
***
Di balkon rumah, Alend termenung sendirian sesaat.
Alend POV ON
Setelah membatalkan pernikahan ini, pihak yang membatalkan memberikan biaya kompensasi pada keluarga yang dibatalkan. itu yang diketahui dari perjanjian nikah itu dan Aku tahu ini hal yang kuinginkan. Hal yang membuatku menundanya adalah rasa kasian.
YA! Kasian!
Aku kasihan pada gadis kecil (Raya) yang tidak memiliki ibu itu...
Aku mengasihi gadis itu karena kemalangan yang dialaminya sejak kecil dan mengapa aku tidak menolak perjodohan yang diatur oleh para kakek kami, jelas karena harapan dalam mata Raya. Harapan jika aku adalah penyelamatnya dan menjadi satu - satunya orang yang menyayanginya.
Aku ingin lepas tapi tidak tega
Sekarang aku hampir tidak ingin (Membatalkan) lagi, aku bahkan ragu pernah memikirkan untuk membatalkan perjanjian nikah ini.
Entah kemana keinginanku itu.
Banyak hal yang telah terjadi, aku tidak tahu apa yang dialami Raya sehingga mengalami perubahan total seperti sekarang ini, dirinya sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Aku menyuruh Tantri untuk merekrut Raya karena melihat perubahannya dan membantunya mandiri.
Kakak berharap aku tidak asal menerima perjodohan karena kematian Karenina, Kakak tidak ingin aku menikah dengan Raya karena pelarian patah hati. Kakak memandang ini hal yang tidak adil untukku.
Tapi aku lagi - lagi tidak bisa menerima kenyataan jika Gadis ini mau melepaskanku. Memangnya ada alasan apa dia langsung membuang perasaan begitu saja? Apa aku terlalu melelahkan untuk dikejar?
(Hadeuhh..kalau ada didunia nyata bisa tolong jitak kepala Alend dulu).
" Kak Alend, ayo makan! " Sambut Raya melihatku.
Amarah belum bisa kupadamkan. Melihat Senyuman Raya membuatku perih, mengapa Raya memilih menyerah? Lalu untuk apa yang dilakukan sekarang ini? Apa ini modus tarik ulur?
(Sekali lagi author jadi pengen jitak Alend dengan alasan kepedean yang tidak jelas)
(Sumber gambar : Google ya)
" Ayo coba dicicipi.. " Suruh Raya dengan antusias.
Kami seperti sepasang suami istri yang akan makan bersama, Raya melayaniku dengan sangat Baik. Aku suka dengan tingkahnya seperti ini selalu berusaha mengatur dan memastikan kenyamananku. Tapi Justru hal ini semakin menggores dadaku. Untuk apa dia melakukan hal ini?
Untuk apa perlakuannya ini?
Seketika selera makanku lenyap, sendok yang kupegang tidak mampu mengarahkan makanan ke mulutku.
" Coba ini kak! Sup ikan buatanku..ikannya mahal loh! Kelihatan lezat kan?" Raya mencoba meyakinkanku.
Raya terlihat sangat menantikan suapan pertama ke mulutku! Gadis ini menunggu untuk dikomentari masakannya. Senyumnya membuatku semakin gelisah.
Aku benar -benar marah, sebelum emosiku meluap kuletakkan sendok didekat piring. Sudah cukup!
" Apanya yang enak? dari baunya saja membuat nafsu makanku hilang" Kataku namun seketika aku merutuki diriku bicara seperti itu.
__ADS_1
Tiba-tiba aku dikagetkan dengan tangan Raya yang mencengkeram kerah bajuku, Ada apa dengan respon gadis ini?
" Kau... " Tatap Raya dengan marah.
Siapa yang tidak akan marah jika sudah susah payah masak tapi tidak dihargai. Aku melihat kemarahannya tercampur dengan rasa kaget, kecewa dan sedih. Aku tidak suka melihatnya seperti ini.
Aku berusaha mengatur ekspresi wajahku setenang mungkin lalu berkata,
" Sejak kapan kamu menyelesaikan masalah dengan kekerasan? " *
Raya langsung menarik kembali tangannya, tatapan matanya tidak dapat kuartikan. Gadis itu berbalik.
" Sudahlah! Sampai disini saja...aku pulang dulu" Katanya meletakkan apron sembarangan dan mengambil tas untuk pulang.
Suara pintu dibanting masih kudengar sampai diruang makan. Raya melampiaskan kemarahannya pada pintu itu.
" Maafkan aku ... " Ujarku ditengah kesunyian.
Kini hanya aku dan makanan yang dimasak Raya. Aku langsung menyesali tindakanku. Harusnya aku membiarkan dia makan dulu, mungkin Raya sedang merasa lapar sekarang. Makanan yang dimasaknya sengaja dibuat untuk dua orang.
Sendok kuambil kembali, kucicipi sup ikan yang tadi dibanggakannya.
Slurp!
Rasa sup mengalir ke leherku. ENAK!
Raya ternyata memang bisa memasak. Aku seharusnya tidak melakukan hal yang tadi. Mengapa aku harus melampiaskan kemarahanku padanya.
AKH! Aku tidak tahu sekarang. Aku seperti bukan diriku lagi.
Kalau Raya menelponku sebentar maka aku akan mencoba meminta maaf.
ALEND POV END
***
Raya tidak menyangka kerja kerasnya memasak malah berantakan. Alend bahkan tidak mencicipinya langsung menilai masakannya.
" Huh ! Ada apa dengannya? Mengapa tiba-tiba moodnya jelek begitu... padahal aku kan juga lapaaaar..... setidaknya biarkan aku makan dulu baru bilang tidak nafsu makan... Dasar Kak Alend! " Marah Raya sambil menyetir mobil ( Abi membelikan mobil untuknya agar tidak kepanasan dan kehujanan dijalan, Raya bersikeras mencicil mobil tersebut).
Raya menelpon Abi dirumah,
" Halo Abi! Apakah masih ada sisa makanan dirumah? " Tanya Raya.
" Tidak ada.. Eit? Bukannya kau tadi pamitnya mau makan dengan Alend? Tidak kenyang ya? " Tanya Abi.
Raya kesal mendengarnya,
" Sudah lah tidak usah dibahas lagi, aku akan cari makan diluar, Bye! " Kata Raya mematikan telepon.
Disaat yang sama perutnya berbunyi pertanda perutnya minta diisi.
" Astaga lapar sekali...belum pernah aku dibuat kelaparan seperti ini seumur hidupku!! " Keluh Raya.
__ADS_1
Terbayang kembali wajah Alend yang mengatakan masakannya tidak lezat dan nafsu makannya sudah hilang.
" Selain guru, memang tidak ada yang pernah makan masakanku, tapi dia belum mencicipi sudah... Ugh,..menyebalkan! Orangkaya memang banyak tingkah!! " Maki Raya.
Hari sudah semakin malam, Karena tidak memiliki cukup uang, Raya akhirnya memilih makan diwarteg terdekat yang ditemuinya. Dirinya menghabiskan beberapa porsi dalam waktu cepat.
Raya berjanji dalam hati tidak akan berinisiatif memasak untuk Alend lagi. Setelah kenyang dirinya langsung pulang ke rumah dan mengurung diri di kamar untuk menghindari pertanyaan dari Abi.
***
Tidak terasa liburan Raya telah usai, Gadis itu dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan. Kini sebagai artis dibawah naungan Galaxy Entertaiment, Raya bertugas untuk mendalami akting dan segala yang diperlukan sebagai artis. Disana dirinya bukan fokus untuk meningkatkan popularitas. Tantri telah mendaftarkannya untuk mengikuti pelatihan pemula.
" Pelatihan? " Raya menatap Tantri dengan kening satu.
Selama ini Raya hanya berlatih bela diri, kali ini dirinya akan memiliki pengalaman baru dalam kehidupan keduanya. Raya fokus mendengarkan perkataan pelatihnya.
Hari ini pelatih mengadakan simulasi, melihat pelafalan kata dan naskah setelah ini akan memilih beberapa kelas akting yang sesuai dengan tingkat masing - masing. Di Galaxy Entertaiment ada kelas pelatihan bintang film, pelatih mengajar adalah mantan artis profesional. Orang yang lulus mempunyai kesempatan untuk direkrut dan mengikuti pekerjaan yang ada di Galaxy Entertaiment.
Yang mengikuti kelas pelatihan rata - rata remaja ( Raya masih berusia 19 tahun sudah masuk kategori remaja dewasa). Semuanya telah memiliki pengalaman sedangkan Raya termasuk dalam kategori pemula dasar sehingga semua orang yang ada dalam pelatihannya adalah gurunya.
" Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya! " Pesan Tantri.
Raya bekerja keras latihan, mulai dari pelafalan hingga nada bicara. Banyak kesalahan yang dibuatnya tidak membuatnya patah semangat. Orang dilingkungan itu sangat mendukungnya.
Selama itu Raya sama sekali tidak pernah menghubungi atau dihubungi oleh Alend. Gadis itu tidak lagi mengingat peristiwa kemarin. semuanya sudah dilupakannya.
Sebenarnya Alend selalu menunggu telepon tapi Raya terlalu sibuk dengan pelatihannya. Mau menghubungi Raya duluan,pria itu tidak punya topik untuk bicara.
Dalam ruangan kerjanya, Alend hanya bisa menatap berita yang memuat foto Raya diponselnya. Secara kebetulan diluar sedang ada persiapan mengaransemen lagu lama untuk diremake kembali. Hati Alend berdenyut mendengar lirik nadanya.
Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya
Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian oh repotnya
Lagu Jatuh cinta - Titiek puspa.
" Apakah aku sedang jatuh cinta? Pada Raya? Lalu perasaanku pada Karenina apakah hanya ilusiku saja?" Tanyaanya dalam hati
***
BERSAMBUNG
__ADS_1