aku baru saja gajian... " Kata Raya dengan bahagia saat itu.
Saking bahagianya punya penghasilan sendiri, Raya membayarkan semuanya hingga tidak memperhatikan lagi saldo aplikasinya. (Raya tidak lagi menikmati fasilitas keluarga termasuk kartu kredit ataupun debit, semua keuangannya ditransfer via aplikasi pendanaan saja.
Ini benar - benar membuat Raya harus memutar otaknya, bagaimana bisa mentraktir Alend dengan kondisi keuangan seperti ini. Apa Alend bisa dibawa ke warteg? NO!!!!
Disaat yang tepat sebuah ide muncul di kepala Raya, dengan segera gadis itu ke supermarket membeli bahan makanan yang diperlukan. Sudah saatnya dirinya menunjukkan skill memasak.
***
__ADS_1
Raya langsung bersiap ke rumah Alend ketika selesai belanja. Alend hari ini juga sedang tidak ada pekerjaan sehingga dirinya bisa ditemui dirumah pribadinya.
TING! TONG!
" Selamat malam Kak Alend! aku datang ,..! " Sapa Raya dengan sangat ceria dikedua tangannya memegang tas belanjaan.
" Loh? Kenapa kau?? " Tanya Alend heran dengan bawaan Raya. Pasalnya dirinya hari ini sengaja menunggu janji Raya untuk ditraktir.
" Maaf Kak Alend, rasanya jika mentraktirmu untuk berterima kasih rasanya kurang tulus..jadi aku memutuskan untuk memasak langsung untukmu, bagaimana pendapatmu?" Tanya Raya tersenyum.
" Aku tidak akan mengatakan jika aku tidak punya cukup uang untuk mentraktirmu makan! "
Raya bicara dalam hati
" Dimana Dapur kak? " Tanya Raya.
Walau sudah pernah ke rumah itu satu kali namun Raya tidak berkeliling rumah itu. Alend menunjuk arah dapur. Pelayannya sudah beristrahat malam dan Raya tidak ingin mengganggunya.
" Kau tidak akan membakar rumahku kan? " Tanya Alend.
" Hahaha tidak kak..sedikit gosong boleh kan? aku bercanda kak... " Tawa Raya renyah.
Dirinya bergegas menuju dapur, Gadis itu agak kerepotan pasalnya dirinya tadi tidak jadi membeli ikan disupermarket melainkan dipasar, Ikan yang dipilih Raya masih hidup dan menggelepar sangat kuat dalam Tasnya.
" Ugh..ikannya masih hidup! aku harus menghadapinya dengan cepat! " Kata Raya.
Alend memperhatikan tingkah gadis itu, hatinya ragu.
" Apa kau bisa memasak? " tanyanya Ragu.
" Hehehe bisa kak.. Aku sudah hidup sendiri tentu harus belajar mengurus diriku sendiri termasuk memasak" Jawab Raya.
Raya yang dulu memang tidak tahu memasak, namun Karenina bisa karena dirinya sudah yatim piatu sejak kecil dan tinggal bersama gurunya secara otomatis gadis itu belajar memasak.
" Iya kah?" Tanya Alend Ragu
***
BERSAMBUNG.
Halo semua..doakan ya Naya bisa up selalu,,biarpun sehari hanya bisa sekali. Terima kasih banyak masih setia membaca.
Salam Hangat Nayaka
__ADS_1