Kehidupan Yang Kedua

Kehidupan Yang Kedua
Episode 51 - Gosip pertama


__ADS_3

***


" Mengapa menarikku keluar dari sana??" Marah Clarissa.


Sang manager Clarissa hanya menatap dingin mendengar keluhan artisnya. Ini bukan pertama kalinya Clarissa menunjukkan arogansinya pada artis pendatang baru. Tetapi kali Ini strateginya berbeda, Jika dulunya Clarissa ingin menekan pemain pendatang baru dengan menunjukkan bekingnya sekarang wanita itu ingin menggilas Raya langsung hingga tidak lagi mau ke dunia entertaiment.


" Dia tidak punya hak belagak artis begitu!! Memangnya aku takut padanya!!! Aku sumpahi pernikahannya tidak akan pernah terjadi" Ujar Clarissa mengomel panjang lebar.


" Beraninya kau bilang begitu!! Hanya karena kau menjadi salah satu simpanannya boss besar, kau bisa seenaknya bertindak tanpa memakai otak kosongmu itu!! sudah syukur produser film ini masih suka tubuhmu jika tidak mana mungkin dia akan mengaturkan film ini untukmu!!! sudah membuang uang yang banyak hanya untuk wanita sepertimu sungguh sia-sia" Teriak Manajer tapi dalam tapi saja.


Manager Clarissa sudah muak dengan tingkah artisnya itu, terkadang wanita itu menyingkir karena saking jijiknya melihat cara Clarissa merayu para petinggi yang bisa menjanjikan fasilitas dan kemewahan.


" Heh...memangnya kau bisa apa? Menyanyi suaramu Fals, Aktingmu buruk, Tarianmu Jelek...Kau hanya pandai merayu lelaki..andai bos besar tidak memerintahkan untuk membuatmu populer, aku tidak sudi mendengarkan bualan sampahmu itu! " Mata Sang Manager berkilat marah. Lagi - lagi wanita itu menahan dirinya untuk tidak memarahi artisnya.


Wanita itu menyalakan rokok sekedar menekan emosinya, " Apa kau tau mengapa aku datang hari ini?" Tanyannya.


" Katakan saja! Aku tidak punya waktu untuk main tebak-tebakkan denganmu" Omel Clarissa.


Manager wanita itu menghembuskan asap rokoknya ke udara, seketika ruang rias itu langsung penuh dengan asap.


" Perusahaan telah menghabiskan banyak uang untukmu tapi kau tidak juga viral, kau sendiri juga pasti sudah mengerti maksudku..."


" Hmph...Film ini memiliki karakter tokoh yang baik, investasi yang kuat, promosinya luar biasa didunia maya, aku pasti akan terkenal, apa yang perlu dicemaskan?" Jawab Clarissa ketus.


Dirinya merasa sedang diremehkan oleh managernya dan benar saja manager Clarissa terlihat sedang tersenyum sinis.


" Drama sebelumnya juga tidak kalah dengan ini, mengeluarkan uang yang banyak..aku malas berdebat denganmu! sekarang topik yang trending terkini selain berita mengenai Artis Nikmir dan si dodo itu adalah Raya!" Kata Manager.


" Mereka semua adalah bayaran! Sedangkan Raya itu terkenal karena hatersnya yang banyak!! " Bantah Clarissa.


" Pandanganmu jangan terlalu pendek, kesempatan sudah ada didepan mata, Raya yang terkenal jauh lebih berguna dari pada membayar puluhan ribu orang" Desis Manager menatap mata Clarissa dengan tajam.


Clarissa agak takut dengan tatapan itu " Apa ma-Maksudmu?" Tanyanya.


" Aku dengar Raya ke sini untuk menjadi stutmanmu, kesempatanmu sudah datang, kau pasti akan terkenal, asal kau mengikuti arahan, setelah terkenal bos pasti akan bahagia..."


Clarissa terdiam, perkataan manager itu benar, dirinya harus memanfaatkan para haters Raya untuk menambah kepopuleran dirinya.


***


Di lokasi syuting tamka pemeran utama sedang duduk bersantai dengan ponselnya.


" Revan..." Panggil asistennya.


Pria yang bernama Revan itu tampak tidak menghiraukan panggilan itu.


" Revan jangan main lagi...ayo syuting akan segera dimulai..."


Revan masih juga tidak bergeming dari tempatnya. Pria itu masih saja sibuk memainkan ponselnya. Permainan online yang sedang digandruingi banyak orang tidak hanya dirinya membuatnya tidak mau diajak untuk berdiri sekarang ini.


" Tidak usah buru - buru, tunggu samapi aku selesai main babak ini..." Ujar Revan acuh.


" Penyakit kecanduan gamemu kambuh lagi?.... Cepat!! Semuanya sudah menunggumu" Kata asistenya setengah jengkel.


" Jangan bohong, Clarissa saja belum datang, dia paling telat satu atau dua jam...artinya dia tidak mungkin datang...aku sudah terbiasa dengan tingkahnya itu" Jawab Revan dengan santainya.

__ADS_1


" Stuntman beladiri Clarissa sudah datang, sutradara ingin kita syuting adegan bela diri terlebih dahulu"


" Baiklah..tunggu sebentar! Aku akan menunjukkan barang bagus padamu! LIHAT!!!  " KAta Revan dengan gembira.


Asisten Revan melihat ponsel dengan wajah datar tak tampak jiak terkejut atau respon apapun.


" Ini Foto Raya terbaru, Mybaby! Kesayangan akuh... Cantik sekali!! LIHAT!! "


Revan menunjukkan foto Raya saat digala amal kemarin. Wajahnya tampak bahagia sekali. Sebuah situs web yang menajdi sponsor Gala amal tersebut melauching foto Raya saat Gala amal kemarin.


" Revan...apa kau tidak tahu jika...."


" Sebentar, Tunggu! Aku sedang menyatakan cinta sama mybabyku ... setelah ini aku akan segera kesana!! " Kata Revan dengan bahagianya menekan tombol Send pada situs tersebut.


Secara tiba-tiba Revan berteriak sendiri.


" ASTAGA AKU LUPA MENGGANTI AKUN!!! " Serunya terkejut luar biasa.


Bukan cuma Revan. Sang asisten juga ikut kaget.


" Apa yang kau katakan? kau menggunakan akun pribadimu untuk menyatakan cinta pada Raya?? Kau gila?? cepat hapus!!! Sekarang!! Sebelum ada netizen yang memperhatikanmu!! AYO!!! "


Revan buru-buru menghapus komentar yang baru ditulisnya beberapa detik yang lalu dan menghembuskan dengan lega karena belum sempat ada yang memperhatikan komentarnya.


" Huuff..." Ujar Revan dan asistennya lega.


" Revan! " Panggil seseorang dengan suara berat.


Secara otomatis Revan dan asistennya menengok ke arah suara tersebut. Sutradara muncul, moodnya sedang bagus hari ini (senyum mengembang seperti roti)


" Iya Sini! Aku perkenalkan dulu, dia adalah stuntman beladiri yang baru yang akan..." Ujar pak sutradara.


Revan menatap malas, untuk apa sutradara repot - repot harus memperkenalkan stuntman segala padanya. Tidak biasanya begitu. Wajah Revan langsung memerah ketika melihat siapa yang diperkenalkan padanya.


Dia adalah RAYA! Raya yang baru saja membuatnya menyatakan cinta tanpa sadar.


" Umh... Mybaby... " Gumamnya tidak jelas


Terjadi lonjakan semangat pada diri Revan saat melihat Raya datang dalam pakaian tradisional China, matanya langsung berbinar - binar.


" Serius? Stuntmannya adalah Raya?...Ayo Kita menikah... " Ujar Revan dengan polosnya. Seperti seorang fans berat yang melihat Idolanya.


" Sadar Oi! Apaka kau sadar apa yang kau katakan tadi? "Tanya Sang asisten menegur


" Ah.." Revan masih bengong efek kemunculan Raya tadi.


" Jangan bilang Ah..." Suruh asisten fustrasi.


Raya melihat tidak mengerti " Kemarin aku lihat dia adalah remaja yang serius dalam berakting, kenapa sekarang malah bertingkah seperti orang bodoh" 


Beberapa Saat Revan tersadar dari kekonyolannya langsung kembali ke imagenya.


" Maaf tadi sedikit salah tingkah... Pertama kali berjumpa dengan Dek Raya, aku Revan ... kedepannya jika ada masalah apapun disini, boleh mencariku..." Kata Revan Cool.


" AKu Lebih tua darimu.." Potong Raya tanpa memberi muka pada Revan.

__ADS_1


Pemuda itu membeku sejenak.


" hehehe astaga begitu ya... kalau begitu bisakah aku memanggil langsung namamu? panggilku aku juga langsung dengan namaku" Kata Revan salah tingkah lagi.


Revan meminta pertemanan dengan akun pribadi Raya dan menambahkannya dalam pertemanannya. Wajahnya terlihat sangat bahagia. " tenang saja Raya! Biarpun menjadi stuntman itu capek, aku melindungimu, percayalah padaku" 


Revan sangat percaya diri dengan kemampuan Bela dirinya, dengan segera dirinya ingin memamerkan kekuatannya pada pujaan hatinya.


***


Pukul 19.10 WITA


Syuting telah selesai, secara kebetulan Clarisssa tidak membuat ulah membuat Sutradara puas dengan hasilnya. Clarissa tidak suka jika Raya telah menguasai semua pujian ditempat itu, baik dari sutradara hingga kru. Tidak ada yang menanggapinya walaupun dirinya telah berusaha berakting dengan baik, semuanya lebih menantikan moment syuting Raya daripada Clarissa.


" SIALAN! Padahal aku yang peran utama!! mengapa aku terlihat seperti pemain cadangannya" Maki Clarissa dalam mobil.


Revan juga terlihat lebih salah tingkah daripada tadi pagi, asisten datang membawa minuman.


" Ini minumlah dulu, kau pasti sudah sangat lelah"


" Te-terimakasih bimbinganya... " Ujar Revan.


" Tidak apa-apa, hal kecil tidak usah dibahas..." Jawba Raya.


Adegan keduanya terlihat seperti guru dan murid. Revan pamit balik badan lesu.


" Kenapa? kemana semangatmu yang tadi pagi?" Tanya asisten


" Sudah..ayo pulang..baru kita bahas" Ujar Revan dengan wajah merah.


Raya mengaktifkan ponselnya dan mendapatkan pesan suara dari Abi.


" Setelah selesai syuting, datanglah cari aku diruang rias, ada hal yang perlu dibicarakan denganmu" 


Pesan suara selesai.


" Hah? Ada apa ya?"


Raya bergegas menuju ruang rias, didalamnya Abi telah menunggu dengan wajah muram sambil melihat ponselnya.


" aku sudah kembali, ada apa Abi?" Tanya Raya.


Wajah Abi terlihat serius, pemuda itu mengulurkan ponselnya, " Lihatlah ini..."


Raya menatap ponsel dan membaca berita. Lagi - lagi dirinya menjadi trending topik. Entah siapa yang meluncurkan fitnah keji lagi padanya.


Tertulis jelas pada berita itu jika Raya telah merebut peran wanita utama dari Clarrisa.


" Masalah ini sudah menjadi trending topik daam waktu singkat..." Ujar Abi.


Raya masih terdiam membaca berita diponsel Abi. Wajahnya tidak bisa ditebak.


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2